10 Pemain deal dengan PSIS
Kamis, 29 November 2012 - 16:26 WIB
10 Pemain deal dengan PSIS
A
A
A
Sindonews.com - 10 pemain memastikan diri bergabung dengan PSIS Semarang untuk mengarungi kompetisi musim 2012-2013.
Mereka adalah, Miko Ardiyanto, Rico Fernando, M.Irvan, Riski Julian, Ipan Priyanto, Fauzan Fajri, Saiful Anam, Heri Nur, Imral "Korea" Usman, dan Vidi Hasiholan. Ke-10 pemain ini sudah menyatakan deal Rabu (28/11) malam.
Namun sayangnya ada dua pemain yang akhirnya tidak ada kesepakatan dengan manajemen soal harga. Dua pemain yang batal membela Laskar Mahesa Jenar adalah winger Basri Lohi dan bek Eko Pujianto. Untuk Eko, alasan utama karena ibunya masih sakit dan menghendaki yang bersangkutan membela klub yang tidak terlalu jauh dari kampung halamannya di Sumatera Barat. Sementara Basri tidak ada menemukan titik temu untuk nilai gajinya.
General Manajer PSIS Semarang Ferdinand Hindiarto enggan untuk menyebutkan berapa nilai masing-masing pemain."Untuk nilainya berapa tidak perlu saya sebutkan, karena memang privasi," imbuhnya.
Dan untuk saat ini munggu jawaban dari enam pamain lain. Keenamnya ditunggu hingga Kamis (29/11) malam. "Kami masih menunggu jawaban, enam pemain lain, dan kami memberi waktu sampai nanti malam," katanya.
Ferdinand menambahkan, jika klub-klub sepak bola di Indonesia biasanya menggunakan sistem kontrak untuk membayar jasa pemainnya, berbeda dengan PSIS Semarang. Manajemen PSIS Semarang, tidak menerapkan sistem kontrak melainkan gaji bulanan.
Pembayaran gaji pemain dengan sistem kontrak, diambil oleh manajemen mengingat terbatasnya anggaran pendanaan klub berjuluk laskar Mahesa Jenar ini.
"Pada musim-musim sebelumnya kita menerepkan sistem kontrak satu musim, tapi untuk musim ini kami menerapkan sistem gaji perbulan," kata Ferdinand Hindiarto.
Dia menjelaskan dengan sistem gaji bulanan untuk mengikat pemain memang ada resikonya, yakni apabila kompetisi molor."Misalnya kompetisi dijadwalkan 8 bulan dan ternyata kemudian molor menjadi 12 bulan, maka kita juga wajib membayar 12 bulan. Hal ini berbeda dengan sistem kontrak, berapa lama pun lamanya kompetisi tidak akan berpengaruh terhadap pembayaran pemain," jelasnya.
Terpisah, Pelatih PSIS Semarang Firmandoyo, menambahkan, tidak ada masalah dengan kepergian Basri. Pasalnya, untuk Pos winger masih memiliki Imral "Korea" Usman dan eks pemain PON Jateng, Saiful Amar. Kedua pemain ini sudah pasti memperkuat PSIS.
"Ndak ada masalah karena masih ada beberapa pemain yang memiliki karakter tidak jauh beda dengan Basri," katanya.
Mantan Pelatih Tim sepak bola kontingen PON Jateng ini, berharap, proses negosiasi, bisa berjalan lancar dan nama-mana pemain yang menjadi daftar rekomendasinya bisa deal.
Dengan kepergian dua pemain yang masuk rekomendasi meninggalkan PSIS, praktis saat ini hanya tersisa 24 pemain. Dan masih ada 22 pemain yang belum deal dengan manajemen."Mudah-mudah pemain yang lain segera memberikan jawaban, sehingga pematangan tim bisa semakin ditingkatkan," katanya.
Sementara itu Miko Ardiyanto mengaku, senang akhirnya bisa membela tim PSIS. Dia mengaku, sebagai warga asli Semarang dia bakal memberikan penampilan terbaiknya untuk bisa membawa PSIS Semarang ke level tertinggi."Saya setuju ke PSIS karena ingin berprestasi di kampung halaman sendiri," katanya.
Mereka adalah, Miko Ardiyanto, Rico Fernando, M.Irvan, Riski Julian, Ipan Priyanto, Fauzan Fajri, Saiful Anam, Heri Nur, Imral "Korea" Usman, dan Vidi Hasiholan. Ke-10 pemain ini sudah menyatakan deal Rabu (28/11) malam.
Namun sayangnya ada dua pemain yang akhirnya tidak ada kesepakatan dengan manajemen soal harga. Dua pemain yang batal membela Laskar Mahesa Jenar adalah winger Basri Lohi dan bek Eko Pujianto. Untuk Eko, alasan utama karena ibunya masih sakit dan menghendaki yang bersangkutan membela klub yang tidak terlalu jauh dari kampung halamannya di Sumatera Barat. Sementara Basri tidak ada menemukan titik temu untuk nilai gajinya.
General Manajer PSIS Semarang Ferdinand Hindiarto enggan untuk menyebutkan berapa nilai masing-masing pemain."Untuk nilainya berapa tidak perlu saya sebutkan, karena memang privasi," imbuhnya.
Dan untuk saat ini munggu jawaban dari enam pamain lain. Keenamnya ditunggu hingga Kamis (29/11) malam. "Kami masih menunggu jawaban, enam pemain lain, dan kami memberi waktu sampai nanti malam," katanya.
Ferdinand menambahkan, jika klub-klub sepak bola di Indonesia biasanya menggunakan sistem kontrak untuk membayar jasa pemainnya, berbeda dengan PSIS Semarang. Manajemen PSIS Semarang, tidak menerapkan sistem kontrak melainkan gaji bulanan.
Pembayaran gaji pemain dengan sistem kontrak, diambil oleh manajemen mengingat terbatasnya anggaran pendanaan klub berjuluk laskar Mahesa Jenar ini.
"Pada musim-musim sebelumnya kita menerepkan sistem kontrak satu musim, tapi untuk musim ini kami menerapkan sistem gaji perbulan," kata Ferdinand Hindiarto.
Dia menjelaskan dengan sistem gaji bulanan untuk mengikat pemain memang ada resikonya, yakni apabila kompetisi molor."Misalnya kompetisi dijadwalkan 8 bulan dan ternyata kemudian molor menjadi 12 bulan, maka kita juga wajib membayar 12 bulan. Hal ini berbeda dengan sistem kontrak, berapa lama pun lamanya kompetisi tidak akan berpengaruh terhadap pembayaran pemain," jelasnya.
Terpisah, Pelatih PSIS Semarang Firmandoyo, menambahkan, tidak ada masalah dengan kepergian Basri. Pasalnya, untuk Pos winger masih memiliki Imral "Korea" Usman dan eks pemain PON Jateng, Saiful Amar. Kedua pemain ini sudah pasti memperkuat PSIS.
"Ndak ada masalah karena masih ada beberapa pemain yang memiliki karakter tidak jauh beda dengan Basri," katanya.
Mantan Pelatih Tim sepak bola kontingen PON Jateng ini, berharap, proses negosiasi, bisa berjalan lancar dan nama-mana pemain yang menjadi daftar rekomendasinya bisa deal.
Dengan kepergian dua pemain yang masuk rekomendasi meninggalkan PSIS, praktis saat ini hanya tersisa 24 pemain. Dan masih ada 22 pemain yang belum deal dengan manajemen."Mudah-mudah pemain yang lain segera memberikan jawaban, sehingga pematangan tim bisa semakin ditingkatkan," katanya.
Sementara itu Miko Ardiyanto mengaku, senang akhirnya bisa membela tim PSIS. Dia mengaku, sebagai warga asli Semarang dia bakal memberikan penampilan terbaiknya untuk bisa membawa PSIS Semarang ke level tertinggi."Saya setuju ke PSIS karena ingin berprestasi di kampung halaman sendiri," katanya.
(wbs)