KONI Jabar janjikan bonus senilai rumah di PON XIX
Kamis, 29 November 2012 - 17:44 WIB
KONI Jabar janjikan bonus senilai rumah di PON XIX
A
A
A
Sindonews.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat menyiapkan kejutan kedua bagi atlet peraih medali emas di PON XVIII. Setelah memberikan bonus rumah kepada pejuang olahraga Jabar, menjanjikan kejutan lebih heboh kepada atlet peraih emas di PON XIX/2016.
Ketua KONI Jabar, Azis Syarif mengaku, pemberian bonus rumah kepada atlet peraih medali emas cukup berhasil mendongkrak motivasi para atletnya untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya bagi Jabar. Karena itu, pada PON XIX mendatang, dirinya akan memberikan kejutan lain bagi atlet yang memperoleh emas.
"Untuk PON sekarang kita siapkan rumah, dan Alhamdulillah secara simbolis kemarin sudah diberikan. Untuk PON selanjutnya nanti, tentu saya akan siapkan kejutan lain untuk bonus atlet yang meraih medali emas," katanya kepada SINDO, Kamis (29/11).
Untuk bonus kejutan sendiri, Azis belum bisa menginformasikan apa jenisnya. Namun dia menegaskan, nilainya minimal sama dengan harga rumah yang kemarin diberikan kepada atlet.
"PON Remaja itu hanya tahap awal pembinaan bukan puncak prestasi. Makanya bonus dari kita hanya untuk atlet peraih emas di PON," katanya.
Pemberian bonus rumah yang dilakukan KONI Jabar menjadi salah satu pemicu melonjaknya prestasi Jabar dalam PON XVIII Riau. Apalagi pemberian rumah untuk atlet peraih emas ini, untuk pertama kalinya dan provinsi satu-satunya di Indonesia yang KONI nya memberikan bonus rumah selain uang kadeudeuh dari pemerintah provinsi.
Pemberian rumah ini tentu jadi berkah bagi para atlet peraih emas Jabar. Apalagi selain rumah, mereka pun mendapat uang kadeudeuh sebesar Rp100 juta untuk satu emas dari Pemprov Jabar.
Pemberian rumah ini, dilakukan berbarengan dengan pemberian uang kadeudeuh dari Pemprov Jabar di Pusdai, Bandung. Para atlet saat itu langsung mengurus segala keperluan untuk membuat sertifikat rumahnya.
Lebihlanjut Azis menuturkan, meski rumah bonus KONI ini sudah menjadi milik atlet, namun rumah tersebut tidak boleh dijual. "Rumah itu untuk masa depan atlet makanya jangan dijual. Kecuali kalau atlet tersebut kerja di daerah selain Bandung dan ingin punya rumah di daerahnya itu, baru boleh dijual," katanya.
Sementara itu, atlet wushu Jabar peraih medali emas, Youne Victorio Senduk menuturkan, pemberian bonus rumah tersebut merupakan langkah jitu yang dilakukan KONI Jabar untuk memotivasi para atlet untuk berjuang semaksimal mungkin.
Dia sangat mendukung dengan program tersebut. Apalagi lokasi rumah yang diberikan KONI Jabar letaknya strategis dan berdekatan dengan SUS Gede Bage, dimana nantinya fokus pembinaan akan dilakukan di sana.
''Ya saya sangat mendukung dengan program-program seperti ini. Itu merupakan langkah baik untuk memotivasi atlet untuk bisa meraih medali emas di PON. Saya juga merasakan hal seperti itu. Apalagi ke depan, Jabar memiliki SUS Gede Bage di mana nanti semuanya terpusat di sana, lokasi rumah bonus tersebut strategis untuk atlet karena dekat dengan tempat latihan,” pungkasnya.
Ketua KONI Jabar, Azis Syarif mengaku, pemberian bonus rumah kepada atlet peraih medali emas cukup berhasil mendongkrak motivasi para atletnya untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya bagi Jabar. Karena itu, pada PON XIX mendatang, dirinya akan memberikan kejutan lain bagi atlet yang memperoleh emas.
"Untuk PON sekarang kita siapkan rumah, dan Alhamdulillah secara simbolis kemarin sudah diberikan. Untuk PON selanjutnya nanti, tentu saya akan siapkan kejutan lain untuk bonus atlet yang meraih medali emas," katanya kepada SINDO, Kamis (29/11).
Untuk bonus kejutan sendiri, Azis belum bisa menginformasikan apa jenisnya. Namun dia menegaskan, nilainya minimal sama dengan harga rumah yang kemarin diberikan kepada atlet.
"PON Remaja itu hanya tahap awal pembinaan bukan puncak prestasi. Makanya bonus dari kita hanya untuk atlet peraih emas di PON," katanya.
Pemberian bonus rumah yang dilakukan KONI Jabar menjadi salah satu pemicu melonjaknya prestasi Jabar dalam PON XVIII Riau. Apalagi pemberian rumah untuk atlet peraih emas ini, untuk pertama kalinya dan provinsi satu-satunya di Indonesia yang KONI nya memberikan bonus rumah selain uang kadeudeuh dari pemerintah provinsi.
Pemberian rumah ini tentu jadi berkah bagi para atlet peraih emas Jabar. Apalagi selain rumah, mereka pun mendapat uang kadeudeuh sebesar Rp100 juta untuk satu emas dari Pemprov Jabar.
Pemberian rumah ini, dilakukan berbarengan dengan pemberian uang kadeudeuh dari Pemprov Jabar di Pusdai, Bandung. Para atlet saat itu langsung mengurus segala keperluan untuk membuat sertifikat rumahnya.
Lebihlanjut Azis menuturkan, meski rumah bonus KONI ini sudah menjadi milik atlet, namun rumah tersebut tidak boleh dijual. "Rumah itu untuk masa depan atlet makanya jangan dijual. Kecuali kalau atlet tersebut kerja di daerah selain Bandung dan ingin punya rumah di daerahnya itu, baru boleh dijual," katanya.
Sementara itu, atlet wushu Jabar peraih medali emas, Youne Victorio Senduk menuturkan, pemberian bonus rumah tersebut merupakan langkah jitu yang dilakukan KONI Jabar untuk memotivasi para atlet untuk berjuang semaksimal mungkin.
Dia sangat mendukung dengan program tersebut. Apalagi lokasi rumah yang diberikan KONI Jabar letaknya strategis dan berdekatan dengan SUS Gede Bage, dimana nantinya fokus pembinaan akan dilakukan di sana.
''Ya saya sangat mendukung dengan program-program seperti ini. Itu merupakan langkah baik untuk memotivasi atlet untuk bisa meraih medali emas di PON. Saya juga merasakan hal seperti itu. Apalagi ke depan, Jabar memiliki SUS Gede Bage di mana nanti semuanya terpusat di sana, lokasi rumah bonus tersebut strategis untuk atlet karena dekat dengan tempat latihan,” pungkasnya.
(aww)