Krisis libero, Bank Jatim pede juara
Kamis, 29 November 2012 - 18:06 WIB
Krisis libero, Bank Jatim pede juara
A
A
A
Sindonews.com - Krisis libero tidak membuat tim bola voli Bank Jatim kehilangan kepercayaan diri jelang bergulirnya Liga Bola Voli 2012 yang akan digelar di Jakarta,2-9 Desember mendatang. Sebalikanya, Bank Jatim yakin bisa memboyong kembali mahkota juara.
Target juara menjadi harga mati bagi Bank Jatim setelah tahun lalu hanya meraih posisi runner. Dalam empat tahun terakhir, Bank Jatim selalu masuk final. Namun hanya dua kali bisa meraih gelar juara, yaitu tahun 2008, 2010, "Tahun ini kita harus bisa juara, " tandas Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto saat pelapasan di PTC Golf, tadi malam.
Keyakinan Bank Jatim bakal membawa pulang gelar juara bukan tanpa alasan. Sebab, persiapan yang dilakukan musim ini lebih matang dibandingan tahun lalu, "Kami melakukan persiapan cukup panjang, termasuk merekut pelatih yang sudah berpengalaman," tandasnya.
Meski mendatangkan pelatih baru Mashudi. Namun kekuatan Bank Jatim sebenarnya tidak banyak perubahan. Muka-muka lama saat gagal menjadi juara Liga Bola Voli (Livoli) 2012, setelah dikalahkan Jakarta Popsivo di partai final tahun lalu, masih menjadi tumpuan.
Bahkan, bisa dibilang kekuatan Bank Jatim sedikit melemah setelah kehilangan Imaya Napalina. Pemain yang berposisi sebagai libero ini terpaksa harus absen lantaran sedang hamil muda. "Tidak ada masalah dengan posisi libero karena kita sudah menyiapkan penggantinya, " elak Pelatih Bank Jatim
Sebagai pengganti posisi libero, Mashudi sudah menempatkan pemain veteran Sentya Angelita, yang sebelumnya lama bermain sebagai spiker."Tidak sulit untuk mengubah posisinya sebagai libero, tidak akan banyak pada kekuatan tim. Semua sudah siap tempur untuk merebut juara, " ucapnya.
Di sektor penyerangn, Bank Jatim tetap akan mengandalkan trio pemain Timnas SEA Games 2011, Amalia Fajrina Nabila dan Maya Kurnia Indri. Mereka didampingi Titi Pangestuti, Faiska Dwi Permataratri, Siska Putri Rosaningrum, Dhini Indahsari. Sedangkan pengatur bola akan diserahkan kepada dua tosser Berlina Mahardika dan Kiki Maria.
Selain problem libero yang sempat dikhawatirkan mempengaruhi kekuatan Bank Jatim, kendala lain adalah Amalia Fajrina Nabila. Sebab, Amalia baru satu minggu bergabung dalam latihan setelah membela Tim PON Jawa Barat. "Tidak ada masalah dengan permainan tim, karena sudah saling mengenal karakter masing-masing pemain, " ujarnya,
Ditambahkan Amalia, kondisi Livoli tahun lalu tidak jauh berbeda dengan sekarang. "Hanya butuh sedikit penyesuaian lagi dengan 'tosser' dan strategi permainan dan itu tidak butuh waktu lama, " kata atlet yang turut mengantar Tim Jabar merebut medali emas PON 2012 di Riau.
Sementara Kapten Tim Surabaya Bank Jatim Rianita Panirwan yang musim lalu absen juga karena hamil mengatakan seluruh pemain sudah menjalani persiapan dengan sangat maksimal dan motivasi untuk kembali menjadi juara juga sangat besar. Target kami cuma satu di Livoli tahun ini, yakni harus juara lagi," tandasnya.
Dari delapan tim yang akan beralaga di Livoli tahun ini, tiga diantaranya layak diwaspadai seperti juara bertahan Jakarta Popsivo, Mabes TNI, dan tim tetangga Petrokimia Gresik. "Pada dasarnya semua tim kuat, kita tidak anggap enteng. Bertemu dengan siapa pun harus siap, " ucapnya
Target juara menjadi harga mati bagi Bank Jatim setelah tahun lalu hanya meraih posisi runner. Dalam empat tahun terakhir, Bank Jatim selalu masuk final. Namun hanya dua kali bisa meraih gelar juara, yaitu tahun 2008, 2010, "Tahun ini kita harus bisa juara, " tandas Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto saat pelapasan di PTC Golf, tadi malam.
Keyakinan Bank Jatim bakal membawa pulang gelar juara bukan tanpa alasan. Sebab, persiapan yang dilakukan musim ini lebih matang dibandingan tahun lalu, "Kami melakukan persiapan cukup panjang, termasuk merekut pelatih yang sudah berpengalaman," tandasnya.
Meski mendatangkan pelatih baru Mashudi. Namun kekuatan Bank Jatim sebenarnya tidak banyak perubahan. Muka-muka lama saat gagal menjadi juara Liga Bola Voli (Livoli) 2012, setelah dikalahkan Jakarta Popsivo di partai final tahun lalu, masih menjadi tumpuan.
Bahkan, bisa dibilang kekuatan Bank Jatim sedikit melemah setelah kehilangan Imaya Napalina. Pemain yang berposisi sebagai libero ini terpaksa harus absen lantaran sedang hamil muda. "Tidak ada masalah dengan posisi libero karena kita sudah menyiapkan penggantinya, " elak Pelatih Bank Jatim
Sebagai pengganti posisi libero, Mashudi sudah menempatkan pemain veteran Sentya Angelita, yang sebelumnya lama bermain sebagai spiker."Tidak sulit untuk mengubah posisinya sebagai libero, tidak akan banyak pada kekuatan tim. Semua sudah siap tempur untuk merebut juara, " ucapnya.
Di sektor penyerangn, Bank Jatim tetap akan mengandalkan trio pemain Timnas SEA Games 2011, Amalia Fajrina Nabila dan Maya Kurnia Indri. Mereka didampingi Titi Pangestuti, Faiska Dwi Permataratri, Siska Putri Rosaningrum, Dhini Indahsari. Sedangkan pengatur bola akan diserahkan kepada dua tosser Berlina Mahardika dan Kiki Maria.
Selain problem libero yang sempat dikhawatirkan mempengaruhi kekuatan Bank Jatim, kendala lain adalah Amalia Fajrina Nabila. Sebab, Amalia baru satu minggu bergabung dalam latihan setelah membela Tim PON Jawa Barat. "Tidak ada masalah dengan permainan tim, karena sudah saling mengenal karakter masing-masing pemain, " ujarnya,
Ditambahkan Amalia, kondisi Livoli tahun lalu tidak jauh berbeda dengan sekarang. "Hanya butuh sedikit penyesuaian lagi dengan 'tosser' dan strategi permainan dan itu tidak butuh waktu lama, " kata atlet yang turut mengantar Tim Jabar merebut medali emas PON 2012 di Riau.
Sementara Kapten Tim Surabaya Bank Jatim Rianita Panirwan yang musim lalu absen juga karena hamil mengatakan seluruh pemain sudah menjalani persiapan dengan sangat maksimal dan motivasi untuk kembali menjadi juara juga sangat besar. Target kami cuma satu di Livoli tahun ini, yakni harus juara lagi," tandasnya.
Dari delapan tim yang akan beralaga di Livoli tahun ini, tiga diantaranya layak diwaspadai seperti juara bertahan Jakarta Popsivo, Mabes TNI, dan tim tetangga Petrokimia Gresik. "Pada dasarnya semua tim kuat, kita tidak anggap enteng. Bertemu dengan siapa pun harus siap, " ucapnya
(aww)