Gubernur Jabar desak konsep SPOrT direvisi
Kamis, 29 November 2012 - 18:54 WIB
Gubernur Jabar desak konsep SPOrT direvisi
A
A
A
Sindonews.com - Konsep Pembangunan Sarana Pembinaan Olahraga Terpadu (SPOrT) Jawa Barat, di Arcamanik, Bandung akan segera direvisi ulang. Awalnya Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jabar, akan membangun sarana olahraga itu hanya untuk latihan para atlet Jabar. Namun kini konsepnya akan diubah menjadi venue pertandingan bertaraf internasional.
''Akan kita ubah secepatnya, di sana nanti juga bisa menggelar pertandingan internasional,” kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan usai membagikan uang kadeudeuh kepada para atlet Jabar, di Pusdai, belum lama ini.
Diubahnya konsep awal pembangunan sarana latihan atlet ini juga, dengan pertimbangan sarana yang sudah dimiliki Jabar. Seperti lapangan voli pasir di Lodaya, softball dan baseball di Lodaya dan Kabupaten Bandung dan sarana latihan cabang olahraga beladiri seperti judo, silat karate di komplek olahraga Pajajaran, Kota Bandung.
Pada konsep awal, tempat-tempat latihan cabor tersebut ada di maket SPOrT Arcamanik itu. Namun maket itu adalah pemikiran Disorda pada tahun 2010. Dua tahun berselang, pembangunan sarana latihan Jabar berkembang pesat. Terutama di komplek olahraga Jabar. Hanya cabor wushu saja yang belum mempunyai sarana latihan yang representatif.
Kendati demikian, dalam pembangunan SPOrT Arcamanik ini, masih tersandung permasalahan yang pelik.Setelah Izin Membangun Bangunan (IMB) dikeluarkan Pemerintahan Kota Bandung, kini permasalahannya ada pada lahan pengganti pacuan kuda.
''Akan kita ubah secepatnya, di sana nanti juga bisa menggelar pertandingan internasional,” kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan usai membagikan uang kadeudeuh kepada para atlet Jabar, di Pusdai, belum lama ini.
Diubahnya konsep awal pembangunan sarana latihan atlet ini juga, dengan pertimbangan sarana yang sudah dimiliki Jabar. Seperti lapangan voli pasir di Lodaya, softball dan baseball di Lodaya dan Kabupaten Bandung dan sarana latihan cabang olahraga beladiri seperti judo, silat karate di komplek olahraga Pajajaran, Kota Bandung.
Pada konsep awal, tempat-tempat latihan cabor tersebut ada di maket SPOrT Arcamanik itu. Namun maket itu adalah pemikiran Disorda pada tahun 2010. Dua tahun berselang, pembangunan sarana latihan Jabar berkembang pesat. Terutama di komplek olahraga Jabar. Hanya cabor wushu saja yang belum mempunyai sarana latihan yang representatif.
Kendati demikian, dalam pembangunan SPOrT Arcamanik ini, masih tersandung permasalahan yang pelik.Setelah Izin Membangun Bangunan (IMB) dikeluarkan Pemerintahan Kota Bandung, kini permasalahannya ada pada lahan pengganti pacuan kuda.
(aww)