Sriwijaya FC hindari saling menyalahkan
Kamis, 29 November 2012 - 20:08 WIB
Sriwijaya FC hindari saling menyalahkan
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih kepala Sriwijaya FC (SFC), Kas Hartadi, mengingatkan pasukannya agar menjaga keutuhan permainan tim di setiap pertandingan. Dia meminta para pemain tidak saling menyalahkan ketika pertandingan sedang berjalan. Terlebih, saat tim SFC lagi terdesak atau dalam posisi tertinggal dari tim lawan.
''Saya pernah merasakan bagaimana menjadi pemain. Kalau sudah saling menyalahkan sesama teman saat pertandingan berjalan, itu bisa menambah buruk permainan sendiri,” ungkap Kas Hartadi.
Menurut mantan winger Kramayudha Tiga Berlian itu, saling menyalahkan saat tim tengah bertanding, biasanya dilakukan individu yang notabene adalah seorang bintang atau pemain senior.
''Makanya, kadang saya kurang membutuhkan seoarang bintang di lapangan, tapi saya butuh sebelas pemain yang bisa bekerja sama. Soal kalah atau menang itu tanggung jawab seorang pelatih dan itu sudah menjadi risiko. Saya siap menghadapi risiko dipecat, asalkan jangan saling menyalahkan dalam tim,” tegasnya.
Namun, saat memberikan program latihan dan uji coba kepada Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan selama pembentukan tim musim ini, Kas Hartadi sama sekali tidak merasakan adanya gejala-gejala pemain yang merasa dirinya seorang bintang.
''Membangun kekuatan tim itu bukan tertumpu pada kehadiran bintang-bintang, tapi menciptakan suasana nyaman sesama pemain jauh lebih penting. Inilah yang harus saya pertahankan, karena kenyaman pemain saat di lapangan, sangat membantu hasil maksimal sebuah pertandingan,” ujarnya.
Kalau untuk persaingan sesama pemain, mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini sebelumnya telah mempersilahkan kepada seluruh pemain, untuk bersaing terbuka dan sehat. Karena selama pemain tersebut bisa mengeluarkan semua kemampuan dan menunjukkan peningkatan performa, bukan tidak mungkin pemain yang selalu mengisi starting eleven akan digeser ke pemain yang lebih siap dan bugar.
''Dari awal saya selalu katakan pada mereka (pemain), tidak ada satu pemain pun yang diistimewakan. Bahkan, mereka sebenarnya tahu, bahwa di antara mereka itu terjadi persaingan. Tapi bukan berarti rasa kebersamaan dalam tim itu menjadi hilang. Justru suasana seperti yang akan saya jaga, mereka tetap bersaing tapi mereka juga tetap bersama,” tandasnya lagi.
Dengan waktu sepekan lagi, menjelang pertandingan pertama menghadapi PSPS Pekanbaru, pada turnamen pra musim Inter Island Cup, Kas Hartadi lebih memilih fokus untuk merampungkan program latihan yang telah diberikannya sejak penggawa SFC kembali menjalani latihan di Stadion Gelora Sriwijaya.
''Kami hanya berharap tidak ada kendala (cedera) terhadap pemain selama latihan. Agar dalam laga pertama nanti, semua yang dibutuhkan tim untuk memenangkan pertandingan bisa terwujud,” pungkasnya.
''Saya pernah merasakan bagaimana menjadi pemain. Kalau sudah saling menyalahkan sesama teman saat pertandingan berjalan, itu bisa menambah buruk permainan sendiri,” ungkap Kas Hartadi.
Menurut mantan winger Kramayudha Tiga Berlian itu, saling menyalahkan saat tim tengah bertanding, biasanya dilakukan individu yang notabene adalah seorang bintang atau pemain senior.
''Makanya, kadang saya kurang membutuhkan seoarang bintang di lapangan, tapi saya butuh sebelas pemain yang bisa bekerja sama. Soal kalah atau menang itu tanggung jawab seorang pelatih dan itu sudah menjadi risiko. Saya siap menghadapi risiko dipecat, asalkan jangan saling menyalahkan dalam tim,” tegasnya.
Namun, saat memberikan program latihan dan uji coba kepada Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan selama pembentukan tim musim ini, Kas Hartadi sama sekali tidak merasakan adanya gejala-gejala pemain yang merasa dirinya seorang bintang.
''Membangun kekuatan tim itu bukan tertumpu pada kehadiran bintang-bintang, tapi menciptakan suasana nyaman sesama pemain jauh lebih penting. Inilah yang harus saya pertahankan, karena kenyaman pemain saat di lapangan, sangat membantu hasil maksimal sebuah pertandingan,” ujarnya.
Kalau untuk persaingan sesama pemain, mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini sebelumnya telah mempersilahkan kepada seluruh pemain, untuk bersaing terbuka dan sehat. Karena selama pemain tersebut bisa mengeluarkan semua kemampuan dan menunjukkan peningkatan performa, bukan tidak mungkin pemain yang selalu mengisi starting eleven akan digeser ke pemain yang lebih siap dan bugar.
''Dari awal saya selalu katakan pada mereka (pemain), tidak ada satu pemain pun yang diistimewakan. Bahkan, mereka sebenarnya tahu, bahwa di antara mereka itu terjadi persaingan. Tapi bukan berarti rasa kebersamaan dalam tim itu menjadi hilang. Justru suasana seperti yang akan saya jaga, mereka tetap bersaing tapi mereka juga tetap bersama,” tandasnya lagi.
Dengan waktu sepekan lagi, menjelang pertandingan pertama menghadapi PSPS Pekanbaru, pada turnamen pra musim Inter Island Cup, Kas Hartadi lebih memilih fokus untuk merampungkan program latihan yang telah diberikannya sejak penggawa SFC kembali menjalani latihan di Stadion Gelora Sriwijaya.
''Kami hanya berharap tidak ada kendala (cedera) terhadap pemain selama latihan. Agar dalam laga pertama nanti, semua yang dibutuhkan tim untuk memenangkan pertandingan bisa terwujud,” pungkasnya.
(aww)