Manajemen tampung tuntutan suporter Sriwijaya FC
Kamis, 29 November 2012 - 20:27 WIB
Manajemen tampung tuntutan suporter Sriwijaya FC
A
A
A
Sindonews.com - Pembekuan aktivitas suporter direaksi manajemen Sriwijaya FC. Manajemen Sriwijaya FC (SFC) hingga saat ini masih terus menerima masukan dari komunitas suporter SFC, terkait masih berlakunya pembekuan suporter oleh Polresta Palembang.
Menurut Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin, sebelum pembekuan suporter dicabut atau yang lainnya, tim manajemen tetap menampung semua aspirasi dari kelompok suporter SFC.
''Pertemuan ini tentu sebagai ajang untuk terus meningkatkan tali silaturahmi. Namun, apa pun masukan dari kelompok suporter akan kami tampung, karena kita juga berharap semua pendukung SFC bersatu memberikan dukungan, bukan terjadi kerusuhan,” ungkap Augie, usai berdialog bersama Kapolresta Palembang, manajemen SFC dan tiga kelompok suporter SFC Simanis, Singa Mania dan SMS, Rabu sore (28/11).
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIK MSI, mengatakan, pihaknya sama sekali tidak melarang siapa saja yang ingin membuat perkumpulan atau kelompok di sini. Seperti, kelompok motor.
Namun apabila mereka sudah berubah menjadi geng motor yang meresahkan pastinya akan kami tindak. Jadi, tidak ada masalah apabila adanya kelompok apalagi kelompok suporter bola. Namun, disini sudah terjadi pelangaran dan kerap meresahkan.
''Terbukti, sudah banyak korban yang berjatuhan, anak umur 7 tahun matanya harus buta dan bagaimana masa depan dia kelak,”kata Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIK MSI menuturkan di depan hadapan para ketua suporter saat rapat pertemuan berlangsung.
Ginting menuturkan, persoalan kriminalitas serta persoalan tersebut dinilai cukup merasahkan masyarakat. Alasan tersebutlah dijadikan latar belakang terjadinya pembekuan oleh pihaknya bersama manajemen SFC.
''Terserah apa kata kalian semua redaksi yang baik itu pembekuan atau divakumkan. Semua itu saya nilai sama saja yang terpenting kami ingin sementara memberhentikan suporter karena sudah terlewat batas,”tegasnya.
Menurut Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin, sebelum pembekuan suporter dicabut atau yang lainnya, tim manajemen tetap menampung semua aspirasi dari kelompok suporter SFC.
''Pertemuan ini tentu sebagai ajang untuk terus meningkatkan tali silaturahmi. Namun, apa pun masukan dari kelompok suporter akan kami tampung, karena kita juga berharap semua pendukung SFC bersatu memberikan dukungan, bukan terjadi kerusuhan,” ungkap Augie, usai berdialog bersama Kapolresta Palembang, manajemen SFC dan tiga kelompok suporter SFC Simanis, Singa Mania dan SMS, Rabu sore (28/11).
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIK MSI, mengatakan, pihaknya sama sekali tidak melarang siapa saja yang ingin membuat perkumpulan atau kelompok di sini. Seperti, kelompok motor.
Namun apabila mereka sudah berubah menjadi geng motor yang meresahkan pastinya akan kami tindak. Jadi, tidak ada masalah apabila adanya kelompok apalagi kelompok suporter bola. Namun, disini sudah terjadi pelangaran dan kerap meresahkan.
''Terbukti, sudah banyak korban yang berjatuhan, anak umur 7 tahun matanya harus buta dan bagaimana masa depan dia kelak,”kata Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIK MSI menuturkan di depan hadapan para ketua suporter saat rapat pertemuan berlangsung.
Ginting menuturkan, persoalan kriminalitas serta persoalan tersebut dinilai cukup merasahkan masyarakat. Alasan tersebutlah dijadikan latar belakang terjadinya pembekuan oleh pihaknya bersama manajemen SFC.
''Terserah apa kata kalian semua redaksi yang baik itu pembekuan atau divakumkan. Semua itu saya nilai sama saja yang terpenting kami ingin sementara memberhentikan suporter karena sudah terlewat batas,”tegasnya.
(aww)