Wadokai Sumsel takut kalah kiken di Kejurnas
Jum'at, 30 November 2012 - 20:09 WIB
Wadokai Sumsel takut kalah kiken di Kejurnas
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Pengurus Provinsi Wadokai Karate-do Sumatera Selatan, Iskandar Sabani, mengatakan, pihaknya akan menyeleksi atlet lebih ketat. Bukan hanya berdasarkan teknik namun harus dijunjung pula dengan mental dan fisik yang baik saat bertarung di kejuaraan nasional.
''Kejurnas ini bukanlah kejuaraan biasa. Sebab, atlet yang bakal turun nanti merupakan atlet-atlet terbaik dari setiap provinsi. Meski persaingan sangat ketat, tapi kita tidak mau hanya datang dan bertanding tanpa target. Setidaknya atlet kita mampu bersaing dan tidak menjadi ''Ayam Sayur” minimal tidak kalah kiken (8-0),” kata penyandang DAN V itu, Jumat (30/11).
Seperti diketahui, dari beberapa atlet yang diprediksi bakal turun pada kejurnas persaingan yangsangat berat diantaranya akan datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jakarta yang beberapa atletnya pernah meraih juara di ajang internasional seperti atlet Wadokai Jawa Tengah, Imam dan Puspita peraih perunggu SEA Games 2011 lalu yang turun di nomor kumite perorangan.
Dia menjelaskan awalnya memang kejurnas akan dilakukan pada bulan Desember 2012 sesuai dengan hasil rakernas 2011, namun karena ada perubahan agneda kejuaraan dunia akhirnya diundur pada Februari 2013.
“Saat saya berbincang dengan Sekjen PB Wadokai Karate-do Indonesia, Sudirman ketika Seleksi Nasional Karate Usia Dini tanggal 21 Oktober 2012 lalu di Jakarta, dia mengatakan bahwa Kejurnas Wadokai akan dilaksanakan pada bulan Februari 2013 di Jakarta namun sebelumnya agenda tersebut akan dituangkan terlebih dahulu dalam Rakernas Wadokai yang akan digelar pertengahan Desember ini,” jelas Iskandar Sabani.
Lebih lanjut dia mengatakan, hasil dari Kejurda Wadokai baru-baru ini bukan menjadi patokan untuk mengirimkan atlet menuju kejurnas, sebab atlet-atlet Wadokai yang berprestasi pada ajang kejurda itu tetap akan melaui seleksi lagi dengan melakukan training camp (pemusatan latihan ) untuk melihat kestabilan teknik dan fisik para atlet.
“Sebelum Rakernas digelar, pemusatan latihan akan dilakukan secara sentralisasi di dojo masing-masing namun akan tetap dipantau oleh pelatih yang bertugas di dojo tersebut. Setelah rakernas selesai barulah nanti akan dibuat tim dan melakukan pemusatan latihan bersama,” jelasnya.
Pada kejurnas nanti, Wadokai Sumsel akan menurunkan atlet-atlet terbaik yang dianggap layak sesuai standar nasional. Adapun atlet yang akan diturunkan mulai dari usia dini (10 tahun) hingga senior (18 tahun ke atas) yang meliputi nomor pertandingan kata dan kumite perorangan.
''Kejurnas ini bukanlah kejuaraan biasa. Sebab, atlet yang bakal turun nanti merupakan atlet-atlet terbaik dari setiap provinsi. Meski persaingan sangat ketat, tapi kita tidak mau hanya datang dan bertanding tanpa target. Setidaknya atlet kita mampu bersaing dan tidak menjadi ''Ayam Sayur” minimal tidak kalah kiken (8-0),” kata penyandang DAN V itu, Jumat (30/11).
Seperti diketahui, dari beberapa atlet yang diprediksi bakal turun pada kejurnas persaingan yangsangat berat diantaranya akan datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jakarta yang beberapa atletnya pernah meraih juara di ajang internasional seperti atlet Wadokai Jawa Tengah, Imam dan Puspita peraih perunggu SEA Games 2011 lalu yang turun di nomor kumite perorangan.
Dia menjelaskan awalnya memang kejurnas akan dilakukan pada bulan Desember 2012 sesuai dengan hasil rakernas 2011, namun karena ada perubahan agneda kejuaraan dunia akhirnya diundur pada Februari 2013.
“Saat saya berbincang dengan Sekjen PB Wadokai Karate-do Indonesia, Sudirman ketika Seleksi Nasional Karate Usia Dini tanggal 21 Oktober 2012 lalu di Jakarta, dia mengatakan bahwa Kejurnas Wadokai akan dilaksanakan pada bulan Februari 2013 di Jakarta namun sebelumnya agenda tersebut akan dituangkan terlebih dahulu dalam Rakernas Wadokai yang akan digelar pertengahan Desember ini,” jelas Iskandar Sabani.
Lebih lanjut dia mengatakan, hasil dari Kejurda Wadokai baru-baru ini bukan menjadi patokan untuk mengirimkan atlet menuju kejurnas, sebab atlet-atlet Wadokai yang berprestasi pada ajang kejurda itu tetap akan melaui seleksi lagi dengan melakukan training camp (pemusatan latihan ) untuk melihat kestabilan teknik dan fisik para atlet.
“Sebelum Rakernas digelar, pemusatan latihan akan dilakukan secara sentralisasi di dojo masing-masing namun akan tetap dipantau oleh pelatih yang bertugas di dojo tersebut. Setelah rakernas selesai barulah nanti akan dibuat tim dan melakukan pemusatan latihan bersama,” jelasnya.
Pada kejurnas nanti, Wadokai Sumsel akan menurunkan atlet-atlet terbaik yang dianggap layak sesuai standar nasional. Adapun atlet yang akan diturunkan mulai dari usia dini (10 tahun) hingga senior (18 tahun ke atas) yang meliputi nomor pertandingan kata dan kumite perorangan.
(aww)