Forki Jabar rekrut karateka di Piala Gubernur
Jum'at, 30 November 2012 - 21:50 WIB
Forki Jabar rekrut karateka di Piala Gubernur
A
A
A
Sindonews.com - Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Jawa Barat akan melangkah lebih awal untuk melakukan rekrutmen atlet dalam menjelang PON XIX/2016 di Jabar.
Untuk itu, guna menghasilkan karateka-karateka berkualitas, Forki Jabar menggelar Gubernur Cup pada 1 Desember 2012 sampai 2 Desember 2012, di GOR Tri Lomba Juang, Jalan. Padjadjaran Bandung.
Ketua Harian FORKI Jabar, Giyanto menuturkan, selain mempersiapkan atlet untuk terjun di PON XIX 2016, Kejurda Gubernur Cup tersebut juga sebagai ajang seleksi atlet dalam menghadapi Kejurnas Karate Piala Kasad dan juga PON Remaja tahun depan.
"Kejurda Karate Gubernur Cup ini seleksi terakhir bagi atlet yang dipersiapkan untuk mewakili Jabar di Piala Kasad ataupun PON Remaja," ungkap Giyanto, di Pasarkaliki Hyper Square Bandung.
Dalam menggelar kejuaraan ini, pihaknya lebih menitikberatkan kepada kualitas peserta, bukan dari jumlah peserta. Sehingga rekrutmen atlet yang akan terpilih untuk membela Jabar di beberapa kejuaraan itu tepat sasaran.
Kejuaraan Karate Gubernur Cup tersebut akan mempertandingkan kategori kadet, senior dan junior.
Sugiyono menjelaskan, untuk cabang olahraga beladiri karate, dalam setahun setidaknya tidak boleh kurang dari 12 kali untuk melakukan pertandingan.
Untuk itu, cabor karate ini juga akan banyak menggelar pertandingan. Pasalnya untuk mencetak atlet berkualitas atlet harus banyak jam terbang bertanding. ''Intinya karate ingin melangkah lebih awal untuk mempersiapkan atlet yang nantinya terjun di PON 2016. Atlet juga harus memperbanyak jam terbang untuk bisa berkualitas,” tegasnya, Jumat (30/11).
Melihat potensi atlet-atlet muda Jabar, Sugiyono menilai Jabar kini memiliki banyak atlet muda potensial. Untuk itu, perlu diarahkan dilakukan pembinaan yang matang untuk benar-benar menjadikan atlet tersebut bisa jadi yang terbaik.
Meskipun begitu, sebanyak 80 persen karateka Jabar yang pada PON XVIII lalu turun membela Jabar masih bisa terjun di PON XIX. Karena menurut Sugiyono, melihat usia mereka yang masih muda, sehingga masih bisa membela Jabar di PON Jabar nanti.
''Atlet karate Jabar yang kemarin turun di PON 188 usianya terbilang masih muda, sehingga mereka masih memiliki kesempatan untuk kembali membela Jabar di PON XIX nanti,” ujarnya.
Banyaknya potensi karateka muda Jabar menjadikan persaingan semakin ketat di antara para atlet. Sugitono berharap dengan adanya kejuaraan seperti ini, bisa benar-benar menjaring atlet terbaik untuk Jabar.
Untuk itu, guna menghasilkan karateka-karateka berkualitas, Forki Jabar menggelar Gubernur Cup pada 1 Desember 2012 sampai 2 Desember 2012, di GOR Tri Lomba Juang, Jalan. Padjadjaran Bandung.
Ketua Harian FORKI Jabar, Giyanto menuturkan, selain mempersiapkan atlet untuk terjun di PON XIX 2016, Kejurda Gubernur Cup tersebut juga sebagai ajang seleksi atlet dalam menghadapi Kejurnas Karate Piala Kasad dan juga PON Remaja tahun depan.
"Kejurda Karate Gubernur Cup ini seleksi terakhir bagi atlet yang dipersiapkan untuk mewakili Jabar di Piala Kasad ataupun PON Remaja," ungkap Giyanto, di Pasarkaliki Hyper Square Bandung.
Dalam menggelar kejuaraan ini, pihaknya lebih menitikberatkan kepada kualitas peserta, bukan dari jumlah peserta. Sehingga rekrutmen atlet yang akan terpilih untuk membela Jabar di beberapa kejuaraan itu tepat sasaran.
Kejuaraan Karate Gubernur Cup tersebut akan mempertandingkan kategori kadet, senior dan junior.
Sugiyono menjelaskan, untuk cabang olahraga beladiri karate, dalam setahun setidaknya tidak boleh kurang dari 12 kali untuk melakukan pertandingan.
Untuk itu, cabor karate ini juga akan banyak menggelar pertandingan. Pasalnya untuk mencetak atlet berkualitas atlet harus banyak jam terbang bertanding. ''Intinya karate ingin melangkah lebih awal untuk mempersiapkan atlet yang nantinya terjun di PON 2016. Atlet juga harus memperbanyak jam terbang untuk bisa berkualitas,” tegasnya, Jumat (30/11).
Melihat potensi atlet-atlet muda Jabar, Sugiyono menilai Jabar kini memiliki banyak atlet muda potensial. Untuk itu, perlu diarahkan dilakukan pembinaan yang matang untuk benar-benar menjadikan atlet tersebut bisa jadi yang terbaik.
Meskipun begitu, sebanyak 80 persen karateka Jabar yang pada PON XVIII lalu turun membela Jabar masih bisa terjun di PON XIX. Karena menurut Sugiyono, melihat usia mereka yang masih muda, sehingga masih bisa membela Jabar di PON Jabar nanti.
''Atlet karate Jabar yang kemarin turun di PON 188 usianya terbilang masih muda, sehingga mereka masih memiliki kesempatan untuk kembali membela Jabar di PON XIX nanti,” ujarnya.
Banyaknya potensi karateka muda Jabar menjadikan persaingan semakin ketat di antara para atlet. Sugitono berharap dengan adanya kejuaraan seperti ini, bisa benar-benar menjaring atlet terbaik untuk Jabar.
(aww)