Steven batal bertahan di PSIS
Minggu, 02 Desember 2012 - 02:46 WIB
Steven batal bertahan di PSIS
A
A
A
Sindonews.com - Upaya PSIS Semarang untuk mempertahakan winger pekerja keras asal Papua, Steven Aderson, gagal. Dia tidak sepakat dengan harga yang ditawarkan manajemen. Steven merupakan satu dari 26 pemain yang masuk daftar rekomendasi yang diajukan oleh pelatih, Firmandoyo, yang rencananya bakal ditempatkan di sayap kanan.
Steven hanya mengikuti satu kali sesi latihan pada beberapa waktu lalu dan hingga saat ini tidak pernah kelihatan. Sebelumnya, sejumlah klub seperti Barito Putra, Persebaya, Persema dan Arema dikabarkan siap untuk memboyong pemain yang identik dengan nomor punggung 28.
General Manajer PSIS Semarang, Ferdinand Hindiarto, mengungkapkan, tidak ada kecocokan harga yang ditawarkan manajemen dengan permintaan Steven pada saat negosiasi. ”Kami sudah memberikan waktu untuk berfikir sampai Kamis (29/11) lalu, tapi ternyata dia tidak bisa menerima yang kami tawarkan,” kata Ferdinand, Sabtu petang (1/12).
Selain Steven, beberapa pemain lain yang masuk rekomendasi pelatih juga gagal memperkuat PSIS untuk musim depan. Mereka diantaranya M Yasir (mantan pemain Persijap) dan Yoga Wahyu, keduanya berposisi sebagai kiper. Kemudian yang terbaru adalah Iwan HW. Sebelumnya, Basri Lohi dan Eko Pujianto lebih dulu menyatakan tidak sepakat dengan PSIS.
Meski sejumlah nama batal membela PSIS, namun hal itu tidak lantas membuat manajemen gusar. Pasalnya manajemen sudah memiliki sejumlah nama yang rencananya dipanggil. Hingga saat ini, manajemen sudah memastikan 16 nama yang bakal memperkuat PSIS musim depan. Meraka yakni 8 Eks PON XVIII/Riau lalu Rico Fernanda,Fauzan Fajri, Rizky Julian, Saiful Amar, Hari Nur, Vidi Hasiholan, Rengga, Daru, serta Ipan Priyanto (Pelita), Imral Usman (Persiraja), Miko Ardiyanto (Persebaya), dan M Irfan (Barito Putra).
Kemudian teranyar yang menyatakan sepakat adalah Catur Adi Nugroho, Iswadi Dai, Nurul Huda (Persijap) dan Roby Fajar (Persis Solo). Sementara itu, empat pemain asing yang sebelumnya merapat ke PSIS yakni Onyekachukwu Aloso, Viktor Rodrigues da Silva, Han Ji Ho dari Korea, dan Nelson asal Uruguay dipulangkan ke masing-masing negaranya.
Setelah memulangkan empat legiun asing, manajemen kedatangan satu pemain asing lagi yakni Steve Arnold dari Prancis. Pemain yang sebelumnya bermain untuk Persisam Samarinda ini pun langsung mengikuti latihan bersama pemain lain. Steve didatangkan atas rekomendasi langsung dari pelatih Persisam, Sartono Anwar.
Pelatih PSIS Firmandoyo mengaku, tidak akan mempengaruhi timnya meski sejumlah pemain yang direkomendasikannya gagal mencapai kesepakatan. Dia mengaku masih memiliki sejumlah nama yang akan dipanggil untuk mengisi pos yang kosong. "Ya ndak masalah, kan masih ada yang lain," katanya.
Dia mengaku, meski saat ini proses negosiasi masih berlangsung, namun jadwal latihan tetap dilakukan sesuai dengan agenda yang sudah direncanakan. Pemain-pemain yang belum deal mau tidak mau tetap mengikuti latihan, sembari menunggu proses negosiasi. "Latihan tetap berjalan sesuai rencana, karena waktunya juga terbatas," katanya.
Saat ini tim pelatih sedang fokus mengembalikan fisik para pemain. Setiap hari digemleng fisik untuk melatih daya tahan tubuh pemain."Mulai besok Senin latihan akan semakin intensif dengan latihan dua kali sehari pagi dan sore," tandasnya.
Steven hanya mengikuti satu kali sesi latihan pada beberapa waktu lalu dan hingga saat ini tidak pernah kelihatan. Sebelumnya, sejumlah klub seperti Barito Putra, Persebaya, Persema dan Arema dikabarkan siap untuk memboyong pemain yang identik dengan nomor punggung 28.
General Manajer PSIS Semarang, Ferdinand Hindiarto, mengungkapkan, tidak ada kecocokan harga yang ditawarkan manajemen dengan permintaan Steven pada saat negosiasi. ”Kami sudah memberikan waktu untuk berfikir sampai Kamis (29/11) lalu, tapi ternyata dia tidak bisa menerima yang kami tawarkan,” kata Ferdinand, Sabtu petang (1/12).
Selain Steven, beberapa pemain lain yang masuk rekomendasi pelatih juga gagal memperkuat PSIS untuk musim depan. Mereka diantaranya M Yasir (mantan pemain Persijap) dan Yoga Wahyu, keduanya berposisi sebagai kiper. Kemudian yang terbaru adalah Iwan HW. Sebelumnya, Basri Lohi dan Eko Pujianto lebih dulu menyatakan tidak sepakat dengan PSIS.
Meski sejumlah nama batal membela PSIS, namun hal itu tidak lantas membuat manajemen gusar. Pasalnya manajemen sudah memiliki sejumlah nama yang rencananya dipanggil. Hingga saat ini, manajemen sudah memastikan 16 nama yang bakal memperkuat PSIS musim depan. Meraka yakni 8 Eks PON XVIII/Riau lalu Rico Fernanda,Fauzan Fajri, Rizky Julian, Saiful Amar, Hari Nur, Vidi Hasiholan, Rengga, Daru, serta Ipan Priyanto (Pelita), Imral Usman (Persiraja), Miko Ardiyanto (Persebaya), dan M Irfan (Barito Putra).
Kemudian teranyar yang menyatakan sepakat adalah Catur Adi Nugroho, Iswadi Dai, Nurul Huda (Persijap) dan Roby Fajar (Persis Solo). Sementara itu, empat pemain asing yang sebelumnya merapat ke PSIS yakni Onyekachukwu Aloso, Viktor Rodrigues da Silva, Han Ji Ho dari Korea, dan Nelson asal Uruguay dipulangkan ke masing-masing negaranya.
Setelah memulangkan empat legiun asing, manajemen kedatangan satu pemain asing lagi yakni Steve Arnold dari Prancis. Pemain yang sebelumnya bermain untuk Persisam Samarinda ini pun langsung mengikuti latihan bersama pemain lain. Steve didatangkan atas rekomendasi langsung dari pelatih Persisam, Sartono Anwar.
Pelatih PSIS Firmandoyo mengaku, tidak akan mempengaruhi timnya meski sejumlah pemain yang direkomendasikannya gagal mencapai kesepakatan. Dia mengaku masih memiliki sejumlah nama yang akan dipanggil untuk mengisi pos yang kosong. "Ya ndak masalah, kan masih ada yang lain," katanya.
Dia mengaku, meski saat ini proses negosiasi masih berlangsung, namun jadwal latihan tetap dilakukan sesuai dengan agenda yang sudah direncanakan. Pemain-pemain yang belum deal mau tidak mau tetap mengikuti latihan, sembari menunggu proses negosiasi. "Latihan tetap berjalan sesuai rencana, karena waktunya juga terbatas," katanya.
Saat ini tim pelatih sedang fokus mengembalikan fisik para pemain. Setiap hari digemleng fisik untuk melatih daya tahan tubuh pemain."Mulai besok Senin latihan akan semakin intensif dengan latihan dua kali sehari pagi dan sore," tandasnya.
(nug)