Bobotoh elemen penting Persib
Minggu, 02 Desember 2012 - 09:57 WIB
Bobotoh elemen penting Persib
A
A
A
Sindonews.com – Bayangkan Persib Bandung tanpa Bobotoh. Glenn Sugita, Presiden Direktur PT PBB, menjawabnya dengan satu kalimat yang cukup mengguggah, “Kami tidak ada apa-apanya tanpa mereka,” tegas sosok yang sudah menjadi bos Persib sejak pertengahan 2009 silam tersebut.
Persib memang tidak akan ada apa-apanya tanpa Bobotoh. Hanya suporter fanatik Maung Bandung yang mampu menciptakan rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah sepak bola Indonesia ketika memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada final Perserikatan 1986.
Menurut dokumen majalah Tempo, kala itu sebanyak 150 ribu penonton hadir di SUGBK dan mayoritas diantaranya adalah pendukung Persib. Jumlah tersebut mungkin hanya kalah dari total penonton di final Piala Dunia 1950 saat timnas Brazil bertemu Uruguay di partai puncak yang digelar di Stadion Maracana.
Tak hanya itu, Bobotoh pula yang menciptakan rekor penonton sepanjang era sepak bola profesional, kejadian itu terjadi pada tahun 1995 saat Maung Bandung bertemu Petrokimia di SUGBK, total sekitar 120 ribu penonton hadir di stadion terbesar di Indonesia tersebut.
Persib dan Bobotoh, memang layak dibanggakan. Tidak hanya oleh oleh diri mereka sendiri tapi juga publik sepak bola nasional. Sebab eksistensi Persib dan Bobotoh selama ini, memiliki hubungan yang sangat erat dan disadari atau tidak telah mendorong Persib menjadi sebuah klub yang layak dijadikan motivasi klub lain dalam urusan kemandirian.
Bicara masalah kesuksesan di bidang bisnis, Maung Bandung memang lebih beruntung dibandingkan klub lain yang kerap dihadapkan pada masalah finansial karena belum 100% lepas dari ketergantungan dana Pemerintah Daerah masing-masing.
Musim ini misalnya, Persib mampu menggaet sebanyak 20 sponsor. Delapan sponsor diantaranya akan terpampang namanya di kostum Persib. Bahkan kabarnya musim ini, Persib mampu menutupi anggaran kontrak pemain dan pelatih dari sponsorship.
Bahkan menurut sumber di internal tim, Persib musim ini mampu mendulang dana segar sebesar Rp 12 miliar dari dua sponsor utama, PT Daya Adicipta Mustika (main dealer sepeda motor Honda di Jawa Barat) dan Kopi ABC. Nilai tersebut sudah cukup untuk menutupi lebih dari 50 persen anggaran pengeluaran Persib untuk kontrak pemain dan pelatih.
“Kami mengharapkan tim yang baru ini adalah tim yang lebih baik dari tahun lalu. Sehingga target kita untuk juara bisa tercapai. Kami dari jajaran Direksi PT PBB berterima kasih kepada Bobotoh yang selama ini tetap setia mendukung Persib,” tutur Presiden Direktur PT PBB, Glen Sugita.
“Tanpa kalian (Bobotoh) semua Persib tidak ada apa-apanya. Kami percaya Bobotoh akan selalu mendukung Persib. Kita boleh saling mengkritik tapi untuk membangun dan itu tujuannya sama agar Persib bisa kembali juara,” tambahnya.
Persib tidak ada apa-apanya tanpa Bobotoh, karena besarnya dukungan Bobotoh pula yang membuat 20 perushaan berduyun-duyun datang menghampiri Persib sebagai sponsor. “Salah satu faktor yang membuat bisnis Persib menjadi luas karena punya fans yang besar. Jadi kita sangat fokus terhadap Bobotoh dan Bobotoh akan jadi orientasi utama kita,” tandas Farhan.
Persib memang tidak akan ada apa-apanya tanpa Bobotoh. Hanya suporter fanatik Maung Bandung yang mampu menciptakan rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah sepak bola Indonesia ketika memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada final Perserikatan 1986.
Menurut dokumen majalah Tempo, kala itu sebanyak 150 ribu penonton hadir di SUGBK dan mayoritas diantaranya adalah pendukung Persib. Jumlah tersebut mungkin hanya kalah dari total penonton di final Piala Dunia 1950 saat timnas Brazil bertemu Uruguay di partai puncak yang digelar di Stadion Maracana.
Tak hanya itu, Bobotoh pula yang menciptakan rekor penonton sepanjang era sepak bola profesional, kejadian itu terjadi pada tahun 1995 saat Maung Bandung bertemu Petrokimia di SUGBK, total sekitar 120 ribu penonton hadir di stadion terbesar di Indonesia tersebut.
Persib dan Bobotoh, memang layak dibanggakan. Tidak hanya oleh oleh diri mereka sendiri tapi juga publik sepak bola nasional. Sebab eksistensi Persib dan Bobotoh selama ini, memiliki hubungan yang sangat erat dan disadari atau tidak telah mendorong Persib menjadi sebuah klub yang layak dijadikan motivasi klub lain dalam urusan kemandirian.
Bicara masalah kesuksesan di bidang bisnis, Maung Bandung memang lebih beruntung dibandingkan klub lain yang kerap dihadapkan pada masalah finansial karena belum 100% lepas dari ketergantungan dana Pemerintah Daerah masing-masing.
Musim ini misalnya, Persib mampu menggaet sebanyak 20 sponsor. Delapan sponsor diantaranya akan terpampang namanya di kostum Persib. Bahkan kabarnya musim ini, Persib mampu menutupi anggaran kontrak pemain dan pelatih dari sponsorship.
Bahkan menurut sumber di internal tim, Persib musim ini mampu mendulang dana segar sebesar Rp 12 miliar dari dua sponsor utama, PT Daya Adicipta Mustika (main dealer sepeda motor Honda di Jawa Barat) dan Kopi ABC. Nilai tersebut sudah cukup untuk menutupi lebih dari 50 persen anggaran pengeluaran Persib untuk kontrak pemain dan pelatih.
“Kami mengharapkan tim yang baru ini adalah tim yang lebih baik dari tahun lalu. Sehingga target kita untuk juara bisa tercapai. Kami dari jajaran Direksi PT PBB berterima kasih kepada Bobotoh yang selama ini tetap setia mendukung Persib,” tutur Presiden Direktur PT PBB, Glen Sugita.
“Tanpa kalian (Bobotoh) semua Persib tidak ada apa-apanya. Kami percaya Bobotoh akan selalu mendukung Persib. Kita boleh saling mengkritik tapi untuk membangun dan itu tujuannya sama agar Persib bisa kembali juara,” tambahnya.
Persib tidak ada apa-apanya tanpa Bobotoh, karena besarnya dukungan Bobotoh pula yang membuat 20 perushaan berduyun-duyun datang menghampiri Persib sebagai sponsor. “Salah satu faktor yang membuat bisnis Persib menjadi luas karena punya fans yang besar. Jadi kita sangat fokus terhadap Bobotoh dan Bobotoh akan jadi orientasi utama kita,” tandas Farhan.
(wbs)