Van Dijk, transfer terpanas di bulan Januari
Minggu, 02 Desember 2012 - 13:59 WIB
Van Dijk, transfer terpanas di bulan Januari
A
A
A
Sindonews.com – Saga transfer di kompetisi Indonesia Super League (ISL) mungkin akan terjadi jika Persib Bandung sukses menggaet striker berdarah Indonesia-Belanda, Sergio van Dijk, Januari mendatang.
Jika tak ada aral melintang, Van Dijk bakal berkostum biru Maung Bandung, awal tahun depan. Striker Adelaide United itu, bahkan kabarnya lebih suka memikirkan jalan pergi dari Reds –julukan Adelaide United- ketimbang bertahan dan memikirkan gelar A-League bersama klub besutan pelatih John Cosmina tersebut.
Indikasi jika van Dijk sudah tak lagi memiliki hubungan yang harmonis dengan Adelaide terutama pelatih John Cosmina bisa dilihat dari minimnya kepercayaan Cosmina kepada pemain berusia 30 tahun tersebut. Menurut catatan soccerway.com, hingga sembilan pertandingan awal musim ini, baru tiga kali dimainkan Cosmina. Dua kali diantaranya van Dijk dimainkan sebagai starter.
Cosmina tampaknya menyadari jika pikiran van Dijk sudah tidak lagi di Adelaide. Karena itu, ia lebih suka memainkan striker asal Argentina, Jeronimo Morales Neumann, Bruce Jose Djite atau Evan Kostopoulos. Ketiganya memiliki catatan menit bermain jauh lebih banyak dibandingkan van Dijk.
Tak kunjung membaiknya hubungan antara van Dijk dengan Adelaide inilah yang diyakini memberikan peluang besar bagi Persib untuk memboyong striker yang kabarnya tinggal mengambil sumpah untuk mendapatkan status WNI.
“Insya Allah dan mudah-mudahan Januari nanti, kita sudah mendapatkan pemain baru,” tegas Manajer Persib, Umuh Muchtar memberikan isyarat jika proses negosiasi dengan kubu van Dijk kian menemui titik terang.
Untuk mendapatkan tandatangan van Dijk, Persib kabarnya rela berkorban anggaran besar. Pertama untuk transfer van Dijk dari Adelaide yang kabarnya mencapai nilai Rp 1 miliar. Kedua untuk mengontrak van Dijk yang diyakini bakal menyedot anggaran besar.
Sosok van Dijk sendiri diharapkan bisa membuat lini depan Maung Bandung lebih tajam. Persib tentu tidak bisa hanya mengandalkan sosok Herman Dzumafo sebagai pilihan utama di lini depan. “Mungkin akan menjadi pemain termahal di Indonesia,” tandas Umuh.
Jika tak ada aral melintang, Van Dijk bakal berkostum biru Maung Bandung, awal tahun depan. Striker Adelaide United itu, bahkan kabarnya lebih suka memikirkan jalan pergi dari Reds –julukan Adelaide United- ketimbang bertahan dan memikirkan gelar A-League bersama klub besutan pelatih John Cosmina tersebut.
Indikasi jika van Dijk sudah tak lagi memiliki hubungan yang harmonis dengan Adelaide terutama pelatih John Cosmina bisa dilihat dari minimnya kepercayaan Cosmina kepada pemain berusia 30 tahun tersebut. Menurut catatan soccerway.com, hingga sembilan pertandingan awal musim ini, baru tiga kali dimainkan Cosmina. Dua kali diantaranya van Dijk dimainkan sebagai starter.
Cosmina tampaknya menyadari jika pikiran van Dijk sudah tidak lagi di Adelaide. Karena itu, ia lebih suka memainkan striker asal Argentina, Jeronimo Morales Neumann, Bruce Jose Djite atau Evan Kostopoulos. Ketiganya memiliki catatan menit bermain jauh lebih banyak dibandingkan van Dijk.
Tak kunjung membaiknya hubungan antara van Dijk dengan Adelaide inilah yang diyakini memberikan peluang besar bagi Persib untuk memboyong striker yang kabarnya tinggal mengambil sumpah untuk mendapatkan status WNI.
“Insya Allah dan mudah-mudahan Januari nanti, kita sudah mendapatkan pemain baru,” tegas Manajer Persib, Umuh Muchtar memberikan isyarat jika proses negosiasi dengan kubu van Dijk kian menemui titik terang.
Untuk mendapatkan tandatangan van Dijk, Persib kabarnya rela berkorban anggaran besar. Pertama untuk transfer van Dijk dari Adelaide yang kabarnya mencapai nilai Rp 1 miliar. Kedua untuk mengontrak van Dijk yang diyakini bakal menyedot anggaran besar.
Sosok van Dijk sendiri diharapkan bisa membuat lini depan Maung Bandung lebih tajam. Persib tentu tidak bisa hanya mengandalkan sosok Herman Dzumafo sebagai pilihan utama di lini depan. “Mungkin akan menjadi pemain termahal di Indonesia,” tandas Umuh.
(wbs)