Strama akui Inter menang beruntung
Senin, 03 Desember 2012 - 00:40 WIB
Strama akui Inter menang beruntung
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Inter Milan, Andrea Stramaccioni, mengakui bahwa timnya beruntung bisa menang atas Palermo, Minggu (2/12).
Javier Zanetti dkk memang kesulitan dalam menumbangkan Palermo di San Siro. Gol semata wayang Inter pun tercipta bukan dari skema serangan yang apik. Adalah gol bunuh diri Santiago Garcia yang membuat "I Nerazzurri" berhak mengantongi tiga angka dari pertandingan tersebut.
"Ada waktu seperti ini ketika kami tak bermain baik. Saya suka dengan sikap tim dan performa mereka yang konsisten. Pada babak kedua kami tampil buruk, tapi kemudian gol membuat semuanya lebih mudah,"kata Strama seperti dikutip Football Italia.
Strama kemudian menjelaskan kenapa dirinya mengganti Diego Milito dengan Fredy Guarin saat timnya masih bermain imbang 0-0. Selain karena kondisinya yang tidak fit, kehadiran Milito juga membuat lini depan Inter terlihat menumpuk.
"Saya mengganti Milito dengan Guardin karena kami terlalu berdesakan di dalam kotak penalti Palermo dan saya ingin menciptakan beberapa ruang dengan pemain lebih jauh dari daerah tersebut. Untungnya itu berjalan lancar,"jelas Strama.
Javier Zanetti dkk memang kesulitan dalam menumbangkan Palermo di San Siro. Gol semata wayang Inter pun tercipta bukan dari skema serangan yang apik. Adalah gol bunuh diri Santiago Garcia yang membuat "I Nerazzurri" berhak mengantongi tiga angka dari pertandingan tersebut.
"Ada waktu seperti ini ketika kami tak bermain baik. Saya suka dengan sikap tim dan performa mereka yang konsisten. Pada babak kedua kami tampil buruk, tapi kemudian gol membuat semuanya lebih mudah,"kata Strama seperti dikutip Football Italia.
Strama kemudian menjelaskan kenapa dirinya mengganti Diego Milito dengan Fredy Guarin saat timnya masih bermain imbang 0-0. Selain karena kondisinya yang tidak fit, kehadiran Milito juga membuat lini depan Inter terlihat menumpuk.
"Saya mengganti Milito dengan Guardin karena kami terlalu berdesakan di dalam kotak penalti Palermo dan saya ingin menciptakan beberapa ruang dengan pemain lebih jauh dari daerah tersebut. Untungnya itu berjalan lancar,"jelas Strama.
(aww)