Suporter Sriwijaya FC rela lepas atribut
Selasa, 04 Desember 2012 - 22:43 WIB
Suporter Sriwijaya FC rela lepas atribut
A
A
A
Sindonews.com - Komunitas suporter Sriwijaya FC (SFC) siap mengikuti aturan main yang ditetapkan Polresta Palembang dan manajemen SFC. Selama pergelaran turnamen Inter Island Cup (IIC) di Palembang, mereka akan tetap menyaksikan Laskar Wong Kito-julukan SFC bertanding, tanpa atribut kebesaran mereka.
Ketua Sriwijaya Mandiri Suporter (Simanis) Qusoi, mengatakan, apa yang telah ditetapkan untuk komunitas suporter SFC tersebut, akan di terimanya dengan lapang dada.
''Kami akan turuti aturan tersebut, kami tidak akan menggunakan atribut selama menyaksikan SFC main di IIC dan hanya memakai jersey kuning-kuning milik SFC. Tapi kami juga meminta pihak manejemen dan polresta untuk memberlakukan hal yang sama dengan suporter tim tamu, apakah itu Persija, Perita dan PSPS juga harus dilarang mengenakan atribut dan menyanyikan yel-yel,” ungkapnya.
Menurut Qusoi, meskipun mereka mengikuti aturan main tapi tetap saja pihaknya mempertanyakan sampai kapan, pembekuan aktivitas mereka. Karena, dia menilai kreativitas suporter merasa telah terbunuh.
''Kami akan turuti aturan, tapi kami juga berharap baik manajemen SFC dan Polresta juga introspeksi diri. Kreativitas kami telah dibunuh, apalagi kami mandiri dan tidak menggunakan anggaran manapun dalam berkumpul,” sambungnya.
Pembekuan komunitas suporter SFC oleh Polresta Palembang ini, membuat manajemen SFC menitik beratkan penonton yang menyaksikan turnamen pramusim ini kepada penonton umum. Artinya, memang tidak ada lagi sorak sorai dan tabuhan drum dari komunitas suporter untuk memberikan support kepada Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan.
''Mudah-mudahan komunitas suporter bisa cepat dikembalikan atau tidak dibekukan lagi. Kami juga berharap, suporter bisa memahami bahwa memang kita ingin menyaksikan pertandingan sepak bola itu senyaman mungkin,” jelas Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin.
Hendri menyatakan, untuk sementara ini akan lebih baik aksesoris dan atribut yang berbau komunitas suporter tidak diperbolehkan masuk ke dalam lapangan. Begitu juga dengan orang-orang yang menjadi dirigen suporter, tidak ada.
''Jadi, penonton yang datang ke stadion itu benar-benar ingin menyaksikan sepak bola. Karena, begitu Inter Island Cup ini sukses digelar di Palembang tanpa ada tawuran dan kerusuhan antar suporter, sambung Hendri, Insyaallah Kapolresta Palembang akan mengevaluasi kembali,''ujarnya.
''Tribun utara dan tribun selatan, juga untuk sementara ditutup. Jadi sekarang siapapun boleh masuk, kalau pakai atribut akan dibuang. Kalau ada suporter tim lawan, kita sudah koordinasi dengan Persita, Persija dan PSPS, bahwa mereka akan kita tempatkan di VIV barat, juga tanpa nyanyian,” tandasnya
Ketua Sriwijaya Mandiri Suporter (Simanis) Qusoi, mengatakan, apa yang telah ditetapkan untuk komunitas suporter SFC tersebut, akan di terimanya dengan lapang dada.
''Kami akan turuti aturan tersebut, kami tidak akan menggunakan atribut selama menyaksikan SFC main di IIC dan hanya memakai jersey kuning-kuning milik SFC. Tapi kami juga meminta pihak manejemen dan polresta untuk memberlakukan hal yang sama dengan suporter tim tamu, apakah itu Persija, Perita dan PSPS juga harus dilarang mengenakan atribut dan menyanyikan yel-yel,” ungkapnya.
Menurut Qusoi, meskipun mereka mengikuti aturan main tapi tetap saja pihaknya mempertanyakan sampai kapan, pembekuan aktivitas mereka. Karena, dia menilai kreativitas suporter merasa telah terbunuh.
''Kami akan turuti aturan, tapi kami juga berharap baik manajemen SFC dan Polresta juga introspeksi diri. Kreativitas kami telah dibunuh, apalagi kami mandiri dan tidak menggunakan anggaran manapun dalam berkumpul,” sambungnya.
Pembekuan komunitas suporter SFC oleh Polresta Palembang ini, membuat manajemen SFC menitik beratkan penonton yang menyaksikan turnamen pramusim ini kepada penonton umum. Artinya, memang tidak ada lagi sorak sorai dan tabuhan drum dari komunitas suporter untuk memberikan support kepada Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan.
''Mudah-mudahan komunitas suporter bisa cepat dikembalikan atau tidak dibekukan lagi. Kami juga berharap, suporter bisa memahami bahwa memang kita ingin menyaksikan pertandingan sepak bola itu senyaman mungkin,” jelas Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin.
Hendri menyatakan, untuk sementara ini akan lebih baik aksesoris dan atribut yang berbau komunitas suporter tidak diperbolehkan masuk ke dalam lapangan. Begitu juga dengan orang-orang yang menjadi dirigen suporter, tidak ada.
''Jadi, penonton yang datang ke stadion itu benar-benar ingin menyaksikan sepak bola. Karena, begitu Inter Island Cup ini sukses digelar di Palembang tanpa ada tawuran dan kerusuhan antar suporter, sambung Hendri, Insyaallah Kapolresta Palembang akan mengevaluasi kembali,''ujarnya.
''Tribun utara dan tribun selatan, juga untuk sementara ditutup. Jadi sekarang siapapun boleh masuk, kalau pakai atribut akan dibuang. Kalau ada suporter tim lawan, kita sudah koordinasi dengan Persita, Persija dan PSPS, bahwa mereka akan kita tempatkan di VIV barat, juga tanpa nyanyian,” tandasnya
(aww)