Mendesak, Jabar butuh venue senam
Selasa, 04 Desember 2012 - 22:58 WIB
Mendesak, Jabar butuh venue senam
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintahan Jawa Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) kini sedang bebenah dalam pembangunan venues olahraga. Itu adalah langkah Jabar untuk menyongsong kesuksesan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jabar.
Salah satu yang cabang olahraga (cabor) yang sangat membutuhkan venue olahraga segera yakni cabor senam, yang kini masih berlatih di bekas gudang Bulog di jalan Tera Bandung.
Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Jabar, Etor Suwandar, cabor senam sangat mendambakan venue yang representative. Pasalnya, dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) senam, Jabar mempunyai potensi untuk menggali medali di PON 2016 nanti.
''Kita mempunyai pelatih bersertifikat internasional, ini adalah modal penting untuk menggali atlet potensi emas di PON,” katanyanya saat ditemui wartawan, di Pusdai Bandung, belum lama ini.
Sementara itu, dari kekuatan atlet, bila ditopang dengan sarana latihan yang memadai, kata Etor, sebenarnya Jabar tidak akan susah payah mencari atlet senam berbakat. Bahkan bukan hal mustahil bila Jabar bisa menyaingi DKI Jakarta, yang saat ini menjadi kiblat olahraga senam di Indonesia.
''Dari PON Riau lalu, sekitar 80 persen atlet kita masih bisa tampil, tinggal bagaimana meramu mereka supaya menjadi atlet pendulang emas di PON 2016 mendatang, cara yang paling efektif, ya kelengkapan sarana,” jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, senam Jabar membutuhkan tempat latihan dengan ukuran 34 ke 35 meter persegi. Luas ini bila dibandingkan dengan ukuran di Riau, dinilai akan lebih baik, sebab untuk venue senam di Riau, hanya berukuran 28 ke 40 meter saja.
''Untuk tempat senamnya saja, di Riau itu belum bertaraf internasional. Riau hanya menang dari tribun penonton saja,” singkatnya.
Etor mengaku, sebenarnya untuk pembangunan tempat senam ini, Disorda sudah melakukan komunikasi dengan Persani Jabar, sebelum perhelatan PON Riau lalu. Namun hingga kini, komunikasi itu belum ada kelanjutannya.
''Kita memang pernah dijanjikan akan mendapat tempat latihan di Arcamanik, tapi itu sebelum PON Riau, hingga sekarang belum ada komunikasi lagi,” ujarnya.
Makanya, bila benar Disorda akan memfasilitasi sarana senam di Arcamanik, pihaknya akan menyukuri kebijakan itu. Sebab, dari sisi lokasi, Arcamanik dinilai strategis untuk komplek sarana olahraga di Jabar.
''Lokasinya strategis, masih dikategorikan di tengah kota, pasti akan lebih terasa kehidupan olahraganya, sebab tersentralisasi,” tegasnya.
Dirinya juga berharap agar komplek olahraga Arcamanik ini, sudah bisa digunakan maksimal di akhir tahun 2013. Dengan begitu, pihaknya akan segera menyusun program pembinaan atlet senam Jabar.
''Ada 24 medali emas senam yang diperebutkan PON, bila senam ingin menjadi kran Jabar dalam meraih medali emas, maksimal akhir tahun 2013, senam sudah punya sarana. Jadi kita susun latihan dengan program jangka panjang menyambut PON 2016,” pungkasnya.
Salah satu yang cabang olahraga (cabor) yang sangat membutuhkan venue olahraga segera yakni cabor senam, yang kini masih berlatih di bekas gudang Bulog di jalan Tera Bandung.
Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Jabar, Etor Suwandar, cabor senam sangat mendambakan venue yang representative. Pasalnya, dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) senam, Jabar mempunyai potensi untuk menggali medali di PON 2016 nanti.
''Kita mempunyai pelatih bersertifikat internasional, ini adalah modal penting untuk menggali atlet potensi emas di PON,” katanyanya saat ditemui wartawan, di Pusdai Bandung, belum lama ini.
Sementara itu, dari kekuatan atlet, bila ditopang dengan sarana latihan yang memadai, kata Etor, sebenarnya Jabar tidak akan susah payah mencari atlet senam berbakat. Bahkan bukan hal mustahil bila Jabar bisa menyaingi DKI Jakarta, yang saat ini menjadi kiblat olahraga senam di Indonesia.
''Dari PON Riau lalu, sekitar 80 persen atlet kita masih bisa tampil, tinggal bagaimana meramu mereka supaya menjadi atlet pendulang emas di PON 2016 mendatang, cara yang paling efektif, ya kelengkapan sarana,” jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, senam Jabar membutuhkan tempat latihan dengan ukuran 34 ke 35 meter persegi. Luas ini bila dibandingkan dengan ukuran di Riau, dinilai akan lebih baik, sebab untuk venue senam di Riau, hanya berukuran 28 ke 40 meter saja.
''Untuk tempat senamnya saja, di Riau itu belum bertaraf internasional. Riau hanya menang dari tribun penonton saja,” singkatnya.
Etor mengaku, sebenarnya untuk pembangunan tempat senam ini, Disorda sudah melakukan komunikasi dengan Persani Jabar, sebelum perhelatan PON Riau lalu. Namun hingga kini, komunikasi itu belum ada kelanjutannya.
''Kita memang pernah dijanjikan akan mendapat tempat latihan di Arcamanik, tapi itu sebelum PON Riau, hingga sekarang belum ada komunikasi lagi,” ujarnya.
Makanya, bila benar Disorda akan memfasilitasi sarana senam di Arcamanik, pihaknya akan menyukuri kebijakan itu. Sebab, dari sisi lokasi, Arcamanik dinilai strategis untuk komplek sarana olahraga di Jabar.
''Lokasinya strategis, masih dikategorikan di tengah kota, pasti akan lebih terasa kehidupan olahraganya, sebab tersentralisasi,” tegasnya.
Dirinya juga berharap agar komplek olahraga Arcamanik ini, sudah bisa digunakan maksimal di akhir tahun 2013. Dengan begitu, pihaknya akan segera menyusun program pembinaan atlet senam Jabar.
''Ada 24 medali emas senam yang diperebutkan PON, bila senam ingin menjadi kran Jabar dalam meraih medali emas, maksimal akhir tahun 2013, senam sudah punya sarana. Jadi kita susun latihan dengan program jangka panjang menyambut PON 2016,” pungkasnya.
(aww)