Menang dramatis, Persib menembus semifinal
Rabu, 05 Desember 2012 - 21:33 WIB
Menang dramatis, Persib menembus semifinal
A
A
A
Sindonews.com - Persib Bandung memastikan diri lolos ke semifinal Inter Island Cup (IIC) 2012. MAung Bandung merebut tiket semifinal setelah pada laga terakhir mengandaskan Persidafon Dafonsoro dengan skor tipis 3-2 di Stadion Siliwangi, Rabu sore (5/12).
Kemenangan Maung Bandung atas Gabus Sentani diraih cukup dramatis. Meski Persib hanya butuh hasil imbang. Namun, faktanya sejak menit pertama Persidafon terlihat bermain sangat ngotot dan menyulitkan Persib sepanjang pertandingan.
Setelah unggul cepat melalui gol Firman Utina pada menit 5, Persib mampu mendominasi permainan. Sejumlah peluang emas didapat Maung Bandung, namun buruknya penyelesaian akhir membuat Persib gagal memperbesar keunggulan. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 untuk Persib bertahan.
Memasuki babak kedua, Persib tak menyurutkan intensitas serangan. Namun keasyikan menyerang, pertahanan Maung Bandung dibuat kerja keras menahan serangan balik Persidafon. Puncaknya pelanggaran keras Aang Suparman terhadap gelandang Persidafon asal Korea Selatan, Kwon Jun diluar kotak penalti, membuat Persib dihukum tendangan bebas.
Pelanggaran yang dilakukan Aang tersebut harus dibayar mahal setelah bek Persidafon, Marcelo Cirelli berhasil membobol gawang Persib pada menit 59. Tendangan keras pemain asal Argentina tersebut membentur badan Abanda Herman yang membuat bola berbelok arah dan mengecoh kiper Cecep Supriyatna.
Gol tersebut mampu menaikan moral para pemain Persidafon. Hasilnya, sebuah serangan balik Persidafon berbuah manis setelah Charles Makanuay yang lolos dari pengawasan pertahanan Persib mampu menerobos pertahanan Maung Bandung sebelum menaklukan Cecep dan membalikan keadaan menjadi 1-2 untuk Persidafon.
Dibawah bayang-bayang kekalahan, Maung Bandung langsung meningkatkan intensitas serangan. Persib akhirnya mampu menyamakan kedudukan setelah wasit Yandri asal Jakarta memberikan hadiah penalti akibat pelanggaran yang dilakukan Cirelli kepada M. Ridwan. Herman Dzumafo Epandi yang bertindak sebagai eksekutor penalti berhasil membuat Persib menyamakan kedudukan jadi 2-2 pada menit 66.
Saat pertandingan seolah akan berakhir imbang, akselerasi Atep di sisi kanan pertahanan Persidafon berujung positif. Umpan matang Atep yang pada laga ini masuk sebagai pemain pengganti berhasil dimaksimalkan Airlangga Sucipto melalui sontokan kaki kanan untuk memastikan kemenangan 3-2 bagi Persib.
Pelatih Djadjang Nurdjaman mengungkapkan, laga melawan Persidafon jadi pertandingan terberat Persib sepanjang penyisihan Grup. ''Kita tetap bermain maksimal dan menciptakan banyak peluang. Tapi bertanding tiga kali dalam tempo enam hari memang cukup menguras tenaga,” ujar Djadjang.
Terlepas dari itu, Djadjang menyatakan puas karena target memenangkan seluruh pertandingan berhasil diwujudkan pasukan Maung Bandung.''Puas karena bisa sapu bersih, meskipun masih banyak yang harus diperbaiki sebelum menghadapi Persisam nanti,”jelas Djadjang.
Sementara itu, pelatih Persidafon, Ernest Pahalerang mengaku terkejut melihat penampilan anak asuhnya yang bisa merepotkan Maung Bandung. ''Kita tak melihat hasil akhir, saya instruksikan anak-anak supaya bermain enjoy dan mereka akhirnya bisa menunjukkan permainan yang baik serta menyulitkan Persib. Sejak awal Inter Island ini memang kita jadikan ajang pematangan,” tegas Ernest.
Di semifinal Persib akan berhadapan dengan juara Grup D, Persisam Samarinda dengan menggunakan sistem home and away yang rencananya digelar 15 dan 18 Desember. Partai final IIC 2012 sendiri dijadwalkan bakal dilaksanakan di Stadion Manahan, Solo, 22 Desember mendatang.
Kemenangan Maung Bandung atas Gabus Sentani diraih cukup dramatis. Meski Persib hanya butuh hasil imbang. Namun, faktanya sejak menit pertama Persidafon terlihat bermain sangat ngotot dan menyulitkan Persib sepanjang pertandingan.
Setelah unggul cepat melalui gol Firman Utina pada menit 5, Persib mampu mendominasi permainan. Sejumlah peluang emas didapat Maung Bandung, namun buruknya penyelesaian akhir membuat Persib gagal memperbesar keunggulan. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 untuk Persib bertahan.
Memasuki babak kedua, Persib tak menyurutkan intensitas serangan. Namun keasyikan menyerang, pertahanan Maung Bandung dibuat kerja keras menahan serangan balik Persidafon. Puncaknya pelanggaran keras Aang Suparman terhadap gelandang Persidafon asal Korea Selatan, Kwon Jun diluar kotak penalti, membuat Persib dihukum tendangan bebas.
Pelanggaran yang dilakukan Aang tersebut harus dibayar mahal setelah bek Persidafon, Marcelo Cirelli berhasil membobol gawang Persib pada menit 59. Tendangan keras pemain asal Argentina tersebut membentur badan Abanda Herman yang membuat bola berbelok arah dan mengecoh kiper Cecep Supriyatna.
Gol tersebut mampu menaikan moral para pemain Persidafon. Hasilnya, sebuah serangan balik Persidafon berbuah manis setelah Charles Makanuay yang lolos dari pengawasan pertahanan Persib mampu menerobos pertahanan Maung Bandung sebelum menaklukan Cecep dan membalikan keadaan menjadi 1-2 untuk Persidafon.
Dibawah bayang-bayang kekalahan, Maung Bandung langsung meningkatkan intensitas serangan. Persib akhirnya mampu menyamakan kedudukan setelah wasit Yandri asal Jakarta memberikan hadiah penalti akibat pelanggaran yang dilakukan Cirelli kepada M. Ridwan. Herman Dzumafo Epandi yang bertindak sebagai eksekutor penalti berhasil membuat Persib menyamakan kedudukan jadi 2-2 pada menit 66.
Saat pertandingan seolah akan berakhir imbang, akselerasi Atep di sisi kanan pertahanan Persidafon berujung positif. Umpan matang Atep yang pada laga ini masuk sebagai pemain pengganti berhasil dimaksimalkan Airlangga Sucipto melalui sontokan kaki kanan untuk memastikan kemenangan 3-2 bagi Persib.
Pelatih Djadjang Nurdjaman mengungkapkan, laga melawan Persidafon jadi pertandingan terberat Persib sepanjang penyisihan Grup. ''Kita tetap bermain maksimal dan menciptakan banyak peluang. Tapi bertanding tiga kali dalam tempo enam hari memang cukup menguras tenaga,” ujar Djadjang.
Terlepas dari itu, Djadjang menyatakan puas karena target memenangkan seluruh pertandingan berhasil diwujudkan pasukan Maung Bandung.''Puas karena bisa sapu bersih, meskipun masih banyak yang harus diperbaiki sebelum menghadapi Persisam nanti,”jelas Djadjang.
Sementara itu, pelatih Persidafon, Ernest Pahalerang mengaku terkejut melihat penampilan anak asuhnya yang bisa merepotkan Maung Bandung. ''Kita tak melihat hasil akhir, saya instruksikan anak-anak supaya bermain enjoy dan mereka akhirnya bisa menunjukkan permainan yang baik serta menyulitkan Persib. Sejak awal Inter Island ini memang kita jadikan ajang pematangan,” tegas Ernest.
Di semifinal Persib akan berhadapan dengan juara Grup D, Persisam Samarinda dengan menggunakan sistem home and away yang rencananya digelar 15 dan 18 Desember. Partai final IIC 2012 sendiri dijadwalkan bakal dilaksanakan di Stadion Manahan, Solo, 22 Desember mendatang.
(aww)