Sulit dirobohkan, ternyata Mariusz Wach pakai steroid
Rabu, 05 Desember 2012 - 22:54 WIB
Sulit dirobohkan, ternyata Mariusz Wach pakai steroid
A
A
A
Sindonews.com - Petinju kelas berat Polandia, Mariusz Wach, pernah berjanji untuk merobohkan juara WBA (super), IBF, WBO, IBO dan The Ring, Waldimir Klitschko dari Ukraina, pada pertarungan 10 November yang lalu. Namun, dia tidak mampu menepati janjinya itu, dia justru menjadi bulan-bulanan Wladimir. Meskipun demikian, ia mampu bertahan hingga akhir pertarungan.
Bisa bertahan dari pukulan bertubi-tubi Wladimir, tampaknya ada yang tidak wajar terhadap petinju berusia 32 tahun tersebut. "Mariusz Wach tidak jatuh dengan mudah," ungkap Wladimir, seperti dikutip Boxing, kemarin (4/12).
Padahal, menurut Wladimir, dirinya telah mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menjatuhkan lawannya tersebut. Dan, sepertinya Wach melakukan hal yang diharamkan dalam dunia olahraga terutama tinju, yakni menggunakan steroid. Ya, Wach dicurigai menggunakan steroid setelah hasil sampel A miliknya diketahui positif.
"Kami menyelidiki sampel dari kedua petinju dari Institut Cologne untuk Biokimia. Kami diberitahu bahwa salah satu sampelnya dipastikan positif," ungkap Presiden Federasi Tinju Profesional Jerman, Thomas Puetz, kepada harian terbitan Jerman, Bild, belum lama ini. "Dan itu adalah sampel A milik Mariusz Wach."
Apabila dalam hasil sampel B kembali diketahui positif, maka hukuman skorsing satu tahun mengancam karir tinju Wach.
Bisa bertahan dari pukulan bertubi-tubi Wladimir, tampaknya ada yang tidak wajar terhadap petinju berusia 32 tahun tersebut. "Mariusz Wach tidak jatuh dengan mudah," ungkap Wladimir, seperti dikutip Boxing, kemarin (4/12).
Padahal, menurut Wladimir, dirinya telah mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menjatuhkan lawannya tersebut. Dan, sepertinya Wach melakukan hal yang diharamkan dalam dunia olahraga terutama tinju, yakni menggunakan steroid. Ya, Wach dicurigai menggunakan steroid setelah hasil sampel A miliknya diketahui positif.
"Kami menyelidiki sampel dari kedua petinju dari Institut Cologne untuk Biokimia. Kami diberitahu bahwa salah satu sampelnya dipastikan positif," ungkap Presiden Federasi Tinju Profesional Jerman, Thomas Puetz, kepada harian terbitan Jerman, Bild, belum lama ini. "Dan itu adalah sampel A milik Mariusz Wach."
Apabila dalam hasil sampel B kembali diketahui positif, maka hukuman skorsing satu tahun mengancam karir tinju Wach.
(nug)