Sriwijaya FC efektifkan penguasaan bola
Kamis, 06 Desember 2012 - 20:02 WIB
Sriwijaya FC efektifkan penguasaan bola
A
A
A
Sindonews.com - Pertemuan Sriwijaya FC dan PSPS Pekanbaru di pramusim 2013 bisa dinilai bukan pertemuan yang sebenarnya. Pasalnya, kedua tim masih disibukkan dengan pembentukan tim.
Bagi Laskar Wong Kito -julukan SFC--partai pertama ini merupakan bagaimana hasil dari latihan yang telah diberikan sang nakhoda selama berada di Palembang. Keinginan pelatih kepala SFC, Kas Hartadi yang berharap anak asuhnya bisa bermain lebih agresif, tapi dengan sabar dalam possession ball dan tenang, akan terlihat apakah sesuai ekspektasi atau tidak.
''Selama latihan di Palembang ini, saya terus memompa bagaimana bermain lebih agresif dan tetap sabar. Saya tidak ingin, terlalu banyak menekan lawan, tapi tidak ada gol yang tercipta, itu yang harus saya ubah,” ucap pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi.
Tidak sebatas itu, suksesor pelatih Ivan Venkov Kolev itu juga terus mengevaluasi fisik dari tiap-tiap pemain. Karena, menit-menit rawan yang bisa menjadi titik lemah dari tim di Indonesia ini kerap terjadi di akhir-akhir babak kedua. ''Membuat seluruh pemain bisa stabil hingga babak kedua berakhir itu sulit, tapi saya hanya ingin mereka lebih efektif dalam memainkan bola,” tandasnya.
Bagi Laskar Wong Kito -julukan SFC--partai pertama ini merupakan bagaimana hasil dari latihan yang telah diberikan sang nakhoda selama berada di Palembang. Keinginan pelatih kepala SFC, Kas Hartadi yang berharap anak asuhnya bisa bermain lebih agresif, tapi dengan sabar dalam possession ball dan tenang, akan terlihat apakah sesuai ekspektasi atau tidak.
''Selama latihan di Palembang ini, saya terus memompa bagaimana bermain lebih agresif dan tetap sabar. Saya tidak ingin, terlalu banyak menekan lawan, tapi tidak ada gol yang tercipta, itu yang harus saya ubah,” ucap pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi.
Tidak sebatas itu, suksesor pelatih Ivan Venkov Kolev itu juga terus mengevaluasi fisik dari tiap-tiap pemain. Karena, menit-menit rawan yang bisa menjadi titik lemah dari tim di Indonesia ini kerap terjadi di akhir-akhir babak kedua. ''Membuat seluruh pemain bisa stabil hingga babak kedua berakhir itu sulit, tapi saya hanya ingin mereka lebih efektif dalam memainkan bola,” tandasnya.
(aww)