Tenis alami perubahan aturan di Olimpiade 2016
Minggu, 09 Desember 2012 - 21:57 WIB
Tenis alami perubahan aturan di Olimpiade 2016
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Federasi Tenis Internasional (ITF), Francesco Ricci Bitti, mengungkapkan bahwa akan terjadi perubahan kecil dalam cabang olahraga tenis yang akan diberlakukan di Olimpiade Rio 2016.
Perubahan yang akan terlihat adalah tie-break yang terjadi di akhir set ketiga, menggantikan aturan first-to-two-clear sekarang, yang bisa berpengaruh dalam beberapa pertandingan raksasa.
Pada Olimpiade London di tahun ini, Andy Murray menumbangkan Roger Federer setelah petenis Swiss itu mencatat kemenangan 19-17 dalam tiga set pertandingan melawan Juan Martin del Potro di semi-final.
Sebagaimana dilansir Sports Mole, Minggu (9/12), Ricci Bitti saat di sidang umum Komite Olimpiade Eropa di Roma, mengatakan bahwa pertandingan tahun ini sangat seimbang dan sangat panjang dan hal itu sedikit berpengaruh dalam penjadwalan.
Pertandingan memperebutkan medali perunggu juga bisa dihapus untuk meringankan beban pemain yang akan menjalani kejuaraan-kejuaraan lainnya. Perubahan ini akan menghilangkan kesempatan semi-finalis lainnya, yang telah tersisih, untuk mendapat perunggu, seperti yang pernah terjadi pada Olimpiade Seoul 1988.
Perubahan yang akan terlihat adalah tie-break yang terjadi di akhir set ketiga, menggantikan aturan first-to-two-clear sekarang, yang bisa berpengaruh dalam beberapa pertandingan raksasa.
Pada Olimpiade London di tahun ini, Andy Murray menumbangkan Roger Federer setelah petenis Swiss itu mencatat kemenangan 19-17 dalam tiga set pertandingan melawan Juan Martin del Potro di semi-final.
Sebagaimana dilansir Sports Mole, Minggu (9/12), Ricci Bitti saat di sidang umum Komite Olimpiade Eropa di Roma, mengatakan bahwa pertandingan tahun ini sangat seimbang dan sangat panjang dan hal itu sedikit berpengaruh dalam penjadwalan.
Pertandingan memperebutkan medali perunggu juga bisa dihapus untuk meringankan beban pemain yang akan menjalani kejuaraan-kejuaraan lainnya. Perubahan ini akan menghilangkan kesempatan semi-finalis lainnya, yang telah tersisih, untuk mendapat perunggu, seperti yang pernah terjadi pada Olimpiade Seoul 1988.
(nug)