Kalah telak, pelatih Torino dibawa ke rumah sakit
Senin, 10 Desember 2012 - 02:32 WIB
Kalah telak, pelatih Torino dibawa ke rumah sakit
A
A
A
Sindonews.com - Kecemasan melanda publik Torino. Pasalnya, usai menderita kekalahan 2-4 atas AC Milan, pelatih mereka Giampiero Ventura langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan ambulans.
Pelatih berusia 65 tahun itu, terlihat tampak kurang sehat sepanjang pertandingan tersebut. Pada babak kedua Ventura pun tak terlihat di pinggir lapangan dan menyerahkan tugasnya kepada asistennya, Salvatore Sullo, untuk memberikan arahan dari belakang garis lapangan.
Setelah peluit akhir dibunyikan, kondisi kesehatan Ventura semakin memburuk dan petugas medis dengan sigap mengambil tindakan untuk melakukan pemeriksaan terkait kondisinya tersebut. "Pelatih merasa tidak enak badan, tapi semuanya baik-baik saja sekarang. Ventura akan dibawa ke rumahnya untuk beristirahat,” jelas Sullo, dikutip Football Italia, Senin (10/12).
Ketika ditanya mengenai kekalahan telak timnya, Sullo menilai bahwa Torino kehilangan konsentrasi, terutama di paruh kedua. ”Kami telah melakukan dengan baik di babak pertama dan kemudian kehilangan arah setelah istirahat. Pujian pantas ditujukan kepada Robinho, tapi dia seharusnya tidak diperbolehkan untuk mendekati gawang kami terlalu dekat,” pungkasnya.
Pelatih berusia 65 tahun itu, terlihat tampak kurang sehat sepanjang pertandingan tersebut. Pada babak kedua Ventura pun tak terlihat di pinggir lapangan dan menyerahkan tugasnya kepada asistennya, Salvatore Sullo, untuk memberikan arahan dari belakang garis lapangan.
Setelah peluit akhir dibunyikan, kondisi kesehatan Ventura semakin memburuk dan petugas medis dengan sigap mengambil tindakan untuk melakukan pemeriksaan terkait kondisinya tersebut. "Pelatih merasa tidak enak badan, tapi semuanya baik-baik saja sekarang. Ventura akan dibawa ke rumahnya untuk beristirahat,” jelas Sullo, dikutip Football Italia, Senin (10/12).
Ketika ditanya mengenai kekalahan telak timnya, Sullo menilai bahwa Torino kehilangan konsentrasi, terutama di paruh kedua. ”Kami telah melakukan dengan baik di babak pertama dan kemudian kehilangan arah setelah istirahat. Pujian pantas ditujukan kepada Robinho, tapi dia seharusnya tidak diperbolehkan untuk mendekati gawang kami terlalu dekat,” pungkasnya.
(nug)