Persib hadapi bayangan sendiri
Senin, 10 Desember 2012 - 12:40 WIB
Persib hadapi bayangan sendiri
A
A
A
Sindonews.com – Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku tak terlalu mempedulikan rekor buruk di atas kertas yang tidak pernah memihak Maung Bandung setiap berlaga di stadion Segiri, Samarinda.
Pelatih yang akrab di sapa Djanur itu, lebih memikirkan kualitas permainan Persisam Samarinda yang akan dihadapi Persib pada laga semifinal turnamen pra musim Inter Island Cup (IIC) 2012. “Rekor kurang baik di Samarinda harus kita perbaiki, tentunya dengan kerja keras,” ucap Djanur.
“Bukan karena statistiknya, melainkan karena kualitas permainan Persisam yang harus membuat kita waspada. Apalagi di sana ada beberapa pemain yang secara individual cukup baik, seperti Ferdinand (Alfred Sinaga) yang tampil cukup baik selama penyisihan,” tambahnya.
Meski secara statistik Persib jauh lebih agresif dalam urusan mencetak gol selama penyisihan grup, rata-rata 2,66 gol per pertandingan atau hampir dua kali lipat lebih baik dibandingkan Persisam yang hanya menorehkan angka 1,66 gol per pertandingan. Djadjang menegaskan sama sekali tidak memandang remeh kekuatan Persisam yang musim ini dibawah asuhan pelatih Sartono Anwar lebih banyak mengandalkan pemain muda.
Dibandingkan Persib, Persisam punya catatan lebih bagus di ajang IIC 2012. Tahun lalu Elang Borneo sukses menembus babak final IIC 2011 sebelum dikandaskan Persipura Jayapura di laga puncak dengan skor 0-2. Apalagi di skuad Elang Borneo terdapat tiga nama mantan pemain Persib yaitu Dias Angga Putra, Wildansyah dan Budiawan.
Menurut Djadjang, ketiga pemain tersebut jika dimainkan menghadapi Persib dipastikan bakal memiliki motivasi besar saat menghadapi bekas klubnya. Seperti diketahui Dias pernah berkostum Maung Bandung pada musim 2010/2011. Kemudian Wildansyah sejak 2008 sampai 2012, cukup awet membela Persib dan Budiawan musim lalu tampil apik bersama Persib meski berstatus debutan.
Selain ketiga pemain tersebut, sosok Ferdinand Alfred Sinaga pun pernah memiliki ikatan dengan Persib. Salah satu penggawa tim nasional di SEA Games 2011 tersebut, merupakan pernah jadi andalan Persib U-23. Ia satu angkatan dengan Wildansyah dan pernah dua musim berturut-turut membawa pasukan Maung Ngora menembus final Liga Nasional PSSI U-23, sebuah kompetisi tingkat junior yang mulai musim 2008/2009 berubah menjadi ISL U-21.
Banyaknya eks pemain yang pernah berkostum Persib, seolah membuat Maung Bandung seperti menghadapi bayangannya sendiri. Terlebih pelatih Sartono Anwar pun sudah cukup akrab dengan kultur sepak bola Bandung ketika dirinya menangani Persikab di musim 2007/2008.
“Bukan hanya ingin membuktikan diri mereka pantas mendapatkan kepercayaan. Ketiganya juga kan seperti diketahui merupakan mantan pemain kita dan mereka pasti ingin membuktikan kalau mereka mampu,” tambah Djanu
Pelatih yang akrab di sapa Djanur itu, lebih memikirkan kualitas permainan Persisam Samarinda yang akan dihadapi Persib pada laga semifinal turnamen pra musim Inter Island Cup (IIC) 2012. “Rekor kurang baik di Samarinda harus kita perbaiki, tentunya dengan kerja keras,” ucap Djanur.
“Bukan karena statistiknya, melainkan karena kualitas permainan Persisam yang harus membuat kita waspada. Apalagi di sana ada beberapa pemain yang secara individual cukup baik, seperti Ferdinand (Alfred Sinaga) yang tampil cukup baik selama penyisihan,” tambahnya.
Meski secara statistik Persib jauh lebih agresif dalam urusan mencetak gol selama penyisihan grup, rata-rata 2,66 gol per pertandingan atau hampir dua kali lipat lebih baik dibandingkan Persisam yang hanya menorehkan angka 1,66 gol per pertandingan. Djadjang menegaskan sama sekali tidak memandang remeh kekuatan Persisam yang musim ini dibawah asuhan pelatih Sartono Anwar lebih banyak mengandalkan pemain muda.
Dibandingkan Persib, Persisam punya catatan lebih bagus di ajang IIC 2012. Tahun lalu Elang Borneo sukses menembus babak final IIC 2011 sebelum dikandaskan Persipura Jayapura di laga puncak dengan skor 0-2. Apalagi di skuad Elang Borneo terdapat tiga nama mantan pemain Persib yaitu Dias Angga Putra, Wildansyah dan Budiawan.
Menurut Djadjang, ketiga pemain tersebut jika dimainkan menghadapi Persib dipastikan bakal memiliki motivasi besar saat menghadapi bekas klubnya. Seperti diketahui Dias pernah berkostum Maung Bandung pada musim 2010/2011. Kemudian Wildansyah sejak 2008 sampai 2012, cukup awet membela Persib dan Budiawan musim lalu tampil apik bersama Persib meski berstatus debutan.
Selain ketiga pemain tersebut, sosok Ferdinand Alfred Sinaga pun pernah memiliki ikatan dengan Persib. Salah satu penggawa tim nasional di SEA Games 2011 tersebut, merupakan pernah jadi andalan Persib U-23. Ia satu angkatan dengan Wildansyah dan pernah dua musim berturut-turut membawa pasukan Maung Ngora menembus final Liga Nasional PSSI U-23, sebuah kompetisi tingkat junior yang mulai musim 2008/2009 berubah menjadi ISL U-21.
Banyaknya eks pemain yang pernah berkostum Persib, seolah membuat Maung Bandung seperti menghadapi bayangannya sendiri. Terlebih pelatih Sartono Anwar pun sudah cukup akrab dengan kultur sepak bola Bandung ketika dirinya menangani Persikab di musim 2007/2008.
“Bukan hanya ingin membuktikan diri mereka pantas mendapatkan kepercayaan. Ketiganya juga kan seperti diketahui merupakan mantan pemain kita dan mereka pasti ingin membuktikan kalau mereka mampu,” tambah Djanu
(wbs)