Titik kelemahan PSIS Semarang di sayap kiri
Rabu, 12 Desember 2012 - 16:33 WIB
Titik kelemahan PSIS Semarang di sayap kiri
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih PSIS Semarang Firmandoyo memutar otak untuk mematangkan formasi 4-4-2. Setiap pemain pun terus dirotasi untuk menentukan posisi terbaik sebelum melakukan uji coba.
Dia juga dipusingkan dengan masih lemahnya sektor sayap kiri Laskar Mahesa Jenar. Dengan formasi 4-4-2 yang diterapkannya, Firmandoyo berharap pemain sayap juga membantu penyerangan.
Saat ini sektor sayap kiri diisi oleh Iksan Sania pemain asal PPSM Magelang. Selama beberapa kali game Iksan masih belum berani untuk membatu menyerang. Selain itu Iksan juga masih lemah dalam pertahanan.
Sektor kiri ini masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Firmandoyo. Dia pun terus memoles sektor kiri supaya sesuai dengan yang diinginkannya. ''Sektor kiri terus dipoles, karena menyerangnya kurang, sementara formasinya adalah menyerang jadi mereka harus berani naik membantu serangan,” kata Firmandoyo usai memimpin latihan Rabu (12/12/12) pagi.
Firmandoyo mengaku, memang untuk sektor kiri masih ada pemain pelapis seperti Irfan, Vidi Hasiholan, dan Saiful Amar, namun juga belum sesuai dengan karakter yang diinginkan. ”Ibarat gitar nadanya masih fals, jadi masih perlu disetel biar pas,” ucap Pelatih yang membawa tim Sepak Bola Jateng meraih medali perunggu dalam ajang PON Riau 2012 ini.
Dijelaskan Firmandoyo, meski sektor kiri masih perlu dipoles namun, secara keselurah tim sudah bagus. Baik dari segi posisi, teknik, kerja sama, dan pengertian antar pemain serta fisik. ''Kalau secara keseluruhan sudah bagus,” tandasnya.
Sehingga untuk menghadapi laga uji coba melawan PS Unnes pada Jum’at (14/12) mendatang, dia merasa anak asuhnya sudah siap. ”Unnes secara tim memang jauh dibawah kita, tetapi anak-anak sendiri kan belum pernah melakukan laga tanding, jadi ini bisa untuk pemanasan sebelum uji coba dengan klub yang lebih matang,” katanya.
Firmandoyo menambahkan, rencananya formasi 4-4-2 hanya akan digunakan untuk laga kandang, sementara untuk laga tandang akan menggunakan formasi 5-3-2.
Manajer Tim PSIS Semarang Setyo Agung Nugroho menambahkan, untuk laga uji coba, sudah ada beberapa jadwal yang sudah pasti. Untuk laga uji coba pertama akan melawan PS Unnes pada Jum’at (14/12), kemudian dilanjutkan dengan PS Garuda yang akan digelar pada Kamis (20/12). Kemudian untuk klub yang lebih matang, yakni dengan Persip Pekalongan akan digelar pada Sabtu (22/12) untuk laga kandang dan untuk away rencanaya akan digelar Jum’at (28/12).
''Kita juga masih menjalin komunikasi dengan sejumlah klub di Jawa Tengah untuk bisa melakukan uji coba. Kita sengaja banyak menggelar laga uji coba untuk benar-benar mengetahui kemampuan tim. Rencananya akan ada lima kali pertandingan laga uji coba,” kata Agung.
Dia juga dipusingkan dengan masih lemahnya sektor sayap kiri Laskar Mahesa Jenar. Dengan formasi 4-4-2 yang diterapkannya, Firmandoyo berharap pemain sayap juga membantu penyerangan.
Saat ini sektor sayap kiri diisi oleh Iksan Sania pemain asal PPSM Magelang. Selama beberapa kali game Iksan masih belum berani untuk membatu menyerang. Selain itu Iksan juga masih lemah dalam pertahanan.
Sektor kiri ini masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Firmandoyo. Dia pun terus memoles sektor kiri supaya sesuai dengan yang diinginkannya. ''Sektor kiri terus dipoles, karena menyerangnya kurang, sementara formasinya adalah menyerang jadi mereka harus berani naik membantu serangan,” kata Firmandoyo usai memimpin latihan Rabu (12/12/12) pagi.
Firmandoyo mengaku, memang untuk sektor kiri masih ada pemain pelapis seperti Irfan, Vidi Hasiholan, dan Saiful Amar, namun juga belum sesuai dengan karakter yang diinginkan. ”Ibarat gitar nadanya masih fals, jadi masih perlu disetel biar pas,” ucap Pelatih yang membawa tim Sepak Bola Jateng meraih medali perunggu dalam ajang PON Riau 2012 ini.
Dijelaskan Firmandoyo, meski sektor kiri masih perlu dipoles namun, secara keselurah tim sudah bagus. Baik dari segi posisi, teknik, kerja sama, dan pengertian antar pemain serta fisik. ''Kalau secara keseluruhan sudah bagus,” tandasnya.
Sehingga untuk menghadapi laga uji coba melawan PS Unnes pada Jum’at (14/12) mendatang, dia merasa anak asuhnya sudah siap. ”Unnes secara tim memang jauh dibawah kita, tetapi anak-anak sendiri kan belum pernah melakukan laga tanding, jadi ini bisa untuk pemanasan sebelum uji coba dengan klub yang lebih matang,” katanya.
Firmandoyo menambahkan, rencananya formasi 4-4-2 hanya akan digunakan untuk laga kandang, sementara untuk laga tandang akan menggunakan formasi 5-3-2.
Manajer Tim PSIS Semarang Setyo Agung Nugroho menambahkan, untuk laga uji coba, sudah ada beberapa jadwal yang sudah pasti. Untuk laga uji coba pertama akan melawan PS Unnes pada Jum’at (14/12), kemudian dilanjutkan dengan PS Garuda yang akan digelar pada Kamis (20/12). Kemudian untuk klub yang lebih matang, yakni dengan Persip Pekalongan akan digelar pada Sabtu (22/12) untuk laga kandang dan untuk away rencanaya akan digelar Jum’at (28/12).
''Kita juga masih menjalin komunikasi dengan sejumlah klub di Jawa Tengah untuk bisa melakukan uji coba. Kita sengaja banyak menggelar laga uji coba untuk benar-benar mengetahui kemampuan tim. Rencananya akan ada lima kali pertandingan laga uji coba,” kata Agung.
(aww)