Butuh banyak gol, Singo Edan hanya menang 1-0
Rabu, 12 Desember 2012 - 19:36 WIB
Butuh banyak gol, Singo Edan hanya menang 1-0
A
A
A
Sindonews.com - Arema FC versi Indonesia Super League (ISL) gagal mewujudkan target menang dengan skor besar kala menghadapi Persiwa Wamena di partai terakhir Inter Island Cup (IIC) 2012, Rabu (12/12). Bertanding penuh ambisi sejak menit awal, Arema ISL hanya mampu menang tipis 1-0 atas Persiwa yang bermain negatif alias bertahan total.
Kemenangan itu pun diwarnai kontroversi karena Sunarto dalam posisi offside kala menerima bola dari Qischil Gandruminny sebelum menceploskan bola ke jala Persiwa. Hasil ini membuat langkah Arema menjadi juara grup menipis dan ditentukan laga antara Persipura Jayapura kontra Persela Lamongan malam harinya.
Arema FC mengalami antiklimaks jika melihat progres di tiga laga IIC 2012. Tampil lumayan di laga perdana kontra Persela Lamongan, Singo Edan mengalami penurunan kualitas kala ditahan Persipura Jayapura. Menang 1-0 saat tim butuh banyak gol lawan Persiwa sama sekali tak memuaskan bagi suporter Aremania.
Menguasai penuh jalannya pertandingan, lini depan tuan rumah kehilangan sentuhan terbaiknya. Walau berkali-kali mengancam gawang Persiwa, tidak ada satu gol pun tercipta sepanjang babak pertama. Terlihat tuntutan mencetak banyak gol menjadi tekanan tersendiri bagi Kayamba Gumbs dkk.
Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Rahmad 'RD' Darmawan kurang diterjemahkan dengan baik. Itu juga dipengaruhi rotasi yang dilakukan RD dengan memasang Joko Sasongko dan Purwaka Yudhi sebagai gelandang bertahan. Tiga gelandang serang yang mendukung Alberto Goncalves juga tak maksimal.
Lini kedua ini dihuni Qischil Gandrumminy, Engelbert Sani serta Keith Kayamba Gumbs. Rotasi terpaksa dilakukan karena kondisi pemain yang telah tampil di dua laga sebelumnya tidak dalam kondisi sempurna.
"Sebagian pemain kecapekan sehingga tidak fit untuk bermain. Skenario kami menguasai permainan sudah sesuai rencana, kecuali dalam hal penyelesaian. Idealnya kami bisa mencetak lebih dari tiga gol jika saja penyelesaian tidak buruk," cetus pelatih Arema Rahmad Darmawan seusai laga.
Tekanan juga dirasakan timnya karena harus menang besar, sedangkan kubu Persiwa relatif tenang karena tidak ada tekanan sama sekali. RD juga memuji pertahanan serta aksi kiper Persiwa M Yasir yang sangat solid menjaga pertahanan sekaligus hanya kebobolan satu gol.
Sementara, kubu Persiwa kecewa karena kebobolan melalui gol berbau offside. Disiplin dalam bertahan yang diperagakan anak asuh Subangkit harus buyar karena gol Sunarto dari dalam kotak pinalti. Walau pemain Persiwa bereaksi atas gol itu, wasit tetap pada keputusannya.
"Pemain saya melihat gol itu offside karena pemain yang mencetak gol terlambat turun. Tapi terlepas dari hasil pertandingan, kami sudah maksimal dan kalah 1-0 bukan hasil buruk jika mengingat lawan kami adalah tuan rumah Arema," cetus Subangkit, pelatih asal Pasuruan.
Subangkit mengakui pihaknya menerapkan pola negatif karena nyaris mustahil menghadapi Arema dengan permainan terbuka. Dengan hasil ini, Persiwa hanya mengantongi satu angka dari tiga laga, sementara Arema mengoleksi tujuh angka.
Kemenangan itu pun diwarnai kontroversi karena Sunarto dalam posisi offside kala menerima bola dari Qischil Gandruminny sebelum menceploskan bola ke jala Persiwa. Hasil ini membuat langkah Arema menjadi juara grup menipis dan ditentukan laga antara Persipura Jayapura kontra Persela Lamongan malam harinya.
Arema FC mengalami antiklimaks jika melihat progres di tiga laga IIC 2012. Tampil lumayan di laga perdana kontra Persela Lamongan, Singo Edan mengalami penurunan kualitas kala ditahan Persipura Jayapura. Menang 1-0 saat tim butuh banyak gol lawan Persiwa sama sekali tak memuaskan bagi suporter Aremania.
Menguasai penuh jalannya pertandingan, lini depan tuan rumah kehilangan sentuhan terbaiknya. Walau berkali-kali mengancam gawang Persiwa, tidak ada satu gol pun tercipta sepanjang babak pertama. Terlihat tuntutan mencetak banyak gol menjadi tekanan tersendiri bagi Kayamba Gumbs dkk.
Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Rahmad 'RD' Darmawan kurang diterjemahkan dengan baik. Itu juga dipengaruhi rotasi yang dilakukan RD dengan memasang Joko Sasongko dan Purwaka Yudhi sebagai gelandang bertahan. Tiga gelandang serang yang mendukung Alberto Goncalves juga tak maksimal.
Lini kedua ini dihuni Qischil Gandrumminy, Engelbert Sani serta Keith Kayamba Gumbs. Rotasi terpaksa dilakukan karena kondisi pemain yang telah tampil di dua laga sebelumnya tidak dalam kondisi sempurna.
"Sebagian pemain kecapekan sehingga tidak fit untuk bermain. Skenario kami menguasai permainan sudah sesuai rencana, kecuali dalam hal penyelesaian. Idealnya kami bisa mencetak lebih dari tiga gol jika saja penyelesaian tidak buruk," cetus pelatih Arema Rahmad Darmawan seusai laga.
Tekanan juga dirasakan timnya karena harus menang besar, sedangkan kubu Persiwa relatif tenang karena tidak ada tekanan sama sekali. RD juga memuji pertahanan serta aksi kiper Persiwa M Yasir yang sangat solid menjaga pertahanan sekaligus hanya kebobolan satu gol.
Sementara, kubu Persiwa kecewa karena kebobolan melalui gol berbau offside. Disiplin dalam bertahan yang diperagakan anak asuh Subangkit harus buyar karena gol Sunarto dari dalam kotak pinalti. Walau pemain Persiwa bereaksi atas gol itu, wasit tetap pada keputusannya.
"Pemain saya melihat gol itu offside karena pemain yang mencetak gol terlambat turun. Tapi terlepas dari hasil pertandingan, kami sudah maksimal dan kalah 1-0 bukan hasil buruk jika mengingat lawan kami adalah tuan rumah Arema," cetus Subangkit, pelatih asal Pasuruan.
Subangkit mengakui pihaknya menerapkan pola negatif karena nyaris mustahil menghadapi Arema dengan permainan terbuka. Dengan hasil ini, Persiwa hanya mengantongi satu angka dari tiga laga, sementara Arema mengoleksi tujuh angka.
(aww)