Persib butuh konsentrasi ekstra
Kamis, 13 Desember 2012 - 13:06 WIB
Persib butuh konsentrasi ekstra
A
A
A
Sindonews.com – Persib Bandung harus mengubah rencana. Perubahan sistem pertandingan semifinal Inter Island Cup (IIC) 2012 dari home and away menjadi knockout, sudah cukup membuat pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman harus putar otak.
Dengan sistem knockout, Persib maupun Persisam Samarinda, yang bakal saling berhadapan di semifinal, hanya memiliki satu kesempatan untuk memastikan diri ke final. Jika kalah tak ada kesempatan kedua untuk membalas dan membalikkan keadaan seperti yang lazim terjadi pada pertandingan dengan menggunakan sistem home and away.
Djanur --panggilan akrab Djadjang Nurdjaman--, bukan tanpa menyadari tantangan tersebut. Dengan sistem pertandingan seperti itu, konsentrasi ekstra dibutuhkan sebuah tim untuk mendapatkan hasil maksimal. “Tekanannya sudah pasti lebih tinggi, karena digelar hanya sekali sehingga menuntut konsentrasi lebih dari para pemain,” ucap Djanur, Kamis (13/12).
Eks pelatih Pelita Jaya U-21 itu, mengharapkan, Atep dkk tetap bisa bermain rileks tanpa harus memikul beban berat. Ia kembali mengingatkan jika inti atau tujuan yang ingin dicapai Persib di turnamen IIC 2012 ini, lebih difokuskan pada upaya mematangkan kolektivitas tim. “Target utama kita tetap kompetisi Liga (ISL). Inter Island ini kan bisa dikatakan tak lebih dari pertandingan uji coba pra musim. Hanya saja bobotnya memang lebih berat dibandingkan pertandingan uji coba yang biasanya kita jalani dengan tim lokal,” tandasnya.
Meski begitu, Djanur mengharapkan pasukannya bisa menunjukkan kualitas permainan minimal sama baiknya seperti saat menjalani laga penyisihan Grup B. “Kalau bisa ada peningkatan dibandingkan saat penyisihan lalu. Persisam posisinya sama dengan kita, sama-sama sudah masuk kategori favorit. Jadi pertandingan nanti akan sangat menarik."
Duel semifinal Persib melawan Persisam sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan di tempat netral, tepatnya Stadion Manahan, Solo. Namun, tanggal pelaksanaannya masih tentatif karena erat kaitannya dengan izin dari pihak Kepolisian. PT Liga sendiri sudah menetapkan semifinal dilaksanakan pada 16 Desember, namun penetapan tanggal tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu.
Sementara itu, Manajer Persib, Umuh Muchtar, berharap turnamen IIC 2012 tetap bisa diselenggarakan hingga tuntas. Umuh khawatir ancaman sanksi FIFA bakal mempengaruhi penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Indonesia. Termasuk turnamen IIC 2012 yang tengah berjalan.
Persoalaan yang terjadi di sepak bola Indonesia rencananya akan dibawa pada sidang tahunan FIFA di Tokyo, Jumat (14/12). Indonesia terancam mendapatkan sanksi berat dari FIFA, karena hingga kini pihak-pihak yang berkonflik tak kunjung berdamai. Dari sekian banyak ancaman hukuman yang bakal dijatuhkan. Salah satunya adalah ancaman larangan menggelar kompetisi sepak bola profesional di dalam negeri.
“Saya harapkan kalaupun terkena sanksi, FIFA tak menjatuhkan hukuman berat. Sepak bola Indonesia harus tetap berjalan, termasuk kompetisinya, baik Inter Island yang saat ini sedang berjalan maupun ISL. Masyarakat kita sangat membutuhkan hiburan dan sepak bola merupakan hiburan rakyat yang tak pernah terpisahkan dari kehidupan masyarakat,” tandas Umuh.
Dengan sistem knockout, Persib maupun Persisam Samarinda, yang bakal saling berhadapan di semifinal, hanya memiliki satu kesempatan untuk memastikan diri ke final. Jika kalah tak ada kesempatan kedua untuk membalas dan membalikkan keadaan seperti yang lazim terjadi pada pertandingan dengan menggunakan sistem home and away.
Djanur --panggilan akrab Djadjang Nurdjaman--, bukan tanpa menyadari tantangan tersebut. Dengan sistem pertandingan seperti itu, konsentrasi ekstra dibutuhkan sebuah tim untuk mendapatkan hasil maksimal. “Tekanannya sudah pasti lebih tinggi, karena digelar hanya sekali sehingga menuntut konsentrasi lebih dari para pemain,” ucap Djanur, Kamis (13/12).
Eks pelatih Pelita Jaya U-21 itu, mengharapkan, Atep dkk tetap bisa bermain rileks tanpa harus memikul beban berat. Ia kembali mengingatkan jika inti atau tujuan yang ingin dicapai Persib di turnamen IIC 2012 ini, lebih difokuskan pada upaya mematangkan kolektivitas tim. “Target utama kita tetap kompetisi Liga (ISL). Inter Island ini kan bisa dikatakan tak lebih dari pertandingan uji coba pra musim. Hanya saja bobotnya memang lebih berat dibandingkan pertandingan uji coba yang biasanya kita jalani dengan tim lokal,” tandasnya.
Meski begitu, Djanur mengharapkan pasukannya bisa menunjukkan kualitas permainan minimal sama baiknya seperti saat menjalani laga penyisihan Grup B. “Kalau bisa ada peningkatan dibandingkan saat penyisihan lalu. Persisam posisinya sama dengan kita, sama-sama sudah masuk kategori favorit. Jadi pertandingan nanti akan sangat menarik."
Duel semifinal Persib melawan Persisam sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan di tempat netral, tepatnya Stadion Manahan, Solo. Namun, tanggal pelaksanaannya masih tentatif karena erat kaitannya dengan izin dari pihak Kepolisian. PT Liga sendiri sudah menetapkan semifinal dilaksanakan pada 16 Desember, namun penetapan tanggal tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu.
Sementara itu, Manajer Persib, Umuh Muchtar, berharap turnamen IIC 2012 tetap bisa diselenggarakan hingga tuntas. Umuh khawatir ancaman sanksi FIFA bakal mempengaruhi penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Indonesia. Termasuk turnamen IIC 2012 yang tengah berjalan.
Persoalaan yang terjadi di sepak bola Indonesia rencananya akan dibawa pada sidang tahunan FIFA di Tokyo, Jumat (14/12). Indonesia terancam mendapatkan sanksi berat dari FIFA, karena hingga kini pihak-pihak yang berkonflik tak kunjung berdamai. Dari sekian banyak ancaman hukuman yang bakal dijatuhkan. Salah satunya adalah ancaman larangan menggelar kompetisi sepak bola profesional di dalam negeri.
“Saya harapkan kalaupun terkena sanksi, FIFA tak menjatuhkan hukuman berat. Sepak bola Indonesia harus tetap berjalan, termasuk kompetisinya, baik Inter Island yang saat ini sedang berjalan maupun ISL. Masyarakat kita sangat membutuhkan hiburan dan sepak bola merupakan hiburan rakyat yang tak pernah terpisahkan dari kehidupan masyarakat,” tandas Umuh.
(nug)