Dukungan spesial untuk Laskar Wong Kito di Solo
Kamis, 13 Desember 2012 - 22:13 WIB
Dukungan spesial untuk Laskar Wong Kito di Solo
A
A
A
Sindonews.com - Sriwijaya FC (SFC) bakal mendapatkan sutikan motivasi tambahan saat menghadapi Arema Indonesia di Stadion Manahan, Solo, pada semifinal Inter Island Cup (IIC) Minggu (16/12) nanti.
Kota Solo merupakan daerah yang tidak asing bagi Laskar Wong Kito --julukan SFC. Sang nakhoda SFC, Kas Hartadi berasal dari Kota Batik tersebut. Bukan hanya saat menukangi SFC saja, namun citra dan dukungan warga Solo kepada Kas Hartadi sudah melekat, sejak dirinya masih aktif menjadi pemain di Kramayudha Tiga Berlian di zaman Galatama, diera 1980an.
Menurut Kas, masyarakat Solo selalu menyambut baik ketika SFC bermain dan melakukan pusat latihan di sana. Bahkan, ada sebagian masyarakat Solo yang menjadi pendukung Laskar Wong Kito sendiri. ''Di sini (Solo) juga banyak yang mencintai SFC dan memang asal saya ya dari sini. Makanya ini bisa menjadi satu keuntungan tersendiri bagi SFC,” ujarnya.
Apa yang diucapkan Kas tersebut, mungkin saja bisa menambah semangat bermain untuk Ponaryo Astaman dan kawan-kawan. Karena selama bermain di Stadion Gelora Sriwijaya yang notabene markas besar Wong Kito. Tapi, seperti bermain dikandang lawan. Tidak ada dukungan dan nyanyian-nyanyian suporter untuk memotivasi kerja Ferry Rotinsulu dari pinggir gawang. Itu karena, komunitas suporter SFC masih di bekukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Jadi, saat SFC bermain di Solo nanti, tidak akan ada pembekuan suporter seperti yang terjadi di Stadion Gelora Sriwijaya. Karena pembekuan komunitas tersebut hanya diberlakukan di daerah wilayah hukum Polresta Palembang.
Siapa pun suporter, apakah itu dari masyarakat Solo atau suporter SFC sendiri yang datang langsung dari Palembang, bisa menyaksikan SFC dengan semua atribut dan nyanyian kebesaran mereka.
Menanggapi soal tersebut, Ketua Singa Mania Dedi Pranata, menuturkan, bahwa Singa Mania sendiri tetap akan mengirim suporter untuk memberikan dukungan perjuangan SFC, saat menghadapi Arema nanti.
''Dengan tidak adanya pembekuan suporter saat bertanding di Solo nanti, tentu kami memastikan diri akan lebih all-out mendampingi SFC,” tuturnya, seraya menambahkan sudah cukup rindu dengan atribut-atribut kebesaran Singa Mania di stadion manapun, saat Wong Kito bermain selama 90 menit di lapangan
Kota Solo merupakan daerah yang tidak asing bagi Laskar Wong Kito --julukan SFC. Sang nakhoda SFC, Kas Hartadi berasal dari Kota Batik tersebut. Bukan hanya saat menukangi SFC saja, namun citra dan dukungan warga Solo kepada Kas Hartadi sudah melekat, sejak dirinya masih aktif menjadi pemain di Kramayudha Tiga Berlian di zaman Galatama, diera 1980an.
Menurut Kas, masyarakat Solo selalu menyambut baik ketika SFC bermain dan melakukan pusat latihan di sana. Bahkan, ada sebagian masyarakat Solo yang menjadi pendukung Laskar Wong Kito sendiri. ''Di sini (Solo) juga banyak yang mencintai SFC dan memang asal saya ya dari sini. Makanya ini bisa menjadi satu keuntungan tersendiri bagi SFC,” ujarnya.
Apa yang diucapkan Kas tersebut, mungkin saja bisa menambah semangat bermain untuk Ponaryo Astaman dan kawan-kawan. Karena selama bermain di Stadion Gelora Sriwijaya yang notabene markas besar Wong Kito. Tapi, seperti bermain dikandang lawan. Tidak ada dukungan dan nyanyian-nyanyian suporter untuk memotivasi kerja Ferry Rotinsulu dari pinggir gawang. Itu karena, komunitas suporter SFC masih di bekukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Jadi, saat SFC bermain di Solo nanti, tidak akan ada pembekuan suporter seperti yang terjadi di Stadion Gelora Sriwijaya. Karena pembekuan komunitas tersebut hanya diberlakukan di daerah wilayah hukum Polresta Palembang.
Siapa pun suporter, apakah itu dari masyarakat Solo atau suporter SFC sendiri yang datang langsung dari Palembang, bisa menyaksikan SFC dengan semua atribut dan nyanyian kebesaran mereka.
Menanggapi soal tersebut, Ketua Singa Mania Dedi Pranata, menuturkan, bahwa Singa Mania sendiri tetap akan mengirim suporter untuk memberikan dukungan perjuangan SFC, saat menghadapi Arema nanti.
''Dengan tidak adanya pembekuan suporter saat bertanding di Solo nanti, tentu kami memastikan diri akan lebih all-out mendampingi SFC,” tuturnya, seraya menambahkan sudah cukup rindu dengan atribut-atribut kebesaran Singa Mania di stadion manapun, saat Wong Kito bermain selama 90 menit di lapangan
(aww)