Target balas Arema, SFC harus kuasai lini tengah
Kamis, 13 Desember 2012 - 22:39 WIB
Target balas Arema, SFC harus kuasai lini tengah
A
A
A
Sindonews.com - Sriwijaya FC (SFC) harus mampu mengatasi gaya permainan cepat musuh saat menghadapi kekuatan besar Arema Indonesia pada semifinal turnamen Inter Island Cup nanti. Selain ingin menebus kekalahan 0-1 saat uji coba di Stadion Kanjuruhan, Malang, Laskar Wong Kito-julukan SFC, pun tetap ingin memburu target ke final.
Terlepas dari hasil pertemuan kedua tim ini, tetap esensi dari hasil pertandingan tersebut kembali bermuara pada sebuah hasil uji coba. Namun, manajemen dari masing-masing tim tidak ingin kehilangan muka dan menjaga gengsi untuk para pendukungnya. Singo Edan-julukan Arema, jelas-jelas ingin meruntuhkan SFC di tanah Jawa, sedangkan Wong Kito sendiri tak ingin predikat sebagai juara bertahan ISL dilecehkan dengan mudah.
Menurut pelatih kepala SFC, kas Hartadi, walaupun belum diketahui secara pasti kapan jadwal semifinal IIC ini berlangsung, dirinya sudah mengkalkulasi apa yang harus dilakukan anak asuhnya dan bagaimana mengantisipasi kekuatan pasukan Rahmad Darmawan.
''Akan ada perubahan saat menghadai mereka (Arema) nanti. Karena kita tahu, bahwa kekuatan Arema sangat menonjol di barisan tengah dan kukuhnya pertahanan, di situlah letak kekuatan mereka,” ujarnya.
Bagi kas Hartadi, trisula lini depan Arema yang bermaterikan Keith Gerome ‘Kayamba’ Gumbs, Greg Nwokolo dan Alberto ‘Beto’ Gonzalves, menjadi catatan khusus. Hanya saja, untuk mengantisipasi gelombang serangan dan pergerakan dari tiga pemain tersebut, Kas menyatakan kalau semua pemain belakangnya mutlak harus disiplin.
''Saya sudah lihat bagaimana permainan Arema pada tiga pertandingan di penyisihan grup kemarin. Memang, selain harus sabar pemain belakang juga harus disiplin,” tandasnya.
Mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini menuturkan, khusus untuk dua wing back SFC nanti diinstruksikannya untuk lebih dominan menjaga area vital dan melindungi bola agar tidak sampai mengancam Ferry Rotinsulu. “Kita tetap menyerang dan tampil agresif, namun untuk pemain belakang, 60% mereka harus konsentrasi menjaga pertahanan dan 40% membantu menyerang,” tukasnya.
Taufik Kasrun dan Diogo Santos, merupakan dua algojo yang diproyeksikan untuk rajin melakukan manuver kejantung pertahanan Arema. Selain itu, tiga pemain tengah seperti Ponaryo Astaman, Ali Khadaffi dan Sultan Samma, harus menguasai lapangan tengah.
''Ini tugas yang berat, tapi kami harus melewati Arema. Ada celah di lini tengah Arema yang bisa kami kuasai, tapi sekali lagi semua tidak akan mudah,” ucapnya lagi.
Sementara Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, menambahkan, kesempatan SFC untuk membalas kekalahan saat uji coba di Kanjuruhan Malang beberapa waktu lalu, tetap terbuka. Karena pada semifinal nanti, kedua tim akan bermain di tempat netral, yakni di Stadion Manahan Solo.
''Sekarang tinggal bagaimana spirit dari semua permain untuk memenangkan pertandingan. Karena dari awal target kita adalah juara dan (semifinal) nanti kami akan bermain di tempat netral, jadi kesempatan itu tetap ada,” pungkasnya
Terlepas dari hasil pertemuan kedua tim ini, tetap esensi dari hasil pertandingan tersebut kembali bermuara pada sebuah hasil uji coba. Namun, manajemen dari masing-masing tim tidak ingin kehilangan muka dan menjaga gengsi untuk para pendukungnya. Singo Edan-julukan Arema, jelas-jelas ingin meruntuhkan SFC di tanah Jawa, sedangkan Wong Kito sendiri tak ingin predikat sebagai juara bertahan ISL dilecehkan dengan mudah.
Menurut pelatih kepala SFC, kas Hartadi, walaupun belum diketahui secara pasti kapan jadwal semifinal IIC ini berlangsung, dirinya sudah mengkalkulasi apa yang harus dilakukan anak asuhnya dan bagaimana mengantisipasi kekuatan pasukan Rahmad Darmawan.
''Akan ada perubahan saat menghadai mereka (Arema) nanti. Karena kita tahu, bahwa kekuatan Arema sangat menonjol di barisan tengah dan kukuhnya pertahanan, di situlah letak kekuatan mereka,” ujarnya.
Bagi kas Hartadi, trisula lini depan Arema yang bermaterikan Keith Gerome ‘Kayamba’ Gumbs, Greg Nwokolo dan Alberto ‘Beto’ Gonzalves, menjadi catatan khusus. Hanya saja, untuk mengantisipasi gelombang serangan dan pergerakan dari tiga pemain tersebut, Kas menyatakan kalau semua pemain belakangnya mutlak harus disiplin.
''Saya sudah lihat bagaimana permainan Arema pada tiga pertandingan di penyisihan grup kemarin. Memang, selain harus sabar pemain belakang juga harus disiplin,” tandasnya.
Mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini menuturkan, khusus untuk dua wing back SFC nanti diinstruksikannya untuk lebih dominan menjaga area vital dan melindungi bola agar tidak sampai mengancam Ferry Rotinsulu. “Kita tetap menyerang dan tampil agresif, namun untuk pemain belakang, 60% mereka harus konsentrasi menjaga pertahanan dan 40% membantu menyerang,” tukasnya.
Taufik Kasrun dan Diogo Santos, merupakan dua algojo yang diproyeksikan untuk rajin melakukan manuver kejantung pertahanan Arema. Selain itu, tiga pemain tengah seperti Ponaryo Astaman, Ali Khadaffi dan Sultan Samma, harus menguasai lapangan tengah.
''Ini tugas yang berat, tapi kami harus melewati Arema. Ada celah di lini tengah Arema yang bisa kami kuasai, tapi sekali lagi semua tidak akan mudah,” ucapnya lagi.
Sementara Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, menambahkan, kesempatan SFC untuk membalas kekalahan saat uji coba di Kanjuruhan Malang beberapa waktu lalu, tetap terbuka. Karena pada semifinal nanti, kedua tim akan bermain di tempat netral, yakni di Stadion Manahan Solo.
''Sekarang tinggal bagaimana spirit dari semua permain untuk memenangkan pertandingan. Karena dari awal target kita adalah juara dan (semifinal) nanti kami akan bermain di tempat netral, jadi kesempatan itu tetap ada,” pungkasnya
(aww)