Laporta: Guardiola sengaja dibiarkan pergi
Jum'at, 14 Desember 2012 - 23:51 WIB
Laporta: Guardiola sengaja dibiarkan pergi
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Presiden Barcelona Joan Laporta mengklaim penggantinya Sandro Rosell sengaja membiarkan Pep Guardiola untuk meninggalkan Camp Nou pada akhir musim lalu. Guardiola yang setelah memutuskan untuk meninggalkan posisinya, memilih cuti dari dunia kepelatihan selama setahun dan Laporta yakin seharusnya kepergian Guardiola tidak perlu terjadi jika presiden Barcelona dan jajaran direksi terkini berusaha lebih keras meyakinkannya.
"Dewan direksi saat ini bisa melakukan lebih banyak lagi untuk meyakinkannya agar bertahan. Kepergian Guardiola disebabkan kelalaian yang disengaja," terang Laporta yang mempromosikan Guardiola menukangi tim senior sejak 2008 silam seperti dilansir Soccerway, Jumat (14/12/2012).
Selain itu ia juga mengomentari tentang keputusan klub yang belum lama ini menyepakati kontrak sponsor dengan Qatar Airways, yang ia yakin keputusan tersebut bukan kepentingan yang terbaik bagi klub asal Catalan itu.
“Banyak kebohongan yang disampaikan untuk mencapai titik sekarang ini. Soal apakah itu merupakan kesepakatan terbaik tergantung dari apakah klub membutuhkan uangnya. Tapi kenyataannya adalah Barcelona sebagai sebuah klub dengan keputusan-keputusan seperti ini, mulai kehilangan nilai solidaritas mereka,” sambungnya.
"Dewan direksi saat ini bisa melakukan lebih banyak lagi untuk meyakinkannya agar bertahan. Kepergian Guardiola disebabkan kelalaian yang disengaja," terang Laporta yang mempromosikan Guardiola menukangi tim senior sejak 2008 silam seperti dilansir Soccerway, Jumat (14/12/2012).
Selain itu ia juga mengomentari tentang keputusan klub yang belum lama ini menyepakati kontrak sponsor dengan Qatar Airways, yang ia yakin keputusan tersebut bukan kepentingan yang terbaik bagi klub asal Catalan itu.
“Banyak kebohongan yang disampaikan untuk mencapai titik sekarang ini. Soal apakah itu merupakan kesepakatan terbaik tergantung dari apakah klub membutuhkan uangnya. Tapi kenyataannya adalah Barcelona sebagai sebuah klub dengan keputusan-keputusan seperti ini, mulai kehilangan nilai solidaritas mereka,” sambungnya.
(akr)