UEFA pertimbangkan tambahan sanksi untuk Serbia
Sabtu, 15 Desember 2012 - 02:23 WIB
UEFA pertimbangkan tambahan sanksi untuk Serbia
A
A
A
Sindonews.com – Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) melalui presidennya, Michel Platini, tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk meningkatkan sanksi dan denda yang dikenakan pada Serbia terkait kekerasan sekaligus tuduhan melanggar rasisme, dalam kualifikasi U-21 Piala Eropa 2013.
Menurut The Mirror, Sabtu (15/12), dari sumber terpercaya UEFA, Platini menyatakan telah mempelajari sanksi yang telah dikeluarkan sebelumnya dan akan membuat keputusan akhir setelah sekembalinya dari Jepang minggu depan.
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden itu terjadi saat peluit akhir laga antara timnas Serbia U-21 dan timnas U-21 Inggris dibunyikan pada Oktober lalu. Beberapa pemain Inggris mengklaim bahwa mereka telah mendapat perlakuan rasis oleh fans Serbia, yang mengarah ke perkelahian massal antara kedua pemain dan pelatih.
Akibat insiden memalukan tersebut, empat pemain Serbia telah mendapat larangan bermain, dan kedua staff pelatih Serbia, Andreja Milunovic (pelatih fisik) dan Predrag Katic (asisten pelatih), lebih berat lagi yakni tidak boleh aktif di dunia sepak bola Serbia selama dua tahun. Tidak hanya itu, UEFA juga memberikan denda sebesar USD80.000.
Sementara itu, dua pemain tim nasional Inggris U-21 juga mendapatkan sanksi dari UEFA. Mereka adalah Steven Caulker (dua pertandingan) dan Thomas Ince (satu pertandingan), atas perilaku mereka dalam perkelahian tersebut
Sebenarnya banyak pihak yang kecewa dengan keputusan UEFA yang dianggap terlalu ringan memberikan sanksi kepada Serbia. Bahkan, ketua gerakan "Kick It Out", Lord Herman Ouseley, dengan tegas menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghilangkan rasialisme dari sepak bola , serta memberikan hukuman seberat-beratnya bagi yang melanggarnya.
Menurut The Mirror, Sabtu (15/12), dari sumber terpercaya UEFA, Platini menyatakan telah mempelajari sanksi yang telah dikeluarkan sebelumnya dan akan membuat keputusan akhir setelah sekembalinya dari Jepang minggu depan.
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden itu terjadi saat peluit akhir laga antara timnas Serbia U-21 dan timnas U-21 Inggris dibunyikan pada Oktober lalu. Beberapa pemain Inggris mengklaim bahwa mereka telah mendapat perlakuan rasis oleh fans Serbia, yang mengarah ke perkelahian massal antara kedua pemain dan pelatih.
Akibat insiden memalukan tersebut, empat pemain Serbia telah mendapat larangan bermain, dan kedua staff pelatih Serbia, Andreja Milunovic (pelatih fisik) dan Predrag Katic (asisten pelatih), lebih berat lagi yakni tidak boleh aktif di dunia sepak bola Serbia selama dua tahun. Tidak hanya itu, UEFA juga memberikan denda sebesar USD80.000.
Sementara itu, dua pemain tim nasional Inggris U-21 juga mendapatkan sanksi dari UEFA. Mereka adalah Steven Caulker (dua pertandingan) dan Thomas Ince (satu pertandingan), atas perilaku mereka dalam perkelahian tersebut
Sebenarnya banyak pihak yang kecewa dengan keputusan UEFA yang dianggap terlalu ringan memberikan sanksi kepada Serbia. Bahkan, ketua gerakan "Kick It Out", Lord Herman Ouseley, dengan tegas menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghilangkan rasialisme dari sepak bola , serta memberikan hukuman seberat-beratnya bagi yang melanggarnya.
(nug)