Dewi Fortuna sayang Persibo
Sabtu, 15 Desember 2012 - 14:41 WIB
Dewi Fortuna sayang Persibo
A
A
A
Sindonews.com - Persibo Bojonegoro tampaknya menjadi klub kesayangan Dewi Fortuna. Bagaimana tidak, untuk kesekian kalinya klub asal Kota Ledre tersebut mendapat keberuntungan terkait keikutsertaan di AFC Cup 2013. Persibo bernafas lega setelah FIFA tidak memberikan sanksi kepada sepakbola Indonesia.
Padahal, jika FIFA memberikan sanksi, maka Indonesia dipastikan tidak bisa bermain di ajang internasional termasuk AFC Cup. Itu juga berarti Persibo batal bermain di event kasta kedua antar klub Asia tersebut. Sebelumnya klub kesayangan Boromania juga dua kali diuntungkan.
Keberuntungan pertama adalah ketika Persibo diragukan tampil di level Asia karena klub-klub Indonesia mencatat skor minim sebagai klub profesional. Nyatanya, Indonesia masih diperbolehkan mengikuti AFC Cup dan diwakili Semen Padang (juara IPL) dan Persibo (juara Piala Indonesia).
Keberuntungan kedua adalah tidak ikutnya klub Australia di kompetisi level ini. Absennya Negeri Kanguru membuat Persibo mendapatkan free pass ke fase grup, sedangkan sebelumnya Laskar Angling Dharma diputuskan mengikuti babak play off terlebih dulu.
“Saya rasa ini keberuntungan yang luar biasa dan sudah jalannya Persibo bermain di AFC Cup. Semoga FIFA seterusnya tidak memberikan sanksi sehingga kami bisa mendapatkan kesempatan bermain di AFC Cup,” tutur Manajer Persibo Bojonegoro Nur Yahya.
Kendati lega dengan tidak adanya sanksi, Persibo belum bisa bernafas lega. Sebab FIFA masih memberikan waktu hingga Maret 2013 kepada PSSI-KPSI untuk menyelesaikan konflik. Belum jelas apakah FIFA bakal membatalkan keikutsertaan Persibo di AFC Cup jika masalah sepakbola Indonesia belum juga diselesaikan hingga Maret 2013.
Persibo bakal memulai perjalanan di level Asia pada 5 Maret 2013 dengan pertandingan tandang ke markas Yangon United. Pertandingan kedua baru dilaksanakan di kandang menghadapi New Radiant, Maldives. Apa pun yang bakal terjadi nanti, Persibo tetap bekal mempersiapkan diri semaksimal mungkin.
“Pastinya kami masih tetap bermain di AFC Cup. Jadi Persibo akan mempersiapkan sebaik mungkin, termasuk kelengkapan fasilitas. Kami yakin dalam rentang waktu sebelum Maret semuanya sudah bisa dipersiapkan, baik tim maupun infrastruktur,” ungkap Nur Yahya.
Infratsruktur mungkin masih relatif gampang disiasati, misalnya penginapan pemain maupun kesiapan venue atau stadion. Soal penginapan, Persibo bisa menginapkan tim tamu di Surabaya, karena tidak adanya hotel berbintang empat atau lima di Bojonegoro. Soal stadion bisa disiasati dengan menyewa.
Persoalan sebenarnya justru pada kesiapan tim. Menghadapi tiga kompetisi musim depan, Persibo tidak menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Jangankan membentuk tim, pemilihan pelatih saja belum tuntas karena persoalan dana. Ya, Persibo belum memiliki modal untuk membangun tim karena dana dari konsorsium belum cair. Untuk faktor yang satu ini Persibo bisa dibilang sial.
Padahal, jika FIFA memberikan sanksi, maka Indonesia dipastikan tidak bisa bermain di ajang internasional termasuk AFC Cup. Itu juga berarti Persibo batal bermain di event kasta kedua antar klub Asia tersebut. Sebelumnya klub kesayangan Boromania juga dua kali diuntungkan.
Keberuntungan pertama adalah ketika Persibo diragukan tampil di level Asia karena klub-klub Indonesia mencatat skor minim sebagai klub profesional. Nyatanya, Indonesia masih diperbolehkan mengikuti AFC Cup dan diwakili Semen Padang (juara IPL) dan Persibo (juara Piala Indonesia).
Keberuntungan kedua adalah tidak ikutnya klub Australia di kompetisi level ini. Absennya Negeri Kanguru membuat Persibo mendapatkan free pass ke fase grup, sedangkan sebelumnya Laskar Angling Dharma diputuskan mengikuti babak play off terlebih dulu.
“Saya rasa ini keberuntungan yang luar biasa dan sudah jalannya Persibo bermain di AFC Cup. Semoga FIFA seterusnya tidak memberikan sanksi sehingga kami bisa mendapatkan kesempatan bermain di AFC Cup,” tutur Manajer Persibo Bojonegoro Nur Yahya.
Kendati lega dengan tidak adanya sanksi, Persibo belum bisa bernafas lega. Sebab FIFA masih memberikan waktu hingga Maret 2013 kepada PSSI-KPSI untuk menyelesaikan konflik. Belum jelas apakah FIFA bakal membatalkan keikutsertaan Persibo di AFC Cup jika masalah sepakbola Indonesia belum juga diselesaikan hingga Maret 2013.
Persibo bakal memulai perjalanan di level Asia pada 5 Maret 2013 dengan pertandingan tandang ke markas Yangon United. Pertandingan kedua baru dilaksanakan di kandang menghadapi New Radiant, Maldives. Apa pun yang bakal terjadi nanti, Persibo tetap bekal mempersiapkan diri semaksimal mungkin.
“Pastinya kami masih tetap bermain di AFC Cup. Jadi Persibo akan mempersiapkan sebaik mungkin, termasuk kelengkapan fasilitas. Kami yakin dalam rentang waktu sebelum Maret semuanya sudah bisa dipersiapkan, baik tim maupun infrastruktur,” ungkap Nur Yahya.
Infratsruktur mungkin masih relatif gampang disiasati, misalnya penginapan pemain maupun kesiapan venue atau stadion. Soal penginapan, Persibo bisa menginapkan tim tamu di Surabaya, karena tidak adanya hotel berbintang empat atau lima di Bojonegoro. Soal stadion bisa disiasati dengan menyewa.
Persoalan sebenarnya justru pada kesiapan tim. Menghadapi tiga kompetisi musim depan, Persibo tidak menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Jangankan membentuk tim, pemilihan pelatih saja belum tuntas karena persoalan dana. Ya, Persibo belum memiliki modal untuk membangun tim karena dana dari konsorsium belum cair. Untuk faktor yang satu ini Persibo bisa dibilang sial.
(wbs)