Libas Arema, optimisme juara Sriwijaya FC membara
Senin, 17 Desember 2012 - 14:16 WIB
Libas Arema, optimisme juara Sriwijaya FC membara
A
A
A
Sindonews.com - Optimisme Sriwijaya FC (SFC) membuncah setelah melibas Arema Indonesia di semifinal Inter Island Cup (IIC), Minggu malam (16/12). Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu makin yakin mampu menjuarai ajang pramusim Indonesia Super League (ISL) itu.
Keyakinan SFC meninggi karena lawan yang mereka hadapi di final nanti adalah tim asal Kalimantan Persisam Samarinda. Dari kacamata manajemen SFC, kekuatan tim berjuluk Elang Borneo ini masih dibawah permainan Arema Indonesia.
''Kami bukan meremehkan kekuatan Persisam, tapi semua orang tahu bagaimana kekuatan Arema. Kami bisa mengalahkan pemain yang bertabur bintang. Sekarang kami lebih optimistis meraih juara, tanpa mengesampingkan Persisam,” ungkap Direktur Teknik PT Sriwijaya optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, saat ditemui dipembukaan Kejuaraan Daerah Sepak Takraw antar SMA se-Sumsel, Senin (17/12).
Menurut Hendri, cara Persisam Samarinda bermain di semifinal kemarin hampir sama dengan SFC, karena sama-sama mengalahkan tim yang memiliki banyak bintang. Mereka banyak memiliki pemain muda dan sangat ngotot. ''Terlepas dari rasa optimistis, saya berharap semua pemain SFC bisa lebih meningkatkan permainan. Karena Persisam pun akan melakukan hal yang sama untuk menjadi juara,” katanya.
Namun untuk bisa mewujudkan target juara tersebut, pelatih kepala SFC Kas Hartadi harus bisa memberikan waktu recovery dan latihan yang seimbang. Mengingat, beberapa pemain utama yang tampil pada semifinal kemarin, terkena masalah cidera.
Seperti Sultan Samma yang mengalami memar di paha kanan, setelah dijegal penjaga gawang Arema, Kurnia Mega. Kemudian gelandang asing Ali Khadaffi, juga bermasalah dengan lututnya. ''Saya sudah lihat bagaimana cidera yang dialami Sultan Samma dan Khadaffi. Tapi mudah-mudahan mereka bisa tampil di final nanti,” ucapnya.
Setelah tiba di Palembang, Kas juga tetap membawa anak asuhnya ke Stadion Gelora Sriwijaya,untuk kembali melanjutkan evaluasi dari hasil pertandingan tersebut. Terutama pada ketenangan, kesabaran dan finishing touch. ''Jelas ada recovery, tapi semua pemain harus tetap bisa menjaga cara mereka bermain, itu akan kita biasakan pada latihan nanti,” ujarnya.
Mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini, membocorkan rahasia permainan Ponaryo Astaman dan kawan-kawan, yang mampu bermain prima selama 90 menit, saat menjegal Arema Indonesia. Hal yang terus ditekankan Kas kepada pemainnya adalah untuk menikmati permain tersebut dan bermain selepas mungkin.
''Sesaat sebelum pertandingan dimulai pun, saya terus katakan mereka harus enjoy dan bermain lepas. Tapi mereka harus tetap bertanggung jawab dan konsentrasi,” tandasnya.
Pria asal Solo itu juga tak lupa berterima kasih pada kerja keras yang dipertontonkan anak asuhnya selama pertandingan berjalan. Karena, semua instruksi yang diberikannya kepada pemain bisa diterjemahkan pemain-pemain tersebut dengan baik.
''Mereka bermain dengan lepas dan apa yang saya instruksikan langsung diterapkan di lapangan. Ini sebenarnya bukan mudah dilakukan, mengingat lawan yang kita hadapi itu Arema. Tapi ketika saya perintahkan untuk mematikan pergerakan Kayamba, Beto dan Egi Melgiansyah, mereka bisa,” pungkasnya.
Keyakinan SFC meninggi karena lawan yang mereka hadapi di final nanti adalah tim asal Kalimantan Persisam Samarinda. Dari kacamata manajemen SFC, kekuatan tim berjuluk Elang Borneo ini masih dibawah permainan Arema Indonesia.
''Kami bukan meremehkan kekuatan Persisam, tapi semua orang tahu bagaimana kekuatan Arema. Kami bisa mengalahkan pemain yang bertabur bintang. Sekarang kami lebih optimistis meraih juara, tanpa mengesampingkan Persisam,” ungkap Direktur Teknik PT Sriwijaya optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, saat ditemui dipembukaan Kejuaraan Daerah Sepak Takraw antar SMA se-Sumsel, Senin (17/12).
Menurut Hendri, cara Persisam Samarinda bermain di semifinal kemarin hampir sama dengan SFC, karena sama-sama mengalahkan tim yang memiliki banyak bintang. Mereka banyak memiliki pemain muda dan sangat ngotot. ''Terlepas dari rasa optimistis, saya berharap semua pemain SFC bisa lebih meningkatkan permainan. Karena Persisam pun akan melakukan hal yang sama untuk menjadi juara,” katanya.
Namun untuk bisa mewujudkan target juara tersebut, pelatih kepala SFC Kas Hartadi harus bisa memberikan waktu recovery dan latihan yang seimbang. Mengingat, beberapa pemain utama yang tampil pada semifinal kemarin, terkena masalah cidera.
Seperti Sultan Samma yang mengalami memar di paha kanan, setelah dijegal penjaga gawang Arema, Kurnia Mega. Kemudian gelandang asing Ali Khadaffi, juga bermasalah dengan lututnya. ''Saya sudah lihat bagaimana cidera yang dialami Sultan Samma dan Khadaffi. Tapi mudah-mudahan mereka bisa tampil di final nanti,” ucapnya.
Setelah tiba di Palembang, Kas juga tetap membawa anak asuhnya ke Stadion Gelora Sriwijaya,untuk kembali melanjutkan evaluasi dari hasil pertandingan tersebut. Terutama pada ketenangan, kesabaran dan finishing touch. ''Jelas ada recovery, tapi semua pemain harus tetap bisa menjaga cara mereka bermain, itu akan kita biasakan pada latihan nanti,” ujarnya.
Mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini, membocorkan rahasia permainan Ponaryo Astaman dan kawan-kawan, yang mampu bermain prima selama 90 menit, saat menjegal Arema Indonesia. Hal yang terus ditekankan Kas kepada pemainnya adalah untuk menikmati permain tersebut dan bermain selepas mungkin.
''Sesaat sebelum pertandingan dimulai pun, saya terus katakan mereka harus enjoy dan bermain lepas. Tapi mereka harus tetap bertanggung jawab dan konsentrasi,” tandasnya.
Pria asal Solo itu juga tak lupa berterima kasih pada kerja keras yang dipertontonkan anak asuhnya selama pertandingan berjalan. Karena, semua instruksi yang diberikannya kepada pemain bisa diterjemahkan pemain-pemain tersebut dengan baik.
''Mereka bermain dengan lepas dan apa yang saya instruksikan langsung diterapkan di lapangan. Ini sebenarnya bukan mudah dilakukan, mengingat lawan yang kita hadapi itu Arema. Tapi ketika saya perintahkan untuk mematikan pergerakan Kayamba, Beto dan Egi Melgiansyah, mereka bisa,” pungkasnya.
(aww)