Perpani Jabar seleksi berebut tiket PON Remaja
Senin, 17 Desember 2012 - 20:27 WIB
Perpani Jabar seleksi berebut tiket PON Remaja
A
A
A
Sindonews.com - Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jawa Barat melakukan seleksi atlet remaja untuk tampil pada PON Remaja di Surabaya. Selain itu program tersebut juga menjadi titik tolak untuk double cover Perhelatan akbar multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 mendatang di Jabar.
''Kita persiapkan sejak dini menuju PON Remaja nanti dengan menggelar penjaringan atlet junior. Sebanyak 39 atlet mendaftarkan diri dari 24 Pengcab yang aktif di Jabar ini,” kata Pelatih panahan Jabar, Asep Rahmat saat ditemui SINDO di sela-sela seleksi, Senin (17/12).
Menurut Asep, pada penjaringan atlet tersebut di batasi usia yaitu kelahiran 1997. Yang diharapkan, dengan adanya seleksi tersebut juga bisa menjadi gambaran hasil pembinaan dan mengcover atlet-atlet seniornya yang akan turun di PON XIX.
Asep menilai, potensi-potensi atlet panah junior di Jabar sudah cukup merata. Pasalnya, Pengcab-Pengcab di seluruh Jabar sudah melakukan pembinaan dengan baik.
''Pembinaan di setiap Pengcab saya lihat sudah bagus. Potensi atlet sudah cukup merata di seluruh daerah di Jabar sehingga persaingannya juga ketat. Hal itu diharapkan bisa memotivasi atlet yang mengikuti seleksi tersebut untuk menunjukkan yang terbaik,” ungkapnya.
Setelah terjaring nanti, kata Asep, para atlet akan mulai memasuki program penggodogan latihan. Namun masihh akan desentralisai di Pengcabnya masing-masing. Meskipun begitu, setiap bulannya Perpani Jabar akan menggelar tes untuk melihat sejah mana kualitas dan kemajuan lain dari atlet selama desentralisasi.
''Setelah terjaring kami akan genjot latihan, namun masih desentralisasi di Pengcabnya masing-masing. Tapi meskipun begitu, setiap bulan kami akan melakukan tes untuk melihat perkembangan mereka,”katanya.
Pada kesempatan itu juga terlihat pelatih asal Korea Selatan yang turut serta menyeleksi pemanah Jabar tersebut. Rencananaya pelatih asal Korsel untuk cabor panahan akan ditambah menjadi dua orang. Sehingga diharapkan dapat membantu kemajuan prestasi bagi panahan Jabar.
''Pada tes ini juga kami libatkan pelatih asal Korsel yang kontraknya sudah diperpanjang. Dengan adanya pelatih Korsel tersebut membantu kami dalam memilah dan memilih potensi atlet yang nantinya akan menjadi baagian dari kontingen Jabar di PON Remaja nanti,” ujar Asep.
Dalam persiapan menuju PON XIX 2016 nanti, Perpani Jabar sudah mendata atlet-atelt peraih medali di PON XVIII lalu. Sedangkan untuk atlet yang saat PON Riau lalu tidak meraih medali dan masih memiliki kans, ia akan masih didata untuk data base persiapan PON Jabar.
''Untuk PON 19 di Jabar nanti, kami juga sudah melakukan pendataan baik atlet peraih medali di PON Riau lalu, maupun atlet yang tidak meraih medali tapi masih mempunyai potensi,” katanya.
Menurut Asep, untuk cabor panahan tidak dibatasi usia. Sehingga para atlet yang saat lalu berlaga di PON XVIII masih memiliki kesempatan berlaga kembali membela Jabar di PON XIX. Namun meskipun begitu, Asep berharap atlet-atlet junior Jabar bisa termotivasi untuk mengcover atlet-atlet seniornya di PON Jabar nanti.
''Kita persiapkan sejak dini menuju PON Remaja nanti dengan menggelar penjaringan atlet junior. Sebanyak 39 atlet mendaftarkan diri dari 24 Pengcab yang aktif di Jabar ini,” kata Pelatih panahan Jabar, Asep Rahmat saat ditemui SINDO di sela-sela seleksi, Senin (17/12).
Menurut Asep, pada penjaringan atlet tersebut di batasi usia yaitu kelahiran 1997. Yang diharapkan, dengan adanya seleksi tersebut juga bisa menjadi gambaran hasil pembinaan dan mengcover atlet-atlet seniornya yang akan turun di PON XIX.
Asep menilai, potensi-potensi atlet panah junior di Jabar sudah cukup merata. Pasalnya, Pengcab-Pengcab di seluruh Jabar sudah melakukan pembinaan dengan baik.
''Pembinaan di setiap Pengcab saya lihat sudah bagus. Potensi atlet sudah cukup merata di seluruh daerah di Jabar sehingga persaingannya juga ketat. Hal itu diharapkan bisa memotivasi atlet yang mengikuti seleksi tersebut untuk menunjukkan yang terbaik,” ungkapnya.
Setelah terjaring nanti, kata Asep, para atlet akan mulai memasuki program penggodogan latihan. Namun masihh akan desentralisai di Pengcabnya masing-masing. Meskipun begitu, setiap bulannya Perpani Jabar akan menggelar tes untuk melihat sejah mana kualitas dan kemajuan lain dari atlet selama desentralisasi.
''Setelah terjaring kami akan genjot latihan, namun masih desentralisasi di Pengcabnya masing-masing. Tapi meskipun begitu, setiap bulan kami akan melakukan tes untuk melihat perkembangan mereka,”katanya.
Pada kesempatan itu juga terlihat pelatih asal Korea Selatan yang turut serta menyeleksi pemanah Jabar tersebut. Rencananaya pelatih asal Korsel untuk cabor panahan akan ditambah menjadi dua orang. Sehingga diharapkan dapat membantu kemajuan prestasi bagi panahan Jabar.
''Pada tes ini juga kami libatkan pelatih asal Korsel yang kontraknya sudah diperpanjang. Dengan adanya pelatih Korsel tersebut membantu kami dalam memilah dan memilih potensi atlet yang nantinya akan menjadi baagian dari kontingen Jabar di PON Remaja nanti,” ujar Asep.
Dalam persiapan menuju PON XIX 2016 nanti, Perpani Jabar sudah mendata atlet-atelt peraih medali di PON XVIII lalu. Sedangkan untuk atlet yang saat PON Riau lalu tidak meraih medali dan masih memiliki kans, ia akan masih didata untuk data base persiapan PON Jabar.
''Untuk PON 19 di Jabar nanti, kami juga sudah melakukan pendataan baik atlet peraih medali di PON Riau lalu, maupun atlet yang tidak meraih medali tapi masih mempunyai potensi,” katanya.
Menurut Asep, untuk cabor panahan tidak dibatasi usia. Sehingga para atlet yang saat lalu berlaga di PON XVIII masih memiliki kesempatan berlaga kembali membela Jabar di PON XIX. Namun meskipun begitu, Asep berharap atlet-atlet junior Jabar bisa termotivasi untuk mengcover atlet-atlet seniornya di PON Jabar nanti.
(aww)