Tak mau asal-asalan, Jabar 100 persen hadapi PON Remaja
Selasa, 18 Desember 2012 - 15:42 WIB
Tak mau asal-asalan, Jabar 100 persen hadapi PON Remaja
A
A
A
Sindonews.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat berkomitmen untuk menjadi yang terbaik pada PON Remaja di Surabaya. Apalagi PON Remaja ini baru pertama kali digelar di tanah air.
Wakil Sekretaris Umum KONI Jabar, Lili Rolina menuturkan, keseriusan KONI Jabar terhadap PON Remaja tidak asal-asalan dalam mempersiapkannya. Kendati KONI Jabar juga serius menata PON XIX 2016 mendatang.
''Iya kita tidak bisa asal-asalan mempersiapkan PON Remaja, karena gelaran ini juga mempertaruhkan nama daerah. Sekarang kita sudah tidak boleh main coba-coba. Kita harus siap 100 persen menghadapi moment ini,”ungkap Lili kepada Sindo, Selasa (18/12).
Dalam mempersiapkan PON Remaja tersebut, rencana awalnya pada bulan Desember ini akan mengadakan rembug antara pelatih asal Korea Selatan dan pelatih lokal Jabar untuk penyesuaian program yang akan digunakan saat melakukan sentralisai para atlet di awal tahun mendatang. Namun, dikarenakan para pelatih asal Korsel masih terkendala teknis, sehingga rencana itu masih belum bisa dilakukan.
''Pelatih Korsel yang datang baru ada lima orang per 1 desember 2012 ini. Awalnya kita harapkan ke 14 orang pelatih asal Korsel bisa adir semua, namun ternyata di Korselnya sedanga ada kendala teknis. Kita hormati dan Mudah2an bisa cepat diselesaikan,” katanya.
Dalam mempersiapkan program latihan bagi para atletnya nanti, KONI Jabar akan mengolaborasikan program antara pelatih Jabar dengan pelatih Korsel. Lili juga berharap semua Pengda setiap cabor betul-betul mempersiapkan untuk menghadapi PON Remaja tersebut. Karena secara kesiapan, Pengda merasa tanggung jawab untuk melakukan pembinaan.
Namun meskipun begitu, untuk seleksi dari 26 cabor dan 12 cabor yang melibatkan pelatih asal Korsel sudah mulai seleksi untuk menghadapi PON Remaja yang kaitannya juga menuju PON XIX Jabar di 2016 mendatang.
''Bisa saja PON Remaja nanti dijadikan acuan untuk melihat atlet potensi yang bisa turun di PON XIX 2016.Namun saat ini akan di fokuskan dulu ke PON Remaja. Sedangkan untuk PON Jabar, selain melihat hasil di PON remaja juga nantinya akan melihat hasil di Porda 2014,” ujarnya.
Lili juga mengaku, paling lambat di tanggal 24 Desember 2012 nanti, Pengda dari setiap cabor sudah harus mengumpulkan nama-nama atlet hasil seleksi yang akan digenjot latihan di awal tahun 2013.
''Yang pasti kami serius menghadapi kedua moment besar itu. Setiap Pengda juga sudah harus memberikan nama atletnya pada tanggal 24 Desember mendatang untuk nantinya menjadi bagian dari atlet-atlet yang akan di genjot latihan dipersiapkan untuk PON Remaja,” tegas Lili.
Sedangkan untuk pelatih Korsel saat ini sedang melakukan penyesuaian latihan baik secara teknik maupun secara fisik. ''Insya Allah kalau memang tidak ada perubahan, awal bulan Januari kita padukan lagi programnya dan mulai melakukan pemusatan latihan jangka panjang,” pungkasnya.
Wakil Sekretaris Umum KONI Jabar, Lili Rolina menuturkan, keseriusan KONI Jabar terhadap PON Remaja tidak asal-asalan dalam mempersiapkannya. Kendati KONI Jabar juga serius menata PON XIX 2016 mendatang.
''Iya kita tidak bisa asal-asalan mempersiapkan PON Remaja, karena gelaran ini juga mempertaruhkan nama daerah. Sekarang kita sudah tidak boleh main coba-coba. Kita harus siap 100 persen menghadapi moment ini,”ungkap Lili kepada Sindo, Selasa (18/12).
Dalam mempersiapkan PON Remaja tersebut, rencana awalnya pada bulan Desember ini akan mengadakan rembug antara pelatih asal Korea Selatan dan pelatih lokal Jabar untuk penyesuaian program yang akan digunakan saat melakukan sentralisai para atlet di awal tahun mendatang. Namun, dikarenakan para pelatih asal Korsel masih terkendala teknis, sehingga rencana itu masih belum bisa dilakukan.
''Pelatih Korsel yang datang baru ada lima orang per 1 desember 2012 ini. Awalnya kita harapkan ke 14 orang pelatih asal Korsel bisa adir semua, namun ternyata di Korselnya sedanga ada kendala teknis. Kita hormati dan Mudah2an bisa cepat diselesaikan,” katanya.
Dalam mempersiapkan program latihan bagi para atletnya nanti, KONI Jabar akan mengolaborasikan program antara pelatih Jabar dengan pelatih Korsel. Lili juga berharap semua Pengda setiap cabor betul-betul mempersiapkan untuk menghadapi PON Remaja tersebut. Karena secara kesiapan, Pengda merasa tanggung jawab untuk melakukan pembinaan.
Namun meskipun begitu, untuk seleksi dari 26 cabor dan 12 cabor yang melibatkan pelatih asal Korsel sudah mulai seleksi untuk menghadapi PON Remaja yang kaitannya juga menuju PON XIX Jabar di 2016 mendatang.
''Bisa saja PON Remaja nanti dijadikan acuan untuk melihat atlet potensi yang bisa turun di PON XIX 2016.Namun saat ini akan di fokuskan dulu ke PON Remaja. Sedangkan untuk PON Jabar, selain melihat hasil di PON remaja juga nantinya akan melihat hasil di Porda 2014,” ujarnya.
Lili juga mengaku, paling lambat di tanggal 24 Desember 2012 nanti, Pengda dari setiap cabor sudah harus mengumpulkan nama-nama atlet hasil seleksi yang akan digenjot latihan di awal tahun 2013.
''Yang pasti kami serius menghadapi kedua moment besar itu. Setiap Pengda juga sudah harus memberikan nama atletnya pada tanggal 24 Desember mendatang untuk nantinya menjadi bagian dari atlet-atlet yang akan di genjot latihan dipersiapkan untuk PON Remaja,” tegas Lili.
Sedangkan untuk pelatih Korsel saat ini sedang melakukan penyesuaian latihan baik secara teknik maupun secara fisik. ''Insya Allah kalau memang tidak ada perubahan, awal bulan Januari kita padukan lagi programnya dan mulai melakukan pemusatan latihan jangka panjang,” pungkasnya.
(aww)