Pemain PSIS dilatih mencetak gol
Rabu, 19 Desember 2012 - 16:49 WIB
Pemain PSIS dilatih mencetak gol
A
A
A
Sindonews.com - Hasil imbang 1-1 yang diperoleh PSIS Semarang dalam laga uji coba perdana melawan PS Unnes pada Jumat malam (14/12) cukup mengejutkan. Kegagalan memenangi laga tersebut akibat masih lemahnya eksekusi bola di mulut gawang lawan.
Akibatnya, para pemain kesulitan menciptakan gol. Iswandi Da’I dkk, lebih asik bermain ditengah dengan umpan-umpan pendek. Masih buruknya lini depan ini menjadi pelajaran tersendiri bagi sang arsitek Firmandoyo. Pelatih yang pernah menukangi Persik Kendal inipun tidak ingin anak-anak asuhnya hanya mampu menguasai bola tanpa bisa menciptakan gol.
Karena itu, setiap kali latihan Firmandoyo terus menggembleng Iswandi Cs dengan shooting-shooting jarak dekat di mulut gawang. Tidak hanya pemain depan yang digembleng untuk mengasah naluri mencetak gol, namun juga pemain tengah dan belakang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketajaman pemain dalam mencetak gol.
Firmandoyo ingin, tidak hanya striker yang bertugas mencetak gol, melainkan seluruh pemain mampu mecetak gol ke gawang lawan.”Bermain bola tidak hanya umpan-umpan tetapi juga mencetak gol untuk meraih kemenangan. Maka dari itu, tendangan-tendangan jarak dekat di mulut gawang terus diasah,” ujarnya.
Dia mengaku, sampai saat ini finishing yang berujung gol masih menjadi salah satu kendala tim, sehingga masih terus dibenahi dan dipoles terus. Dia berharap, pemain asing yang dijanjikan manajemen yakni Emile Linkers, bisa segera merapat ke markas PSIS Semarang, supaya bisa segera dilihat kemampuannya sehingga bisa segera menentukan pilihan untuk posisi striker.
Firmandoyo mengaku, waktu uji coba melawan Persip Pekalongan yang akan digelar pada (22/12) mendatang semakin dekat, sehingga pada waktu yang tersisa ini Iswandi CS terus dimatangkan dari masing-masing lini.
Melawan Persip, Firmandoyo mengakui, anak-anak asuhnya harus bekerja lebih keras dibandingkan pada saat laga uji coba pertama melawan PS Unnes. Pasalnya Persip adalah tim yang sudah matang, berpengalaman, persiapannya pun sudah maksimal, dan juga sudah beberapa kali melakukan uji coba.
Namun, kata Pelatih yang membawa tim sepak bola PON Jateng meraih medali Perunggu pada PON Riau 2012 lalu itu, mengaku, anak-anak asuhnya sudah dipersiapkan secara matang meski secara kematangan tim jauh di bawah Persip Pekalongan. ''Persip persiapannya sudah cukup lama, sehingga tim sudah solid, oleh sebab itu saat ini para pemain terus digembleng baik dari fisik maupun kekompakan,” imbuhnya.
Disinggung sektor kiri pertahanan yang masih lemah, Firmandoyo mengaku akan tetap memaksimalkan pemain yang ada. Meski saat ini Iksan Sania yang diplot pada posisi tersebut kurang memberikan kontribusi yang maksimal dan masih sering melakukan kesalahan-kesalahan, sehingga penyerang lawan mudah menerobos.
''Kita sudah menentukan tim inti, sehingga tidak akan dirubah-rubah lagi dan pemain yang ada akan dimaksimalkan. Apabila Iksan kedodoran kita masih punya Rizki yang bisa menjadi pelapis,” tandasnya.
Akibatnya, para pemain kesulitan menciptakan gol. Iswandi Da’I dkk, lebih asik bermain ditengah dengan umpan-umpan pendek. Masih buruknya lini depan ini menjadi pelajaran tersendiri bagi sang arsitek Firmandoyo. Pelatih yang pernah menukangi Persik Kendal inipun tidak ingin anak-anak asuhnya hanya mampu menguasai bola tanpa bisa menciptakan gol.
Karena itu, setiap kali latihan Firmandoyo terus menggembleng Iswandi Cs dengan shooting-shooting jarak dekat di mulut gawang. Tidak hanya pemain depan yang digembleng untuk mengasah naluri mencetak gol, namun juga pemain tengah dan belakang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketajaman pemain dalam mencetak gol.
Firmandoyo ingin, tidak hanya striker yang bertugas mencetak gol, melainkan seluruh pemain mampu mecetak gol ke gawang lawan.”Bermain bola tidak hanya umpan-umpan tetapi juga mencetak gol untuk meraih kemenangan. Maka dari itu, tendangan-tendangan jarak dekat di mulut gawang terus diasah,” ujarnya.
Dia mengaku, sampai saat ini finishing yang berujung gol masih menjadi salah satu kendala tim, sehingga masih terus dibenahi dan dipoles terus. Dia berharap, pemain asing yang dijanjikan manajemen yakni Emile Linkers, bisa segera merapat ke markas PSIS Semarang, supaya bisa segera dilihat kemampuannya sehingga bisa segera menentukan pilihan untuk posisi striker.
Firmandoyo mengaku, waktu uji coba melawan Persip Pekalongan yang akan digelar pada (22/12) mendatang semakin dekat, sehingga pada waktu yang tersisa ini Iswandi CS terus dimatangkan dari masing-masing lini.
Melawan Persip, Firmandoyo mengakui, anak-anak asuhnya harus bekerja lebih keras dibandingkan pada saat laga uji coba pertama melawan PS Unnes. Pasalnya Persip adalah tim yang sudah matang, berpengalaman, persiapannya pun sudah maksimal, dan juga sudah beberapa kali melakukan uji coba.
Namun, kata Pelatih yang membawa tim sepak bola PON Jateng meraih medali Perunggu pada PON Riau 2012 lalu itu, mengaku, anak-anak asuhnya sudah dipersiapkan secara matang meski secara kematangan tim jauh di bawah Persip Pekalongan. ''Persip persiapannya sudah cukup lama, sehingga tim sudah solid, oleh sebab itu saat ini para pemain terus digembleng baik dari fisik maupun kekompakan,” imbuhnya.
Disinggung sektor kiri pertahanan yang masih lemah, Firmandoyo mengaku akan tetap memaksimalkan pemain yang ada. Meski saat ini Iksan Sania yang diplot pada posisi tersebut kurang memberikan kontribusi yang maksimal dan masih sering melakukan kesalahan-kesalahan, sehingga penyerang lawan mudah menerobos.
''Kita sudah menentukan tim inti, sehingga tidak akan dirubah-rubah lagi dan pemain yang ada akan dimaksimalkan. Apabila Iksan kedodoran kita masih punya Rizki yang bisa menjadi pelapis,” tandasnya.
(aww)