Fisik atlet harus serius diperhatikan
Kamis, 20 Desember 2012 - 14:13 WIB
Fisik atlet harus serius diperhatikan
A
A
A
Sindonews.com - Setiap atlet diwajibkan untuk menjalani tes fisik setiap 10-12 pekan. Hal ini disampaikan oleh pelatih fisik asal Australia, Dr. Gregory J. Wilson, PhD, saat mengikuti workshop Tim Pelatnas Karate SEA Games 2013 di Hotel Atlet Century, Gelora Bung Karno, Jakarta.
Hal ini, kata Greg, bisa menjadi dasar bagi pelatih untuk mengembangkan program pelatihan secara individu. Greg menambahkan, para atlet harus dipaksa untuk menjalani latihan fisik lebih serius jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal.
"Dari sinilah atlet berbakat bisa diindentifikasi. Pelaksanaan sistem dan target yang jelas serta spesifik memiliki manfaat besar bagi pengembangan olahraga di Indonesia,"ujarnya seperti dilansir situs resmi PB Forki.
Greg kemudian mencoba beranalisis soal bakat karateka Indonesia. Menurutnya, hanya 50% atlet dalam tim nasional yang berbakat menjadi juara Asia dan dunia.
"Karena itu, kita memang harus mampu menemukan atlet dengan potensi alam untuk menjadi juara Asia dan dunia. Jadi, gunakan waktu semaksimal mungkin untuk mengidentikfikasi atlet berbakat, dan kurangi waktu untuk melatih atlet yang tidak berpotensi,"ia menjelaskan.
Hal ini, kata Greg, bisa menjadi dasar bagi pelatih untuk mengembangkan program pelatihan secara individu. Greg menambahkan, para atlet harus dipaksa untuk menjalani latihan fisik lebih serius jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal.
"Dari sinilah atlet berbakat bisa diindentifikasi. Pelaksanaan sistem dan target yang jelas serta spesifik memiliki manfaat besar bagi pengembangan olahraga di Indonesia,"ujarnya seperti dilansir situs resmi PB Forki.
Greg kemudian mencoba beranalisis soal bakat karateka Indonesia. Menurutnya, hanya 50% atlet dalam tim nasional yang berbakat menjadi juara Asia dan dunia.
"Karena itu, kita memang harus mampu menemukan atlet dengan potensi alam untuk menjadi juara Asia dan dunia. Jadi, gunakan waktu semaksimal mungkin untuk mengidentikfikasi atlet berbakat, dan kurangi waktu untuk melatih atlet yang tidak berpotensi,"ia menjelaskan.
(wir)