Hadapi Persip, PSIS bermain lepas
Sabtu, 22 Desember 2012 - 23:26 WIB
Hadapi Persip, PSIS bermain lepas
A
A
A
Sindonews.com - PSIS Semarang bakal tampil dengan komposisi pemain inti untuk meladeni pasukan Persip Pekalongan dalam laga Uji coba yang bakal digelar, Sabtu (22/12) (hari ini) di Stadion Jatidiri Semarang.
Pemain-pemain inti seperti Iswandi Da'I, Imral "Korea" Usaman, Khusnul Yakin, Nurul Huda, Iksan Sania, Robby Fajar, Rico Fernando, dan juga legiun asing Morris Power serta pemain inti lainnya bakal diturunkan oleh pelatih Firmandoyo sejak menit awal.
Pada laga ini tidak hanya untuk mengetahui sejauh mana kualitas PSIS Semarang sebelum terjun di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, yang bakal digelar mulai Januari mendatang. Namun, lagi ini juga menjadi penentu nasib legiun asing, Morris Power. Pasalnya Firmandoyo bakal menilai layak atau tidaknya mantan pemain Persipasi Bekasi ini memperkuat Laskar Mahesa Jenar (Julukan PSIS).
Menghadapi Persip akan menjadi pelajaran penting bagi skuad Laskar Mahesa Jenar. Pasalnya Persip sama-sama klub di Divisi Utama Liga Indonesia dan telah lebih matang dalam mempersiapkan tim.
Tentu tidak akan mudah melawan anak-anak Pekalongan. Oleh sebab itu Firmandoyo mengistruksikan kepada Iswandi Cs, untuk bermain lepas dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan pada saat laga uji coba pertama melawan PS Unnes beberapa waktu lalu yang berakhir imbang 1-1.
“Kita sudah punya pemain inti, dan itu yang akan kita pertahankan. Saat melawan Persip, meraka akan kita turunkan termasuk Morris,” kata Firmandoyo usai memimpin latihan pagi di stadion Jatidiri Semarang, kemarin.
Mengenai ban kapten, pada laga uji coba melawan Persip, Firmandoyo mempercayakan kepada jendral lapangan tengah PSIS Iswandi Da’i. Karakter Iswandi yang elegan bermain taktis, dinilai mampu memimpin rekan-rekannya.
Firmandoyo mengaku, meski sampai saat ini sayap kiri yang dijaga oleh Iksan Sania, masih cukup lemah, namun mantan pelatih Persik Kendal ini akan tetap mempercayakan pada Iksan. Pasalnya dalam beberapa kali latihan Iksan mulai menunjukan kemajuan.
“Pemain yang kemarin uji coba melawan PS Unnes akan kita turunkan kembali,” imbuhnya.
Firmandoyo mengaku, Uji coba melawan Persip Pekalongan cukup penting untuk mengukur kemampuan dan kekurangan anak-anak PSIS dan hasil latihan serta setrategi yang telah diterapkan selama ini.
“Mudah-mudah bisa mengaplikasikan latihan yang sudah kita terapkan. Kita ingin menang dalam laga besok (hari ini), tetapi lebih dari pada itu kita dengan uji coba melawan Persip kita bisa mengukur sejauh mana kemampuan kita, dan kemapuan lawan karena sama-sama berada di Divisi Utama,” tandas Pelatih yang membawa Tim sepak bola Jateng merah medali perunggu pada PON 2012 Riau beberapa waktu lalu.
Uji coba melawan Persip tidak hanya untuk menguji sejauh mana kesiapan Skuad PSIS, tetapi juga untuk mengukur sejauh mana kesiapan Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan.
Panpel bakal menyeting pertandingan melawan Persip sesuai dengan pertandingan kompetisi resmi. Oleh sebab itu, panpel tidak akan menggratiskan tiket masuk stadion.
Wakil Ketua Panpel Iwan Anggoro mengatakan, pertandingan sengaja diseting seuai dengan kompetisi resmi untuk mengetahui kesiapan panpel dalam menggelar pertandingan. Selain itu, dengan adanya tiket masuk stadion jelas akan menambah pemasukan untuk operasional tim dan manajemen.
Mengenai harga tiket, Iwan mengaku tidak akan sama dengan saat pertandingan resmi. Untuk laga uji coba, tiket dikelas VIP dipatok RP 40ribu, Tribun Barat, Rp 20 ribu, Tribun Timur Rp10 ribu dan Tribun Utara serta Selatan Rp 7000.
“Dengan adanya tiketing, diharapkan mampu memberikan pemasukan untuk klub untuk operasional tim,” katanya.
Melihat animo supporter yang cukup tinggi untuk menyaksikan laga uji coba melawan PS Unnes, diprediksi pada laga melawan Persip Pekalongan, Stadion Jatidiri bakal dipadati ribuan Snex dan Panser Biru (Suporter PSIS).
“Selain dari supporter PSIS, rencanaya dari Suporter Persip juga ada yang datang, dari manajemen Persip sudah memberikan konfirmasi akan kedatangan para supporter setia meraka,” jelasnya.
Pemain-pemain inti seperti Iswandi Da'I, Imral "Korea" Usaman, Khusnul Yakin, Nurul Huda, Iksan Sania, Robby Fajar, Rico Fernando, dan juga legiun asing Morris Power serta pemain inti lainnya bakal diturunkan oleh pelatih Firmandoyo sejak menit awal.
Pada laga ini tidak hanya untuk mengetahui sejauh mana kualitas PSIS Semarang sebelum terjun di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, yang bakal digelar mulai Januari mendatang. Namun, lagi ini juga menjadi penentu nasib legiun asing, Morris Power. Pasalnya Firmandoyo bakal menilai layak atau tidaknya mantan pemain Persipasi Bekasi ini memperkuat Laskar Mahesa Jenar (Julukan PSIS).
Menghadapi Persip akan menjadi pelajaran penting bagi skuad Laskar Mahesa Jenar. Pasalnya Persip sama-sama klub di Divisi Utama Liga Indonesia dan telah lebih matang dalam mempersiapkan tim.
Tentu tidak akan mudah melawan anak-anak Pekalongan. Oleh sebab itu Firmandoyo mengistruksikan kepada Iswandi Cs, untuk bermain lepas dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan pada saat laga uji coba pertama melawan PS Unnes beberapa waktu lalu yang berakhir imbang 1-1.
“Kita sudah punya pemain inti, dan itu yang akan kita pertahankan. Saat melawan Persip, meraka akan kita turunkan termasuk Morris,” kata Firmandoyo usai memimpin latihan pagi di stadion Jatidiri Semarang, kemarin.
Mengenai ban kapten, pada laga uji coba melawan Persip, Firmandoyo mempercayakan kepada jendral lapangan tengah PSIS Iswandi Da’i. Karakter Iswandi yang elegan bermain taktis, dinilai mampu memimpin rekan-rekannya.
Firmandoyo mengaku, meski sampai saat ini sayap kiri yang dijaga oleh Iksan Sania, masih cukup lemah, namun mantan pelatih Persik Kendal ini akan tetap mempercayakan pada Iksan. Pasalnya dalam beberapa kali latihan Iksan mulai menunjukan kemajuan.
“Pemain yang kemarin uji coba melawan PS Unnes akan kita turunkan kembali,” imbuhnya.
Firmandoyo mengaku, Uji coba melawan Persip Pekalongan cukup penting untuk mengukur kemampuan dan kekurangan anak-anak PSIS dan hasil latihan serta setrategi yang telah diterapkan selama ini.
“Mudah-mudah bisa mengaplikasikan latihan yang sudah kita terapkan. Kita ingin menang dalam laga besok (hari ini), tetapi lebih dari pada itu kita dengan uji coba melawan Persip kita bisa mengukur sejauh mana kemampuan kita, dan kemapuan lawan karena sama-sama berada di Divisi Utama,” tandas Pelatih yang membawa Tim sepak bola Jateng merah medali perunggu pada PON 2012 Riau beberapa waktu lalu.
Uji coba melawan Persip tidak hanya untuk menguji sejauh mana kesiapan Skuad PSIS, tetapi juga untuk mengukur sejauh mana kesiapan Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan.
Panpel bakal menyeting pertandingan melawan Persip sesuai dengan pertandingan kompetisi resmi. Oleh sebab itu, panpel tidak akan menggratiskan tiket masuk stadion.
Wakil Ketua Panpel Iwan Anggoro mengatakan, pertandingan sengaja diseting seuai dengan kompetisi resmi untuk mengetahui kesiapan panpel dalam menggelar pertandingan. Selain itu, dengan adanya tiket masuk stadion jelas akan menambah pemasukan untuk operasional tim dan manajemen.
Mengenai harga tiket, Iwan mengaku tidak akan sama dengan saat pertandingan resmi. Untuk laga uji coba, tiket dikelas VIP dipatok RP 40ribu, Tribun Barat, Rp 20 ribu, Tribun Timur Rp10 ribu dan Tribun Utara serta Selatan Rp 7000.
“Dengan adanya tiketing, diharapkan mampu memberikan pemasukan untuk klub untuk operasional tim,” katanya.
Melihat animo supporter yang cukup tinggi untuk menyaksikan laga uji coba melawan PS Unnes, diprediksi pada laga melawan Persip Pekalongan, Stadion Jatidiri bakal dipadati ribuan Snex dan Panser Biru (Suporter PSIS).
“Selain dari supporter PSIS, rencanaya dari Suporter Persip juga ada yang datang, dari manajemen Persip sudah memberikan konfirmasi akan kedatangan para supporter setia meraka,” jelasnya.
(wbs)