Cellino muak dengan Si Nyonya Tua
Minggu, 23 Desember 2012 - 07:21 WIB
Cellino muak dengan Si Nyonya Tua
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Cagliari Massimo Cellino kecewa benar dengan sikap Juventus. Dia bertambah muak setelah klubnya takluk 1-3 pada pertandingan di Ennio Tardini, Jumat (21/12).
Kekesalan Cellino bermula pada keputusan Lega Calcio sebelum laga.Menyikapi buruknya standar keamanan kandang Cagliari Is Arena,mereka memindahkan partai ini ke markas AC Parma.Lega Calcio sebelumnya sudah membatalkan duel Cagliari-AS Roma akibat alasan serupa September lalu.Otoritas kompetisi sepak bola Italia itu akhirnya mempersembahkan kemenangan 3-0 bagi tim tamu. Cellino marah melihat Juventus tidak membantu Cagliari memprotes kebijakan tersebut.
Dia merasa mereka tidak melakukan apa-apa sebab merasa diuntungkan.Maklum,Gianluigi Buffon dkk bisa memangkas waktu perjalanan dan menjaga fisik karena cuma mengunjungi Parma,yang terletak tidak jauh dari Turin. Sebaliknya,Cagliari mesti menempuh jarak sekitar 630 km agar dapat hadir di Ennio Tardini. Amuk Cellino makin menjadi menyaksikan jalannya laga.Dia menilai, wasit memihak tim Si Nyonya Tua––julukan Juventus––yang mengesahkan gol kedua Alessandro Matri pada pertandingan ini.
Gol itu tercipta setelah bola menyentuh tangan gelandang Arturo Vidal. ”Saya tidak mengerti dengan Juventus. Mereka memetik kemenangan tanpa adanya sportivitas.Fakta bicara sendiri dan saya muak menyaksikan aksi mereka,” tutur Cellino,dikutip Football Italia. Cagliari sempat memimpin terlebih dahulu melalui penalti Mauricio Pinilla. Juventus kemudian membalikkan keadaan lewat dua gol Matri dan Mirko Vucinic.
Terlepas amarah Cellino,kemenangan di Ennio Tardini memantapkan Juventus di puncak klasemen sementara Seri A. Mereka mengoleksi 44 angka dari 18 pertandingan dan berpeluang merebut gelar ke-29 sepanjang sejarah. Juventus juga mencatat rekor kalender tahunan.Pasukan Antonio Conte sudah memetik 94 poin sepanjang 2012.Torehan ini lebih baik satu nilai ketimbang prestasi terbaik sebelumnya,tercatat atas nama Juventus asuhan Fabio Capello pada 2005.
”Tadi anak-anak tampil semangat tinggi untuk melampaui pencapaian Capello. Terbukti, mereka menunjukkan karakter demi bangkit dan memetik kemenangan pada partai penutup tahun ini,”ujar Conte. Juventus hampir gagal memetik hasil maksimal karena Vidal tidak mampu menjalankan tugas sebagai algojo penalti. Namun,Conte enggan menyalahkan pemain berkebangsaan Cile tersebut. Sebab,Vidal tidak membiarkan kesalahannya itu memengaruhi performa.
Mantan punggawa Bayer Leverkusen itu tetap memberikan kontribusi terbaik sehingga Si Nyonya Tua akhirnya berjaya. ”Saya perlu mengingatkan Vidal agar tidak terpuruk. Terbukti,dia bermain positif .Itu bukti karakternya sebagai pejuang. Saya pasti selalu membawanya masuk medan pertempuran,”pungkas Conte
Kekesalan Cellino bermula pada keputusan Lega Calcio sebelum laga.Menyikapi buruknya standar keamanan kandang Cagliari Is Arena,mereka memindahkan partai ini ke markas AC Parma.Lega Calcio sebelumnya sudah membatalkan duel Cagliari-AS Roma akibat alasan serupa September lalu.Otoritas kompetisi sepak bola Italia itu akhirnya mempersembahkan kemenangan 3-0 bagi tim tamu. Cellino marah melihat Juventus tidak membantu Cagliari memprotes kebijakan tersebut.
Dia merasa mereka tidak melakukan apa-apa sebab merasa diuntungkan.Maklum,Gianluigi Buffon dkk bisa memangkas waktu perjalanan dan menjaga fisik karena cuma mengunjungi Parma,yang terletak tidak jauh dari Turin. Sebaliknya,Cagliari mesti menempuh jarak sekitar 630 km agar dapat hadir di Ennio Tardini. Amuk Cellino makin menjadi menyaksikan jalannya laga.Dia menilai, wasit memihak tim Si Nyonya Tua––julukan Juventus––yang mengesahkan gol kedua Alessandro Matri pada pertandingan ini.
Gol itu tercipta setelah bola menyentuh tangan gelandang Arturo Vidal. ”Saya tidak mengerti dengan Juventus. Mereka memetik kemenangan tanpa adanya sportivitas.Fakta bicara sendiri dan saya muak menyaksikan aksi mereka,” tutur Cellino,dikutip Football Italia. Cagliari sempat memimpin terlebih dahulu melalui penalti Mauricio Pinilla. Juventus kemudian membalikkan keadaan lewat dua gol Matri dan Mirko Vucinic.
Terlepas amarah Cellino,kemenangan di Ennio Tardini memantapkan Juventus di puncak klasemen sementara Seri A. Mereka mengoleksi 44 angka dari 18 pertandingan dan berpeluang merebut gelar ke-29 sepanjang sejarah. Juventus juga mencatat rekor kalender tahunan.Pasukan Antonio Conte sudah memetik 94 poin sepanjang 2012.Torehan ini lebih baik satu nilai ketimbang prestasi terbaik sebelumnya,tercatat atas nama Juventus asuhan Fabio Capello pada 2005.
”Tadi anak-anak tampil semangat tinggi untuk melampaui pencapaian Capello. Terbukti, mereka menunjukkan karakter demi bangkit dan memetik kemenangan pada partai penutup tahun ini,”ujar Conte. Juventus hampir gagal memetik hasil maksimal karena Vidal tidak mampu menjalankan tugas sebagai algojo penalti. Namun,Conte enggan menyalahkan pemain berkebangsaan Cile tersebut. Sebab,Vidal tidak membiarkan kesalahannya itu memengaruhi performa.
Mantan punggawa Bayer Leverkusen itu tetap memberikan kontribusi terbaik sehingga Si Nyonya Tua akhirnya berjaya. ”Saya perlu mengingatkan Vidal agar tidak terpuruk. Terbukti,dia bermain positif .Itu bukti karakternya sebagai pejuang. Saya pasti selalu membawanya masuk medan pertempuran,”pungkas Conte
(wbs)