Persisam optimis kalahkan Sriwijaya FC
Minggu, 23 Desember 2012 - 14:22 WIB
Persisam optimis kalahkan Sriwijaya FC
A
A
A
Sindonews.com - Dihuni pemain mayoritas pemain muda membuat Persisam menjadi tim underdog dalam final Inter Island Cup 2012 melawan Sriwijaya FC, Minggu (23/12) malam.
"Sebenarnya, posisi kami itu hanyalah underdog. Semua orang tahu, Sriwijaya FC merupakan lawan yang berat. Tapi, yang nggak mungkin bisa jadi mungkin. Orang boleh bilang apa saja, tapi kalau yang di atas bilang mungkin, ya pasti terjadilah," kata Sartono Anwar seperti dilansir ligaindonesia.co.id.
Sikap optimisme inilah yang akan kembali digelorakan kepada anak asuhnya saat menghadapi lawan yang juga berpredikat sebagai juara Indonesia Super League 2011/2012.
Mantan pelatih Persibo ini juga meminta Bayu Gatra dan kawan-kawan untuk memainkan pola serangan cepat. Keberadaan beberapa pemain senior seperti Njanka dan Robby bakal menjadi pengatrol serangan para penyerang muda Persisam.
"Intinya, permainan sepakbola itu tidak mudah kehilangan bola dan cepat mendapatkan bola. Ini yang nanti akan terapkan," lanjutnya.
Sartono mengaku percaya pada kemampuan anak asuhnya untuk meredam permainan Sriwijaya. “Kami sudah empat kali latihan di Yogyakarta sebelum final besok. Semua pemain baik kondisinya, Njanka sudah nggak ada masalah,” ungkapnya.
"Secara garis besar tim seperti saat semifinal. Kita tetap optimis bisa mengembangkan permainan dan bisa membuat gol. Pokoknya harus main seenjoy mungkin," pungkasnya.
"Sebenarnya, posisi kami itu hanyalah underdog. Semua orang tahu, Sriwijaya FC merupakan lawan yang berat. Tapi, yang nggak mungkin bisa jadi mungkin. Orang boleh bilang apa saja, tapi kalau yang di atas bilang mungkin, ya pasti terjadilah," kata Sartono Anwar seperti dilansir ligaindonesia.co.id.
Sikap optimisme inilah yang akan kembali digelorakan kepada anak asuhnya saat menghadapi lawan yang juga berpredikat sebagai juara Indonesia Super League 2011/2012.
Mantan pelatih Persibo ini juga meminta Bayu Gatra dan kawan-kawan untuk memainkan pola serangan cepat. Keberadaan beberapa pemain senior seperti Njanka dan Robby bakal menjadi pengatrol serangan para penyerang muda Persisam.
"Intinya, permainan sepakbola itu tidak mudah kehilangan bola dan cepat mendapatkan bola. Ini yang nanti akan terapkan," lanjutnya.
Sartono mengaku percaya pada kemampuan anak asuhnya untuk meredam permainan Sriwijaya. “Kami sudah empat kali latihan di Yogyakarta sebelum final besok. Semua pemain baik kondisinya, Njanka sudah nggak ada masalah,” ungkapnya.
"Secara garis besar tim seperti saat semifinal. Kita tetap optimis bisa mengembangkan permainan dan bisa membuat gol. Pokoknya harus main seenjoy mungkin," pungkasnya.
(aww)