2013 tahun kebangkitan PSIS
Minggu, 30 Desember 2012 - 19:56 WIB
2013 tahun kebangkitan PSIS
A
A
A
Sindonews.com – Siapa yang tidak tahu nama besar PSIS Semarang, meski saat ini berada di kasta nomer dua, namun nama PSIS tetap berkibar dan tetap dikenal sebagai salah satu klub besar yang tidak bisa dilupakan, dalam sejarah sepakbola di tanah air.
Namun, pada tahun 2012 merupakan masa-masa sulit bagi PSIS Semarang. Konflik internal di Manajemen, membuat klub berjuluk laskar Mahesa Jenar ini, nyaris mati suri. Dikala Klub-klub lain sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi musim 2013 PSIS masih berkutat pada masalah internal yang tak kunjung selesai.
Adanya konflik internal manajemen dimulai ketika Direktur Operasional PT Laskar Diponegoro (PT LD) Novel Al Bakrie dipecat dari jabatannya. Pemecatan itulah yang kemudian menimbulkan gejolak. Novel yang dipecat, tidak terima lalu mengajukan gugatan Perdata, di PengadilanNegeri Semarang.
Gugatan Novel diterima PN Semarang sejak 26 Maret 2012 dan tercatat dengan Nomor 107/Pdt.G/2012/PN.Smg. Novel menggugat Mohamad Yahya Al Muchdar, pemegang saham PT LD (tergugat I), dan Fandayani Soesilo (tergugat II). Dalam perkara ini, Novel mempersoalkan surat pemecatan dirinya sebagai Direktur Teknik dan Operasional PSIS yang dikeluarkan oleh para tergugat. Karena tidak cukup bukti gugatan Novel ditolak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang, dengan alasan tidak cukup bukti.
Akibat gejolak tersebut, PT Ancora selaku investor PSIS Semarang pun menjadi gamang untuk kembali mendanai PSIS musim kompetisi 2013. Beruntung, konflik tersebut bisa segera diredam hingga akhirnya Ancora memutuskan untuk kembali mendanai PSIS Semarang . Namun kali, tidak melalui PT Ancora melainkan melalui anak Perusahaannya yakni PT Setia Binanusa.
Sejak saat ini pelan tapi pasti PSIS mulai bangkit, dengan sudah adanya investor yang masuk, manajemen pun mulai dibentuk. Johar Lin Eng memiliki peran penting dalam mengembalikan PSIS. Johar yang mendapatkan mandat untuk membentuk manajemen baru langsung bergerak cepat.
Ferdinand Hindiarto didaulat untuk menjadi General Manajer PSIS, dan Setyo Agung Nugroho didaulat menjadi manajer Tim. Bersama dengan manajemen yang baru, persiap tim pun mulai dibentuk dengan menggandeng pelatih PON Jateng Firmandoyo yang langsung mebentuk tim. Anak-anak Eks PON Jateng menjadi pilihan untuk memperkuat PSIS, ditambah sejumlah pemain senior semacam Iswandi Da’i, Imral “korea” Usman, Nurul Huda, dan pemain sejumlah pemain profesional serta dua pemain asing, tercatat 26 pemain sudah dikontrak manajemen hingga saat ini. Kini PSIS mantap menatap masa depan yang baru di tahun 2013.
PSIS yang musim lalu berkiprah di divisi utama Indonesia Super League (IPL) dan menempati peringkat 5 pada klasemen akhir grup 2, untuk musim ini memutuskan melompat ke Kompetisi Divisi Utama yang dioperatori PT Liga Indonesia .
Tepat mulai tanggal 27 Januari 2013 kick off kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2013 dimulai. Sebagai pembukaan, PSIS bakal meladeni Persiku Kudus di Stadion Jatidiri Semarang.
Pembukaan kompetisi yang dilakukan di Kota Semarang ini bakal menjadi tonggak awal kebangkitan PSIS, yang sejak tahun 1999 masuk jurang Degradasi dan meninggalkan masa kelam di tahun 2012 yang penuh dengan gejolak.
“Tahun lalu adalah tahun yang sangat sulit bagi PSIS, dan musim kompetisi 2013 adalah memontum untuk mengembalikan kepercayaan investor, serta mengembalikan kepercayaan masyarkat bahwa PSIS bisa berprestasi,”kata General Majaner PSIS Semarang Ferdinand Hindiarto.
Dengan semangat baru PSIS yang digawangi pemain-pemin muda penuh talenta, bertekad mampu kembali ke kekasta tertinggi sepak bola Indonesia sesuai dengan habitatnya.
Untuk mencapai cita-cita kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia tentu, dibutuhkan keartifan semua pihak, termasuk mengesampingkan kiruh internal yang sampai saat ini masih timbul buih-buihnya.
“Target kami adalah Promosi ke Indonesia Super League (ISL), dan untuk mencapi target tersebut, tidak hanya kerja keras tim, melainkan juga dibutuhkan dukungan dari semua pihak, “ tandasnya.
Namun, pada tahun 2012 merupakan masa-masa sulit bagi PSIS Semarang. Konflik internal di Manajemen, membuat klub berjuluk laskar Mahesa Jenar ini, nyaris mati suri. Dikala Klub-klub lain sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi musim 2013 PSIS masih berkutat pada masalah internal yang tak kunjung selesai.
Adanya konflik internal manajemen dimulai ketika Direktur Operasional PT Laskar Diponegoro (PT LD) Novel Al Bakrie dipecat dari jabatannya. Pemecatan itulah yang kemudian menimbulkan gejolak. Novel yang dipecat, tidak terima lalu mengajukan gugatan Perdata, di PengadilanNegeri Semarang.
Gugatan Novel diterima PN Semarang sejak 26 Maret 2012 dan tercatat dengan Nomor 107/Pdt.G/2012/PN.Smg. Novel menggugat Mohamad Yahya Al Muchdar, pemegang saham PT LD (tergugat I), dan Fandayani Soesilo (tergugat II). Dalam perkara ini, Novel mempersoalkan surat pemecatan dirinya sebagai Direktur Teknik dan Operasional PSIS yang dikeluarkan oleh para tergugat. Karena tidak cukup bukti gugatan Novel ditolak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang, dengan alasan tidak cukup bukti.
Akibat gejolak tersebut, PT Ancora selaku investor PSIS Semarang pun menjadi gamang untuk kembali mendanai PSIS musim kompetisi 2013. Beruntung, konflik tersebut bisa segera diredam hingga akhirnya Ancora memutuskan untuk kembali mendanai PSIS Semarang . Namun kali, tidak melalui PT Ancora melainkan melalui anak Perusahaannya yakni PT Setia Binanusa.
Sejak saat ini pelan tapi pasti PSIS mulai bangkit, dengan sudah adanya investor yang masuk, manajemen pun mulai dibentuk. Johar Lin Eng memiliki peran penting dalam mengembalikan PSIS. Johar yang mendapatkan mandat untuk membentuk manajemen baru langsung bergerak cepat.
Ferdinand Hindiarto didaulat untuk menjadi General Manajer PSIS, dan Setyo Agung Nugroho didaulat menjadi manajer Tim. Bersama dengan manajemen yang baru, persiap tim pun mulai dibentuk dengan menggandeng pelatih PON Jateng Firmandoyo yang langsung mebentuk tim. Anak-anak Eks PON Jateng menjadi pilihan untuk memperkuat PSIS, ditambah sejumlah pemain senior semacam Iswandi Da’i, Imral “korea” Usman, Nurul Huda, dan pemain sejumlah pemain profesional serta dua pemain asing, tercatat 26 pemain sudah dikontrak manajemen hingga saat ini. Kini PSIS mantap menatap masa depan yang baru di tahun 2013.
PSIS yang musim lalu berkiprah di divisi utama Indonesia Super League (IPL) dan menempati peringkat 5 pada klasemen akhir grup 2, untuk musim ini memutuskan melompat ke Kompetisi Divisi Utama yang dioperatori PT Liga Indonesia .
Tepat mulai tanggal 27 Januari 2013 kick off kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2013 dimulai. Sebagai pembukaan, PSIS bakal meladeni Persiku Kudus di Stadion Jatidiri Semarang.
Pembukaan kompetisi yang dilakukan di Kota Semarang ini bakal menjadi tonggak awal kebangkitan PSIS, yang sejak tahun 1999 masuk jurang Degradasi dan meninggalkan masa kelam di tahun 2012 yang penuh dengan gejolak.
“Tahun lalu adalah tahun yang sangat sulit bagi PSIS, dan musim kompetisi 2013 adalah memontum untuk mengembalikan kepercayaan investor, serta mengembalikan kepercayaan masyarkat bahwa PSIS bisa berprestasi,”kata General Majaner PSIS Semarang Ferdinand Hindiarto.
Dengan semangat baru PSIS yang digawangi pemain-pemin muda penuh talenta, bertekad mampu kembali ke kekasta tertinggi sepak bola Indonesia sesuai dengan habitatnya.
Untuk mencapai cita-cita kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia tentu, dibutuhkan keartifan semua pihak, termasuk mengesampingkan kiruh internal yang sampai saat ini masih timbul buih-buihnya.
“Target kami adalah Promosi ke Indonesia Super League (ISL), dan untuk mencapi target tersebut, tidak hanya kerja keras tim, melainkan juga dibutuhkan dukungan dari semua pihak, “ tandasnya.
(wbs)