Kecaman Maldini kepada mantan klubnya
Senin, 31 Desember 2012 - 14:17 WIB
Kecaman Maldini kepada mantan klubnya
A
A
A
Sindonews.com - Legenda hidup AC Milan, Paolo Maldini buka suara mengenai seretnya prestasi klub dalam beberapa musim terakhir.
Dia mengecam kebijakan klub yang dinilai tak lagi mempunyai ambisi tinggi membawa Il Diavolo Rosso berjaya di pentas Eropa maupun domestik musim ini.
Dalam 25 tahun karirnya, Maldini sukses membawa Milan memenangi lima trofi Liga Champions dan tujuh gelar scudetto. Bahkan di bawah kepelatihan Arrigo Sacchi dengan trio bintang Belanda Marco Van Basten, Ruud Gullit dan Frank Rijkaard pada era 1990-an, Milan mendapat julukan The Dream Teamnya Eropa kala itu.
Tetapi, saat ini klub milik Silvio Berlusconi itu sedang terpuruk di kompetisi Serie A dengan bercokol di urutan ketujuh. Sementara di Liga Champions penampilan Stephen El Shaaraway dan kawan-kawan terlihat tidak konsisten.
Oleh sebab itu, pria berusia 44 tahun itu mengaku sangat merindukan masa indahnya. ”Saya sangat beruntung berada bersama Milan selama 25 tahun yang indah. Presiden Silvio Berlusconi datang dan mengajarkan kita untuk berpikir besar, juga dengan investasinya,” kata Maldini kepada La Repubblica.
"Arrigo Sacchi dan kami memiliki mentalitas bahwa kita akan menjadi simbol gaya sepak bola. Itu sesuatu yang ajaib,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maldini berharap bisa Milan bisa segera bangkit dan kembali mengukir sejarah hebat ke depannya.
”Perlahan-lahan kekuatan itu hilang dan Milan berubah menjadi sebuah klub biasa saja. Itu karena Milan berhenti mengajar pengetahuan mereka kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Dia mengecam kebijakan klub yang dinilai tak lagi mempunyai ambisi tinggi membawa Il Diavolo Rosso berjaya di pentas Eropa maupun domestik musim ini.
Dalam 25 tahun karirnya, Maldini sukses membawa Milan memenangi lima trofi Liga Champions dan tujuh gelar scudetto. Bahkan di bawah kepelatihan Arrigo Sacchi dengan trio bintang Belanda Marco Van Basten, Ruud Gullit dan Frank Rijkaard pada era 1990-an, Milan mendapat julukan The Dream Teamnya Eropa kala itu.
Tetapi, saat ini klub milik Silvio Berlusconi itu sedang terpuruk di kompetisi Serie A dengan bercokol di urutan ketujuh. Sementara di Liga Champions penampilan Stephen El Shaaraway dan kawan-kawan terlihat tidak konsisten.
Oleh sebab itu, pria berusia 44 tahun itu mengaku sangat merindukan masa indahnya. ”Saya sangat beruntung berada bersama Milan selama 25 tahun yang indah. Presiden Silvio Berlusconi datang dan mengajarkan kita untuk berpikir besar, juga dengan investasinya,” kata Maldini kepada La Repubblica.
"Arrigo Sacchi dan kami memiliki mentalitas bahwa kita akan menjadi simbol gaya sepak bola. Itu sesuatu yang ajaib,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maldini berharap bisa Milan bisa segera bangkit dan kembali mengukir sejarah hebat ke depannya.
”Perlahan-lahan kekuatan itu hilang dan Milan berubah menjadi sebuah klub biasa saja. Itu karena Milan berhenti mengajar pengetahuan mereka kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
(aww)