Tahun 2012, masa kelam Armstrong
Senin, 31 Desember 2012 - 18:05 WIB
Tahun 2012, masa kelam Armstrong
A
A
A
Sindonews.com - Musim 2012 menjadi tahun yang pahit bagi Lance Armstrong. Pembalap yang pernah meraih gelar juara tujuh kali Tour de France itu terbukti menggunakan obat-obatan terlarang erythropoietin (EPO).
Peristiwa doping yang melanda olahraga balap sepeda itu terungkap, setelah Badan Anti Doping Amerika Serikat (USADA) mengeluarkan pernyataan b Armstrong terbukti menggunakan doping. Dalam penyelidikan yang dilakukan USADA terhadap 11 rekan setimnya Armstrong, dia terbukti menggunakan berbagai obat terlarang, salah satunya EPO, sejak 1999-2005, selama memenangkan gelar tujuh kali juara Tour de France.
Akibat kecurangan yang dilakukan Armstrong, CEO USADA, Travis T. Tygart telah mengajukan tuntutan hukuman seumur hidup terhadap Armstrong ke Uni Balap Sepeda Internasional (UCI) dan Badan Anti Doping Doping (WADA). Pasalnya, penggunaan obat terlarang yang dikonsumsinya merupakan doping yang paling canggih dalam sejarah olahraga.
"Bukti-bukti telah menunjukkan keterlibatan US Postal Service Pro Cycling Team dan tanpa keraguan bahwa doping yang digunakan Armstrong sangat canggih, diprofesionalkan dan sukses dalam sejarah olahraga," tegas Tygart.
Setelah melihat bukti-bukti tersebut, akhirnya Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencabut gelar yang pernah diraihnya selama tujuh tahun tersebut. Armstrong terancam juga kehilangan medali perunggu yang ia menangkan di nomor time trial jalan raya pada Olimpiade Sidney 2000. Ini setelah pihak IOC, membuka investigasi kemungkinan Armstrong memakai doping dalam ajang tersebut.
Melihat sejumlah kejadian yang menggemparkan dunia olahraga ini, pembalap berusia 41 tahun tersebut langsung membuat keputusan mengejutkan ketika memutuskan menanggalkan jabatan sebagai ketua yayasan amal Livestrong.
Armstrong sendiri harus kehilangan sejumlah kontrak iklannya dengan perusahan produk olahraga ternama. Mulai dari Nike, Oakley serta Perusahaan Asuransi Texas (SCA). Bahkan mereka menuntut ganti rugi akibat kejadian ini. Pasalnya, mereka merasa tertipu karena selama ini telah mendukung karirnya di dunia olahraga itu.
Peristiwa doping yang melanda olahraga balap sepeda itu terungkap, setelah Badan Anti Doping Amerika Serikat (USADA) mengeluarkan pernyataan b Armstrong terbukti menggunakan doping. Dalam penyelidikan yang dilakukan USADA terhadap 11 rekan setimnya Armstrong, dia terbukti menggunakan berbagai obat terlarang, salah satunya EPO, sejak 1999-2005, selama memenangkan gelar tujuh kali juara Tour de France.
Akibat kecurangan yang dilakukan Armstrong, CEO USADA, Travis T. Tygart telah mengajukan tuntutan hukuman seumur hidup terhadap Armstrong ke Uni Balap Sepeda Internasional (UCI) dan Badan Anti Doping Doping (WADA). Pasalnya, penggunaan obat terlarang yang dikonsumsinya merupakan doping yang paling canggih dalam sejarah olahraga.
"Bukti-bukti telah menunjukkan keterlibatan US Postal Service Pro Cycling Team dan tanpa keraguan bahwa doping yang digunakan Armstrong sangat canggih, diprofesionalkan dan sukses dalam sejarah olahraga," tegas Tygart.
Setelah melihat bukti-bukti tersebut, akhirnya Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencabut gelar yang pernah diraihnya selama tujuh tahun tersebut. Armstrong terancam juga kehilangan medali perunggu yang ia menangkan di nomor time trial jalan raya pada Olimpiade Sidney 2000. Ini setelah pihak IOC, membuka investigasi kemungkinan Armstrong memakai doping dalam ajang tersebut.
Melihat sejumlah kejadian yang menggemparkan dunia olahraga ini, pembalap berusia 41 tahun tersebut langsung membuat keputusan mengejutkan ketika memutuskan menanggalkan jabatan sebagai ketua yayasan amal Livestrong.
Armstrong sendiri harus kehilangan sejumlah kontrak iklannya dengan perusahan produk olahraga ternama. Mulai dari Nike, Oakley serta Perusahaan Asuransi Texas (SCA). Bahkan mereka menuntut ganti rugi akibat kejadian ini. Pasalnya, mereka merasa tertipu karena selama ini telah mendukung karirnya di dunia olahraga itu.
(aww)