Tak diunggulkan, putri Jaya Raya Suryanaga tetap yakin
Kamis, 31 Januari 2013 - 19:41 WIB
Tak diunggulkan, putri Jaya Raya Suryanaga tetap yakin
A
A
A
Sindonews.com - Tim bulu tangkis putri Jaya Raya Suryanaga menambah kekuatan menjelang bergulirnya Djarum Superliga Badminton 2013 di DBL Arena, Surabaya, 3-9 Februari. Pebulu tangkis muda Ni Ketut Mahadewi didaftarkan sebagai pemain kesembilan.
Manajer Jaya Raya Suryanaga Sunoto mengatakan Ketut sudah resmi terdaftar akan tampil di ajang berhadiah total Rp1,6 miliar itu. "Kami menambah satu pemain lagi di tim putri, total sekarang ada sembilan pemain yang sudah siap tampil, " ujarnya dalam press conference, Kamis siang (31/1).
Masuknya Ketut sebagai pemain kesembilan diharapkan bisa menambah kekuatan terutama di sektor ganda. "Dengan delapan pemain, kami khawatir akan kelelahan karena menghadapi pertandingan maraton. Kita proyeksikan Ketut untuk tampil di ganda, " tambah Sunoto.
Keputusan Jaya Raya Suryanaga menambah pemain bukan lantaran kurang percaya diri dengan delapan pemain sebelumnya. Namun juga memberikan kesempatan pemain muda merasakan atmosfir perlombaan dengan pebulu tangkis dunia. "Pemain ini asli binaan Suryanaga, kita berikan kesempatan. Meski masih masih muda, namun penampilannya bisa kita andalkan," timpal Ketua PB Suryanaga Jacob Rusdianto.
Memang, jika hanya mengandalkan delapan pemain, riskan bagi Suryanaga bisa mempertahankan gelar juara DSB yang direbut 2011 lalu. Apalagi dari delapan tim putri yang tampil, rata-rata dihuni sembilan sampai sepuluh pemain. Dua tim Jaya Raya Jakarta dan Djarum Kudus misalnya, datang ke Surabaya dengan membawa 10 pemain.
Apalagi, tim putri Jaya Raya Suryanaga juga berada di grup berat, bersama Djarum Kudus dan dua klub asing Korean Ginseng Corporation (KGC) Badminton Club (Korea) serta Renesas Badminton Club (Jepang). "Di sektor putri kekuatan merata, peluang sama. Bermain di kandang sendiri kita harapkan para pemain bisa lebih termotivasi, " harapnya.
Meski menyandang status juara bertahan, tim putri Jaya Raya Suryanagga memang tidak terlalu diunggulkan. Dalam drawing Selasa, (29/1), hanya menempati unggulan ke empat. Sebaliknya tim putra Jaya Raya Suryanaga malah menempati unggulan pertama, meski hanya berada di posisi kedua pada DSB 2011 lalu. Saat itu tim putra Jaya Raya Suryanaga kalah di babak final melawan SGS PLN 3-2.
Penentuan unggulan dalam drawing tidak membuat tim putri Suryanaga berkecil hati. Justru bertekad akan mengawinkan gelar juara. "Di putri memang lebih merata, tapi kami tetap mengincar gelar juara baik putra dan putri. Kesempatan tetap ada, karena strategi di lapangan juga ikut menentukan, " tandas Jacob.
Materi pemain Jaya Raya Suryanaga sendiri tidak bisa dipandang mata. Sebab, dari sembilan pemain terdapat tiga pebulu tangkis asal Jepang. Yaitu Eriko Hirose, Shizuka Matsuo dan Shizuka. Selain itu juga ada Lindaweni Fanetri, Ganis Nur Rahmadani, Tike Arieda Ningrum, Lita Nurlita, Variella Aprilsasi Putri.
Sementara di tim putra, Jaya Raya Suryanaga akan mengandalkan dua pemain asal Hongkong, Hu Yun dan Wo Wing Ki. Keduanya akan bahu membahu bersama Sony Dwi Kuncoro, Fauzi Adnan, Alvent Yulianto Chandra, Ryan Agung Saputra, Cristopher Rusdianto, Ronald Alexander dan Tri Kusumawardhana.
Di sektor putra, Jaya Raya Suryanga menampati unggulan pertama tak lepas dari bergabungnya Lee Chong Wei ke klun Musica Champions. Musim sebelumnya, pebulutangkis asal Malaysia itu ikut di SGS PLN bersama Taufik Hidayat. "Lee Chong Wei bukan lawan yang harus ditakuti, saat ini Sony juga sedang bagus-bagusnya, " ucap Sunoto.
Bukan hanya itu dari sisi nonteknis, tim tuan rumah juga mendapatkan suntikan motivasi baru setelah berhasil mengandeng sponsor AIM Biscuit. Tidak menutup kemungkinan akan ada bonus tambahan jika Jaya Raya Suryanaga bisa meraih gelar juara, "Kami akan mendukung penuh, setelah sepak bola kami konsentrasi ke bulu tangkis, " Humas AIM Biscuit, Wibowo.
Manajer Jaya Raya Suryanaga Sunoto mengatakan Ketut sudah resmi terdaftar akan tampil di ajang berhadiah total Rp1,6 miliar itu. "Kami menambah satu pemain lagi di tim putri, total sekarang ada sembilan pemain yang sudah siap tampil, " ujarnya dalam press conference, Kamis siang (31/1).
Masuknya Ketut sebagai pemain kesembilan diharapkan bisa menambah kekuatan terutama di sektor ganda. "Dengan delapan pemain, kami khawatir akan kelelahan karena menghadapi pertandingan maraton. Kita proyeksikan Ketut untuk tampil di ganda, " tambah Sunoto.
Keputusan Jaya Raya Suryanaga menambah pemain bukan lantaran kurang percaya diri dengan delapan pemain sebelumnya. Namun juga memberikan kesempatan pemain muda merasakan atmosfir perlombaan dengan pebulu tangkis dunia. "Pemain ini asli binaan Suryanaga, kita berikan kesempatan. Meski masih masih muda, namun penampilannya bisa kita andalkan," timpal Ketua PB Suryanaga Jacob Rusdianto.
Memang, jika hanya mengandalkan delapan pemain, riskan bagi Suryanaga bisa mempertahankan gelar juara DSB yang direbut 2011 lalu. Apalagi dari delapan tim putri yang tampil, rata-rata dihuni sembilan sampai sepuluh pemain. Dua tim Jaya Raya Jakarta dan Djarum Kudus misalnya, datang ke Surabaya dengan membawa 10 pemain.
Apalagi, tim putri Jaya Raya Suryanaga juga berada di grup berat, bersama Djarum Kudus dan dua klub asing Korean Ginseng Corporation (KGC) Badminton Club (Korea) serta Renesas Badminton Club (Jepang). "Di sektor putri kekuatan merata, peluang sama. Bermain di kandang sendiri kita harapkan para pemain bisa lebih termotivasi, " harapnya.
Meski menyandang status juara bertahan, tim putri Jaya Raya Suryanagga memang tidak terlalu diunggulkan. Dalam drawing Selasa, (29/1), hanya menempati unggulan ke empat. Sebaliknya tim putra Jaya Raya Suryanaga malah menempati unggulan pertama, meski hanya berada di posisi kedua pada DSB 2011 lalu. Saat itu tim putra Jaya Raya Suryanaga kalah di babak final melawan SGS PLN 3-2.
Penentuan unggulan dalam drawing tidak membuat tim putri Suryanaga berkecil hati. Justru bertekad akan mengawinkan gelar juara. "Di putri memang lebih merata, tapi kami tetap mengincar gelar juara baik putra dan putri. Kesempatan tetap ada, karena strategi di lapangan juga ikut menentukan, " tandas Jacob.
Materi pemain Jaya Raya Suryanaga sendiri tidak bisa dipandang mata. Sebab, dari sembilan pemain terdapat tiga pebulu tangkis asal Jepang. Yaitu Eriko Hirose, Shizuka Matsuo dan Shizuka. Selain itu juga ada Lindaweni Fanetri, Ganis Nur Rahmadani, Tike Arieda Ningrum, Lita Nurlita, Variella Aprilsasi Putri.
Sementara di tim putra, Jaya Raya Suryanaga akan mengandalkan dua pemain asal Hongkong, Hu Yun dan Wo Wing Ki. Keduanya akan bahu membahu bersama Sony Dwi Kuncoro, Fauzi Adnan, Alvent Yulianto Chandra, Ryan Agung Saputra, Cristopher Rusdianto, Ronald Alexander dan Tri Kusumawardhana.
Di sektor putra, Jaya Raya Suryanga menampati unggulan pertama tak lepas dari bergabungnya Lee Chong Wei ke klun Musica Champions. Musim sebelumnya, pebulutangkis asal Malaysia itu ikut di SGS PLN bersama Taufik Hidayat. "Lee Chong Wei bukan lawan yang harus ditakuti, saat ini Sony juga sedang bagus-bagusnya, " ucap Sunoto.
Bukan hanya itu dari sisi nonteknis, tim tuan rumah juga mendapatkan suntikan motivasi baru setelah berhasil mengandeng sponsor AIM Biscuit. Tidak menutup kemungkinan akan ada bonus tambahan jika Jaya Raya Suryanaga bisa meraih gelar juara, "Kami akan mendukung penuh, setelah sepak bola kami konsentrasi ke bulu tangkis, " Humas AIM Biscuit, Wibowo.
(aww)