PSIS yakin menang di kandang lawan
Senin, 04 Februari 2013 - 16:17 WIB
PSIS yakin menang di kandang lawan
A
A
A
Sindonews.com – PSIS Semarang bakal melakoni laga tandang pertama mereka di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia kontra Persikad Depok, Sabtu (9/2) mendatang yang kemudian dilanjutkan bertandang ke Persikabo Bogor. Dilaga tandang ini PSIS mentargetkan diri mampu memetik poin penuh.
Secara statistik tim, anak-anak asuh Firmnadoyo ini tidak akan kesulitan untuk meladeni permainan Persikad, mengingat tim berjuluk pendekar Ciliwung ini belum pernah sekalipun memenangi pertandingan.
Dari dua laga terakhir yang dijalani, Persikad Depok belum meraih satu poinpun. Pada laga pertama melawan Persitema meraka tunduk 3-0 dan pada laga kedua melawan Persip Pekalongan, Minggu (2/2), meraka kalah 2-0.
Sementara, Persikabo Bogor juga tampil kurang maksimal. Di kedua laga away melawan Persip Pekalongan dan Persitema Temanggung mereka hanya mampu bermain imbang.
Pelatih PSIS Semarang Firmandoyo mengaku, sudah mengantongi kekuatan kedua tim yang akan dilawan berikutnya bagi PSIS.
Firmandoyo optimis, dengan skuad PSIS yang saat ini ada, tidak akan sulit bagi Iswandi Da’i Dkk untuk untuk mencuri poin penuh dari kedua klub tersebut. “Tapi kami akan tetap mewaspadai mereka. Meraka akan memiliki motivasi lebih karena bermain di kandang sendiri dengan dukungan ribuan supporter,” ujarnya.
Jika, Imaral “Korea”Usman mampu mencuri poin penuh maka, meraka PSIS Semarang akan memecahkan mitos tak perna menang dikandang lawan, yang selama ini masih membayangi PSIS.
Laskar Mahesa Jenar, selama ini belum pernah menang di kandang lawan. Meraka baru menang, saat melawan Persis Solo pada 14 Februari 2010 dengan skor 3-0. Dua gol berhasil diciptakan oleh Imral “Korea”Usman pemain yang kini kembali memperkuat PSIS. Imral diharapkan mampu kembali menjadi jimat kemenangan di laga Away bagi PSIS.
Firmandoyo pun sudah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi dua laga Away tersebut. Manager tim PSIS Semarang Setyo Agung Nugroho mengaku, tidak ingin baying-bayang kekalahan atau seri di kandang lawan yang selama ini masih menghantui PSIS, tidak dijadikan beban melainkan sebagai motivasi.
“Mudah-mudahan mitos tersebut bisa terpecahkan pada saat dua laga away nanti. Yang penting para pemain tampil lepas tampa beban,”ujar Agung.
Secara statistik tim, anak-anak asuh Firmnadoyo ini tidak akan kesulitan untuk meladeni permainan Persikad, mengingat tim berjuluk pendekar Ciliwung ini belum pernah sekalipun memenangi pertandingan.
Dari dua laga terakhir yang dijalani, Persikad Depok belum meraih satu poinpun. Pada laga pertama melawan Persitema meraka tunduk 3-0 dan pada laga kedua melawan Persip Pekalongan, Minggu (2/2), meraka kalah 2-0.
Sementara, Persikabo Bogor juga tampil kurang maksimal. Di kedua laga away melawan Persip Pekalongan dan Persitema Temanggung mereka hanya mampu bermain imbang.
Pelatih PSIS Semarang Firmandoyo mengaku, sudah mengantongi kekuatan kedua tim yang akan dilawan berikutnya bagi PSIS.
Firmandoyo optimis, dengan skuad PSIS yang saat ini ada, tidak akan sulit bagi Iswandi Da’i Dkk untuk untuk mencuri poin penuh dari kedua klub tersebut. “Tapi kami akan tetap mewaspadai mereka. Meraka akan memiliki motivasi lebih karena bermain di kandang sendiri dengan dukungan ribuan supporter,” ujarnya.
Jika, Imaral “Korea”Usman mampu mencuri poin penuh maka, meraka PSIS Semarang akan memecahkan mitos tak perna menang dikandang lawan, yang selama ini masih membayangi PSIS.
Laskar Mahesa Jenar, selama ini belum pernah menang di kandang lawan. Meraka baru menang, saat melawan Persis Solo pada 14 Februari 2010 dengan skor 3-0. Dua gol berhasil diciptakan oleh Imral “Korea”Usman pemain yang kini kembali memperkuat PSIS. Imral diharapkan mampu kembali menjadi jimat kemenangan di laga Away bagi PSIS.
Firmandoyo pun sudah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi dua laga Away tersebut. Manager tim PSIS Semarang Setyo Agung Nugroho mengaku, tidak ingin baying-bayang kekalahan atau seri di kandang lawan yang selama ini masih menghantui PSIS, tidak dijadikan beban melainkan sebagai motivasi.
“Mudah-mudahan mitos tersebut bisa terpecahkan pada saat dua laga away nanti. Yang penting para pemain tampil lepas tampa beban,”ujar Agung.
(wbs)