Persib ingin ikuti PBR
Jum'at, 08 Februari 2013 - 13:08 WIB
Persib ingin ikuti PBR
A
A
A
Sindonews.com – Kemenangan Pelita Bandung Raya (PBR) atas Persija Jakarta, memberikan motivasi tersendiri buat pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengikuti jejak Simon McMenemy yang sukses memimpin PBR manaklukkan Macan Kemayoran.
Duel Persib kontra Persija, memang masih cukup lama ditunggu. Namun, laga yang bakal digelar pada 3 Maret di Bandung itu, hawanya sudah dirasakan pelatih yang akrab di sapa Djanur tersebut. Ia tentu memahami laga melawan Persija bukan hanya mempertaruhkan gengsi kedua tim. Juga merupakan pertaruhan dirinya sebagai pelatih.
Djanur mengatakan ia merasa harus memberikan selamat kepada Simon yang menunjukkan dirinya sebagai pelatih berkelas karena mampu mengangkat timnya saat tuntutan untuk menang kian besar.
“Yang jelas saya harus ucapkan selamat kepada Simon yang telah berhasil membawa PBR mengalahkan Persija. Ini jadi motivasi tersendiri buat saya dan pemain Persib untuk melakukan hal yang sama saat kita menghadapi Persija nanti,” cetus Djanur.
Bagi Djanur laga Persib dengan Persija sebenarnya tidak mempresentasikan persaingan klasik kedua tim. Sebab menurutnya persaingan antara Maung Bandung dengan Macan Kemayoran terasa mulai lebih bergengsi saat kedua tim sudah tampil di era profesional.
Di zaman Perserikatan, Djanur justru merasakan bertemu dengan Persija sedikit kurang berkesan. Alasannya Persib dan Persija tak pernah bertemu di partai puncak. Ditambah dalam urusan persaingan suporter pun di zaman Perserikatan, Persib jauh lebih dominan dibandingkan klub Ibu Kota tersebut.
Persija memang baru mulai mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat Jakarta di akhir 1990-an seiring dengan pembentukkan kelompok suporter The Jakmania yang diprakarsai oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso dan artis Gugun Gondrong.
“Saya pernah merasakan atmosfer pertandingan Persib melawan Persija. Namun, persaingannya saat itu lebih terasa di lapangan saja. Tidak sampai keluar. Buat saya pribadi sebenarnya kurang menumbuhkan memori. Namun kini bagaimanapun pertandingan Persib dan Persija adalah salah satu yang paling ditunggu-tunggu,” ujar Djanur.
Namun, sebelum menjalani duel sarat gengsi ini. Djanur sadar jika ia punya tanggung jawab tak kalah besar. Memimpin dan memastikan timnya tidak terpeleset di tiga laga berikutnya sebelum bertarung habis-habisan dengan Macan Kemayoran.
Laga tandang melawan Persisam Samarinda, Sabtu (16/2). Lalu Mitra Kukar, Kamis (21/2) dan PSPS Pekanbaru, Rabu (27/2) tak kalah penting dengan duel kontra Persija. “Saat ini kita tetap harus lebih fokus ke pertandingan berikutnya melawan Persisam. Walaupun harus kembali menjalani laga away saya harap para pemain bisa tetap menjaga kondusifitas dan motivasi bertanding,” tandas Djanur penuh harap.
Duel Persib kontra Persija, memang masih cukup lama ditunggu. Namun, laga yang bakal digelar pada 3 Maret di Bandung itu, hawanya sudah dirasakan pelatih yang akrab di sapa Djanur tersebut. Ia tentu memahami laga melawan Persija bukan hanya mempertaruhkan gengsi kedua tim. Juga merupakan pertaruhan dirinya sebagai pelatih.
Djanur mengatakan ia merasa harus memberikan selamat kepada Simon yang menunjukkan dirinya sebagai pelatih berkelas karena mampu mengangkat timnya saat tuntutan untuk menang kian besar.
“Yang jelas saya harus ucapkan selamat kepada Simon yang telah berhasil membawa PBR mengalahkan Persija. Ini jadi motivasi tersendiri buat saya dan pemain Persib untuk melakukan hal yang sama saat kita menghadapi Persija nanti,” cetus Djanur.
Bagi Djanur laga Persib dengan Persija sebenarnya tidak mempresentasikan persaingan klasik kedua tim. Sebab menurutnya persaingan antara Maung Bandung dengan Macan Kemayoran terasa mulai lebih bergengsi saat kedua tim sudah tampil di era profesional.
Di zaman Perserikatan, Djanur justru merasakan bertemu dengan Persija sedikit kurang berkesan. Alasannya Persib dan Persija tak pernah bertemu di partai puncak. Ditambah dalam urusan persaingan suporter pun di zaman Perserikatan, Persib jauh lebih dominan dibandingkan klub Ibu Kota tersebut.
Persija memang baru mulai mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat Jakarta di akhir 1990-an seiring dengan pembentukkan kelompok suporter The Jakmania yang diprakarsai oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso dan artis Gugun Gondrong.
“Saya pernah merasakan atmosfer pertandingan Persib melawan Persija. Namun, persaingannya saat itu lebih terasa di lapangan saja. Tidak sampai keluar. Buat saya pribadi sebenarnya kurang menumbuhkan memori. Namun kini bagaimanapun pertandingan Persib dan Persija adalah salah satu yang paling ditunggu-tunggu,” ujar Djanur.
Namun, sebelum menjalani duel sarat gengsi ini. Djanur sadar jika ia punya tanggung jawab tak kalah besar. Memimpin dan memastikan timnya tidak terpeleset di tiga laga berikutnya sebelum bertarung habis-habisan dengan Macan Kemayoran.
Laga tandang melawan Persisam Samarinda, Sabtu (16/2). Lalu Mitra Kukar, Kamis (21/2) dan PSPS Pekanbaru, Rabu (27/2) tak kalah penting dengan duel kontra Persija. “Saat ini kita tetap harus lebih fokus ke pertandingan berikutnya melawan Persisam. Walaupun harus kembali menjalani laga away saya harap para pemain bisa tetap menjaga kondusifitas dan motivasi bertanding,” tandas Djanur penuh harap.
(wbs)