Djanur ingin fleksibel
Minggu, 10 Februari 2013 - 22:59 WIB
Djanur ingin fleksibel
A
A
A
Sindonews.com - Saat menghadapi Persiram Raja Ampat di Stadion Wombik, Sorong, Kamis (31/1) lalu. Djadjang Nurdjaman membuat kejutan dengan tidak memainkan playmaker asal Kamerun, George Parfait Mbida Messi sejak menit awal. Kala itu, Mbida Messi diturunkan menggantikan Atep pada menit 58.
Keputusan Djanur sedikit mengundang tanya jika melihat pada performa apik Mbida Messi di dua laga kandang awal musim ini. Namun, Djanur memastikan hal itu ia lakukan sebagai bentuk dari strategi. Sempat muncul kabar miring jika plymaker berusia 32 tahun itu, enggan bermain karena ada masalah pembayaran gaji.
Konon gaji Mbida Messi yang sebenarnya sudah dibayarkan pihak manajemen ‘nyangkut’ di dompet pihak agen pemain yang mendatangkan Mbida Messi ke Indonesia. “Tidak ada masalah lain, kecuali faktor kebutuhan,” jelas Djanur.
Mantan pelatih Pelita Jaya U-21 tersebut menegaskan bukan pelatih yang selalu terpaku pada satu patron. Menurutnya inovasi sangat penting dalam penerapan startegi dan penyusunan line up pemain. “Setiap lawan punya karakter permainan berbeda. Ketika melawan Persiram, saya lihat lebih baik menurunkan Firman Utina dan Hariono sejak awal,” cetus Djanur.
Keputusan Djanur tersebut sebenarnya bisa dikatakan cukup sukses. Sebab kala itu, Maung Bandung sempat unggul 2-0 sebelum disamakan lawan jadi 2-2. Gol kedua Persiram kemudian memunculkan perdebatan karena kubu Persib memprotes keputusan wasit yang tetap mengesahkan gol James Koko Lomell meski pemain asal Liberia tersebut jelas-jelas berada dalam posisi offside.
Diluar itu, Djanur mengatakan pertimbangan mentalitas dan sikap pemain di lapangan juga jadi indikator pemilihan pemain. Melihat karakter Mbida Messi yang sedikit emosional, tidak mengherankan jika Djanur lebih memilih cara aman dengan memasangnya sebagai pemain pengganti.
“Mental dan sikap pemain juga harus jadi pertimbangan. Di laga away biasanya potensi mendapatkan kartu kuning itu, lebih besar. Sejak awal saya sering katakan selalu saja ada hal yang menguntungkan buat tuan rumah,” tandasnya.
Keputusan Djanur sedikit mengundang tanya jika melihat pada performa apik Mbida Messi di dua laga kandang awal musim ini. Namun, Djanur memastikan hal itu ia lakukan sebagai bentuk dari strategi. Sempat muncul kabar miring jika plymaker berusia 32 tahun itu, enggan bermain karena ada masalah pembayaran gaji.
Konon gaji Mbida Messi yang sebenarnya sudah dibayarkan pihak manajemen ‘nyangkut’ di dompet pihak agen pemain yang mendatangkan Mbida Messi ke Indonesia. “Tidak ada masalah lain, kecuali faktor kebutuhan,” jelas Djanur.
Mantan pelatih Pelita Jaya U-21 tersebut menegaskan bukan pelatih yang selalu terpaku pada satu patron. Menurutnya inovasi sangat penting dalam penerapan startegi dan penyusunan line up pemain. “Setiap lawan punya karakter permainan berbeda. Ketika melawan Persiram, saya lihat lebih baik menurunkan Firman Utina dan Hariono sejak awal,” cetus Djanur.
Keputusan Djanur tersebut sebenarnya bisa dikatakan cukup sukses. Sebab kala itu, Maung Bandung sempat unggul 2-0 sebelum disamakan lawan jadi 2-2. Gol kedua Persiram kemudian memunculkan perdebatan karena kubu Persib memprotes keputusan wasit yang tetap mengesahkan gol James Koko Lomell meski pemain asal Liberia tersebut jelas-jelas berada dalam posisi offside.
Diluar itu, Djanur mengatakan pertimbangan mentalitas dan sikap pemain di lapangan juga jadi indikator pemilihan pemain. Melihat karakter Mbida Messi yang sedikit emosional, tidak mengherankan jika Djanur lebih memilih cara aman dengan memasangnya sebagai pemain pengganti.
“Mental dan sikap pemain juga harus jadi pertimbangan. Di laga away biasanya potensi mendapatkan kartu kuning itu, lebih besar. Sejak awal saya sering katakan selalu saja ada hal yang menguntungkan buat tuan rumah,” tandasnya.
(wbs)