Kompetisi belum separo jalan, SFC pecat empat legiun asing
Senin, 18 Februari 2013 - 20:17 WIB
Kompetisi belum separo jalan, SFC pecat empat legiun asing
A
A
A
Sindonews.com - Entah apa yang terjadi dalam tubuh Sriwijaya FC (SFC) pada musim 2013 ini. Belum sampai separo jalan mengarungi kompetisi, manajemen sudah melakukan pemecatan terhadap empat pemain asing. Mulai dari Jerry Karpeh, Ali Khadaffi, Min Kyung Bin dan terakhir Erick Weeks Lewis.
Hasilnya, hingga pertandingan ketujuh ini, Laskar Wong Kito hanya menyisakan tiga pemain asing saja, yakni Diogo Santos (Timor Leste), Boakay Eddy Foday (Liberia) dan Hilton Moreira (Brazil). Keputusan yang dibuat manajemen ini memang tepat, tapi ada juga yang menilai terlalu terburu-buru untuk sebagian pemain.
Manajemen SFC sendiri tidak mempermasalahkan dengan mendepak tiga legiun asing sebelumnya. Tapi khusus untuk pemutusan kontrak terhadap Erick Weeks, kubu SFC akan segera menghadap PT Liga Indonesia, untuk meminta dispensasi.
''Kami akan meminta pada PT Liga Indonesia agar memberikan dispensasi, karena ini sifatnya force majeur. Ini sangat darurat bagi kami, karena dua pemain asing sudah hilang dan kami membutuhkan tenaga pemain lain untuk kompetisi,” ungkap asisten manajer SFC, Muchendi Machzareki.
Pasalnya, setelah menunggu sekian lama dan tidak ada kejelasan, manajemen SFC merasa dikecewakan oleh pemain asal Liberia ini.
''Sekarang mas Eko Soebekti (agen Erick) sudah saya panggil. sesuai dengan komitmen saya beberapa waktu lalu, kedatangan Erick Weeks kita tunggu hingga satu minggu atau Sabtu ini. jika hari ini Erick tak bisa datang, berarti hari ini selesaikan. Kita sudah tidak menunggu Erick lagi dan kontrak sudah putus. Ya karena besok kita mau bertanding dan dia hari ini tidak datang, ya sudah resmi selesai,” timpal manajer SFC, Robert Heri.
Pihaknya sendiri, sambungnya, hingga hari ini belum mengetahui dimana keberadaan Erick Weeks. Karena antara manajemen dan pemain yang bersangkutan sudah lost contact. Apakah dia sudah di Malaysia dan sudah pergi ke tempat lain, semua tidak tahu.
''Kami tidak tahu apa alasan yang sebenarnya, karena dari pihak kami, apa yang diperlukannya sudah kami lakukan dan di bantu. Yang jelas kami sudah tentukan hari ini (kemarin) terakhir dia harus ada di Palembang. Ternyata dia tak muncul berarti selesai,” tukasnya lagi.
Sementara agen Erick Weeks, Eko Soebekti, juga menyatakan tidak mengetahui keberadaan pemainnya tersebut. ''Saya merasa tidak enak dengan SFC, kami sudah menjadi mitra tapi malah terjadi seperti ini. Tapi inilah namanya aksiden, apapun hasil rapat manajemen soal Erick, termasuk soal kerugian yang diderita SFC, saya akan menurut saja,” ujarnya.
Eko yang juga agen Boakay Eddy Foday ini menambahkan, kalau semua uang kontrak seperti uang muka dan sebagainya, itu semua sudah berada di tangan Erick Week. ''Itulah masalahnya, karena uangnya sendiri sudah di tangan Erick semua. Saya kan hanya mendapatkan fee atas kontrak tersebut,” pungkasnya.
Hasilnya, hingga pertandingan ketujuh ini, Laskar Wong Kito hanya menyisakan tiga pemain asing saja, yakni Diogo Santos (Timor Leste), Boakay Eddy Foday (Liberia) dan Hilton Moreira (Brazil). Keputusan yang dibuat manajemen ini memang tepat, tapi ada juga yang menilai terlalu terburu-buru untuk sebagian pemain.
Manajemen SFC sendiri tidak mempermasalahkan dengan mendepak tiga legiun asing sebelumnya. Tapi khusus untuk pemutusan kontrak terhadap Erick Weeks, kubu SFC akan segera menghadap PT Liga Indonesia, untuk meminta dispensasi.
''Kami akan meminta pada PT Liga Indonesia agar memberikan dispensasi, karena ini sifatnya force majeur. Ini sangat darurat bagi kami, karena dua pemain asing sudah hilang dan kami membutuhkan tenaga pemain lain untuk kompetisi,” ungkap asisten manajer SFC, Muchendi Machzareki.
Pasalnya, setelah menunggu sekian lama dan tidak ada kejelasan, manajemen SFC merasa dikecewakan oleh pemain asal Liberia ini.
''Sekarang mas Eko Soebekti (agen Erick) sudah saya panggil. sesuai dengan komitmen saya beberapa waktu lalu, kedatangan Erick Weeks kita tunggu hingga satu minggu atau Sabtu ini. jika hari ini Erick tak bisa datang, berarti hari ini selesaikan. Kita sudah tidak menunggu Erick lagi dan kontrak sudah putus. Ya karena besok kita mau bertanding dan dia hari ini tidak datang, ya sudah resmi selesai,” timpal manajer SFC, Robert Heri.
Pihaknya sendiri, sambungnya, hingga hari ini belum mengetahui dimana keberadaan Erick Weeks. Karena antara manajemen dan pemain yang bersangkutan sudah lost contact. Apakah dia sudah di Malaysia dan sudah pergi ke tempat lain, semua tidak tahu.
''Kami tidak tahu apa alasan yang sebenarnya, karena dari pihak kami, apa yang diperlukannya sudah kami lakukan dan di bantu. Yang jelas kami sudah tentukan hari ini (kemarin) terakhir dia harus ada di Palembang. Ternyata dia tak muncul berarti selesai,” tukasnya lagi.
Sementara agen Erick Weeks, Eko Soebekti, juga menyatakan tidak mengetahui keberadaan pemainnya tersebut. ''Saya merasa tidak enak dengan SFC, kami sudah menjadi mitra tapi malah terjadi seperti ini. Tapi inilah namanya aksiden, apapun hasil rapat manajemen soal Erick, termasuk soal kerugian yang diderita SFC, saya akan menurut saja,” ujarnya.
Eko yang juga agen Boakay Eddy Foday ini menambahkan, kalau semua uang kontrak seperti uang muka dan sebagainya, itu semua sudah berada di tangan Erick Week. ''Itulah masalahnya, karena uangnya sendiri sudah di tangan Erick semua. Saya kan hanya mendapatkan fee atas kontrak tersebut,” pungkasnya.
(aww)