Hebat, Indonesia punya labotarium uji doping

Minggu, 24 Februari 2013 - 18:22 WIB
Hebat, Indonesia punya...
Hebat, Indonesia punya labotarium uji doping
A A A
Sindonews.com - Wujud Indonesia ingin memajukan dunia olahraga nampaknya benar-benar direalisasikan. Pasalnya Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan laboratorium uji doping yang pertama di Indonesia dan akan segera mengajukan sertifikasi internasional untuk masuk ke dalam jajaran laboratorium berstandar internasional untuk pengujian penggunaan doping di dunia yang saat ini berjumlah 34.

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Roy Suryo mengatakan laboratorium tersebut diharapkan bisa menguji lebih dari 3.000 sampel.

“Doping itu memang harus diiringi dengan kemajuan teknologi, karena yang namanya sports science, yang namanya pengetahuan dalam bidang olahraga itu berkembang. Ada zat yang bisa dikategorikan doping, tapi dulu tidak,” ujarnya dalam acara peresmian laboratorium di ITB, seperti dilansir voasport, Minggu, (24/2/2013) .

Sementara itu, Rektor ITB Akhmaloka mengatakan ITB akan mengajukan permohonan rekomendasi ke World Anti-Doping Agency (WADA) di Jepang pertengahan tahun ini, untuk mendapatkan akreditasi internasional

" Tanpa akreditasi dari WADA, laboratorium tersebut tidak bisa menjadi labotarorium doping, melainkan hanya menjadi laboratorium kimia atau farmasi biasa," ujarnya.

Akhmaloka menambahkan, sumber daya manusia yang nantinya akan mengelola laboratorium uji doping di ITB cukup banyak. Mereka terdiri dari para guru besar dan para doktor dari jurusan farmasi, kimia, teknik kimia, fisika, teknik lingkungan, dan para ahli lainnya yang terkait dalam bidang uji doping, ujarnya.

“SDM-nya tidak masalah, kalau SDM-nya itu karena banyak guru besar, doktor-doktor yang memang ahli untuk bidang-bidang seperti itu (pengujian doping),” ujar Akhmaloka.

Laboratorium uji doping di ITB dibangun dengan target dapat digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat.

Peralatan yang dimiliki laboratorium ini diakui belum lengkap, karena peralatan khusus untuk menguji sampel doping tersebut tergolong mahal. Total rencana anggaran biaya termasuk biaya operasional laboratorium dan pelatihan mencapai Rp 136 miliar. Seluruh kebutuhan biaya itu akan dicairkan bertahap hingga 2016 mendatang.

Sebelumnya, Indonesia mengandalkan laboratorium di Malaysia atau Jepang untuk tes doping. Pengujian di kedua negara tersebut biayanya rata-rata sekitar Rp 2,9 juta Rupiah per sampel, dengan waktu pengujian selama satu minggu.
(wbs)
Berita Terkait
Mengenal Meldonium,...
Mengenal Meldonium, Zat Doping yang Menjerat Atlet Mykhailo Mudryk dan Maria Sharapova
Positif Doping, Atlet...
Positif Doping, Atlet Sepeda Prancis Dihukum Empat Tahun
Sejarah Baru, Menpora...
Sejarah Baru, Menpora dan Kemenkes Berencana Bangun Laboratorium Anti Doping
Hantu Tes Doping Bagi...
Hantu Tes Doping Bagi Para Atlet, Berkaca dari Kasus Iannone
Dukung Atlet Berprestasi,...
Dukung Atlet Berprestasi, Wapres Resmikan Lab Doping dan Sentra Latihan Unesa
5 Jenis Doping Petinju...
5 Jenis Doping Petinju Top Dunia yang Guncang Ring Tinju
Berita Terkini
Local Pride, Ini 8 Tim...
Local Pride, Ini 8 Tim Piala Dunia 2026 yang Pakai Skuad Full Kelahiran Negaranya Sendiri
6 jam yang lalu
Fakta Menarik Piala...
Fakta Menarik Piala Dunia 2026: Italia Gagal ke Piala Dunia, tapi Serie A Penyumbang Pemain Terbanyak
8 jam yang lalu
Gelandang Meksiko Gilberto...
Gelandang Meksiko Gilberto Mora Jadi Pemain Termuda di Piala Dunia 2026
9 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jafar/Felisha Menang, Fajar/Fikri Tumbang
20 jam yang lalu
Adaptasi Cepat Jadi...
Adaptasi Cepat Jadi Modal Timnas Futsal U-17 Indonesia Menuju Spanyol
23 jam yang lalu
TC Timnas Futsal Indonesia...
TC Timnas Futsal Indonesia U-17 Digeber Jelang Beraksi di Spanyol
23 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved