Tak masuk IFFHS, seharusnya PSSI-KPSI malu

Kamis, 07 Maret 2013 - 17:24 WIB
Tak masuk IFFHS, seharusnya...
Tak masuk IFFHS, seharusnya PSSI-KPSI malu
A A A
Sindonews.com - Tidak ada satupun klub-klub sepak bola Indonesia baik IPL maupun ISL masuk dalam 400 ranking klub versi International Federation of Football History & Statistics (IFFHS). Fakta itu dianggap memalukan. Pasalnya klub Indonesia tertinggal dari klub-klub negara tetangga, Malaysia.

Wakil Manajer Persela Lamongan, Yuhronur Effendi mengaku malu dengan kegagalan itu. Menurutnya, kisruh sepak bola nasional seharusnya bisa dijadikan bahan evaluasi agar kedepan, klub-klub Indonesia bisa masuk dalam penilaian IFFHS.

"Saya malu dengan kegagalan itu. Kisruh sepak bola sekarang harus jadi bahan evaluasi agar ada perbaikan bagi klub-klub," katanya saat dihubungi melalui telepon kepada Sindonews, Kamis (7/3/2013).

Dari 400 klub yang ada, tak ada satupun klub dari Indonesia bertengger di daftar tersebut. Namun, ada wakil dari Asia Tenggara berada dalam daftar tersebut. Klub Malaysia Kelantan FA menjadi klub Asia Tenggara dengan posisi peringkat tertinggi, yaitu di posisi 150, bersanding dengan Stade Rennais dan AIK Solna dari Swedia.

Klub Indonesia sendiri tidak masuk daftar karena hanya menjadi bulan-bulanan ketika berlaga di kompetisi AFC. Betapapun perkasanya klub di sebuah liga domestik, tak ada gunanya ketika mereka melempem melawan klub-klub negara lain.

"PSSI sangat mengupayakan jatah klub Indonesia untuk tampil di ACL ataupun AFC Cup bisa bertambah, dengan cara memperbaiki kualitas klub sepak bola Indonesia, menjadi sebuah klub profesional,"hal tersebut diungkapkan AFC dalam situs resminya, Kamis (7/3/2013).

Padahal sebelumnya, Persipura Jayapura pernah meraih ranking tertinggi, yaitu di posisi 167. Prestasi itu tak lepas dari keberhasilan Persipura menembus perempat final AFC Cup, sebelum dihentikan oleh klub Irak Arbil Sport Club. Sementara Sriwijaya FC hanya bisa menempati peringkat 234.

"Untuk peringkat terbaru ini, tak satupun klub Indonesia yang mampu menembus 400 klub top dunia. Dikarenakan wakil-wakil Indonesia yang berlaga di ACL maupun AFC Cup langsung berguguran di babak awal kompetisi. Bahkan sempat menjadi bulan-bulanan dan lumbung gol lawan-lawannya," tulis tim media IFFHS Kamis, (7/3/2013).
(wbs)
Berita Terkait
Bung Harpa Soroti Konflik...
Bung Harpa Soroti Konflik Kepentingan Jabatan Ganda Erick Thohir di PSSI dan Kemenpora
Erick Thohir Terpilih...
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Pengamat: Dia Tahu Cara Menata Sepak Bola
Tuntutan Revolusi PSSI...
Tuntutan Revolusi PSSI Terus Berkumandang saat Konser Salam Satu Jiwa di Gladiator Arena Bekasi
Tuntut Penuntasan Kasus...
Tuntut Penuntasan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Suporter Bentangkan Spanduk di Laga Persib VS Persija
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
Konser Kopi Darat Sepak...
Konser Kopi Darat Sepak Bola untuk Rakyat Dorong Penuntasan Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkini
Amerika Serikat Tersingkir,...
Amerika Serikat Tersingkir, Belgia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Ronaldo: Portugal Belum...
Ronaldo: Portugal Belum Menang Apa Pun Sebelum Saya, Euro 2016 Setara Piala Dunia
1 jam yang lalu
Folarin Balogun Jadi...
Folarin Balogun Jadi Starter, Amerika Serikat Tertinggal dari Belgia 1-2 di Babak Pertama
2 jam yang lalu
Kontroversi Balogun...
Kontroversi Balogun Berlanjut, Politikus Inggris Desak FIFA Cabut Skorsing Quansah
2 jam yang lalu
Portugal Tersingkir...
Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bruno Fernandes: Timnas Spanyol Layak Menang
3 jam yang lalu
Air Mata Terakhir Cristiano...
Air Mata Terakhir Cristiano Ronaldo di Panggung Piala Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved