Hasil tak maksimal, Firmandoyo ogah rotasi pemain
Jum'at, 08 Maret 2013 - 16:12 WIB
Hasil tak maksimal, Firmandoyo ogah rotasi pemain
A
A
A
Sindonews.com - Meski dalam dua laga tandang terakhir PSIS Semarang menuai hasil kurang positif, pelatih kepala PSIS Semarang Firmandoyo menyatakan, tidak akan melakukan rotasi terhadap pemain. Komposisi yang saat ini akan tetap dipertahankan minimal sampai putaran pertama selesai.
"The Wining team saja belum ketemu kok mau dirotasi. Kita mantapkan dulu komposisi yang saat ini ada," ujarnya usai memimpin latihan di stadion Jatidiri, Jum'at (8/3).
Dia menilai, komposisi pemain yang saat ini sudah terbentuk sudah cukup ideal dan layak untuk berkompetisi. Buktinya, dari 6 laga yang telah dilalui PSIS selama putaran pertama, PSIS baru satu kali kalah, dua kali imbang dan tiga kali menang."Kalau mengganti pemain iya, tapi kalau untuk rotasi, saya pikir belum perlu dilakukan," imbuhnya.
Firmandoyo menilai, hasil kurang baik pada dua kali laga tandang beberapa waktu lalu, belum bisa dijadikan parameter bahwa komposisi yang Dia bangun kurang berjalan. Menurutnya komposisi Imral " Korea "Usman cs sudah berjalan dengan baik.
Sejauh ini Firmandyo terus menggunakan komposisi duet Emile Linker dan Hari Nur, di depan, Imral "Korea" Usman, Iswandi Da'i, M. Irvan dan Khusnul Yakin, atau Saiful Amar di tengah serta Morris Power, Iksan Sania, Fauzan Fajri dan Nurul Huda di barisan belakang.
Hanya saja, sambung mantan Pelatih Persik Kendal ini, terkadang pemain masih sering lose control di lapangan."Dilapangan kadang mereka (pemain) masih tidak sesuai dengan istruksi, mereka bermain sendiri-sendiri,”ujarnya.
Mantan pelatih Tim PON Jateng ini mengakui, masih banyak kekurangan yang ada pada timnya, salah satunya yang sampai saat ini belum terpecahkan masalah Finishing. Menurutnya, akar permasalahan Finishing yang sampai saat ini belum menunjukan kemanjuan dikarenakan penempatan posisi pemain yang tidak tepat.
“Selama ini setelah dilakukan evaluasi ternyata penempatan posisi yang tidak tepat. Contohnya adalah, ketika pemain sayap melakukan umpan lambung, dua striker dan gelandang seharusnya tidak boleh sejajar, tetapi ini masih sering dilakukan. Makanya dalam beberapa kali latihan penempatan posisi ini yang terus kita garap,” ujarnya.
Ditambahkan Firmandoyo, selain masalah penempatan posisi, menurutnya, punggawan PSIS, suka terburu-buru dalam mengeksekusi bola ketika mendapatkan peluang meskipun peluang itu cukup sulit untuk menjadi sebuah gol.
“Saya sudah katakana berkali-kali pemain untuk tidak “kemrungsung”dalam mencetak gol, dan lebih sabar. Tetapi kenyataanya hal itu masih saja dilakukan. Lha kalau sudah begini yang salah sebenarnya pemainnya atau pelatihnya yang tidak bisa melatih,” ujarnya.
Dia berharap, saat menghadapi Persipur Purwodadi 10 Maret mendatang, semua isntruksi yang diberikan dapat dijalankan para pemain dengan baik, sehingga tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. “Menjamu Persipur, kami wajib menang, dan untuk menang anak-anak harus bermain disiplin, dan tidak meremehkan,” ujarnya.
"The Wining team saja belum ketemu kok mau dirotasi. Kita mantapkan dulu komposisi yang saat ini ada," ujarnya usai memimpin latihan di stadion Jatidiri, Jum'at (8/3).
Dia menilai, komposisi pemain yang saat ini sudah terbentuk sudah cukup ideal dan layak untuk berkompetisi. Buktinya, dari 6 laga yang telah dilalui PSIS selama putaran pertama, PSIS baru satu kali kalah, dua kali imbang dan tiga kali menang."Kalau mengganti pemain iya, tapi kalau untuk rotasi, saya pikir belum perlu dilakukan," imbuhnya.
Firmandoyo menilai, hasil kurang baik pada dua kali laga tandang beberapa waktu lalu, belum bisa dijadikan parameter bahwa komposisi yang Dia bangun kurang berjalan. Menurutnya komposisi Imral " Korea "Usman cs sudah berjalan dengan baik.
Sejauh ini Firmandyo terus menggunakan komposisi duet Emile Linker dan Hari Nur, di depan, Imral "Korea" Usman, Iswandi Da'i, M. Irvan dan Khusnul Yakin, atau Saiful Amar di tengah serta Morris Power, Iksan Sania, Fauzan Fajri dan Nurul Huda di barisan belakang.
Hanya saja, sambung mantan Pelatih Persik Kendal ini, terkadang pemain masih sering lose control di lapangan."Dilapangan kadang mereka (pemain) masih tidak sesuai dengan istruksi, mereka bermain sendiri-sendiri,”ujarnya.
Mantan pelatih Tim PON Jateng ini mengakui, masih banyak kekurangan yang ada pada timnya, salah satunya yang sampai saat ini belum terpecahkan masalah Finishing. Menurutnya, akar permasalahan Finishing yang sampai saat ini belum menunjukan kemanjuan dikarenakan penempatan posisi pemain yang tidak tepat.
“Selama ini setelah dilakukan evaluasi ternyata penempatan posisi yang tidak tepat. Contohnya adalah, ketika pemain sayap melakukan umpan lambung, dua striker dan gelandang seharusnya tidak boleh sejajar, tetapi ini masih sering dilakukan. Makanya dalam beberapa kali latihan penempatan posisi ini yang terus kita garap,” ujarnya.
Ditambahkan Firmandoyo, selain masalah penempatan posisi, menurutnya, punggawan PSIS, suka terburu-buru dalam mengeksekusi bola ketika mendapatkan peluang meskipun peluang itu cukup sulit untuk menjadi sebuah gol.
“Saya sudah katakana berkali-kali pemain untuk tidak “kemrungsung”dalam mencetak gol, dan lebih sabar. Tetapi kenyataanya hal itu masih saja dilakukan. Lha kalau sudah begini yang salah sebenarnya pemainnya atau pelatihnya yang tidak bisa melatih,” ujarnya.
Dia berharap, saat menghadapi Persipur Purwodadi 10 Maret mendatang, semua isntruksi yang diberikan dapat dijalankan para pemain dengan baik, sehingga tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. “Menjamu Persipur, kami wajib menang, dan untuk menang anak-anak harus bermain disiplin, dan tidak meremehkan,” ujarnya.
(wbs)