Takut mesin perang dingin, PSIS genjot stamina pemain
Kamis, 14 Maret 2013 - 15:43 WIB
Takut mesin perang dingin, PSIS genjot stamina pemain
A
A
A
Sindonews.com - Jeda pertandingan hingga dua Minggu sejak mengalahkan Persipur Purwodadi, (10/3) lalu, dimanfaatkan PSIS Semarang untuk terus memperbaiki kemampuan tim. Fokus utama pelatih PSIS Semarang Firmandoyo adalah meningkatkan stamina pasukannya.
Stamina pemain-pemain PSIS Semarang memang terkuras dalam tiga laga terakhir mereka yang cukup padat. Yakni, melawan Persip Pekalongan (1/3), dilanjutkan away melawan Persitema Temanggung (5/3), dan menjamu Persipur Purwodadi (10/3).
Perbaikan kemampuan dan peningkatan stamina ini sebagai persiapan untuk laga terakhir putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia saat menjamu Persiku Kudus di Stadion Jatidiri, Semarang, 25 Maret mendatang. Tentu di laga terakhir dan bermain di kandang sendiri, Laskar Mahesa Jenar -julukan PSIS Semarang- ingin mengulang kesuksesan saat menggunduli Persipur Purwodadi 7-0.
Karena itu, di waktu jeda yang cukup panjang ini benar-benar dimanfaatkan untuk menjaga konsistensi para pemain dalam bermain.
''Selain latihan rutin seperti biasa, kita menyisipkan menu-menu latihan fisik untuk mengembalikan stamina para pemain. Karena dalam tiga pertandingan kemarin para pemain benar-benar terkuras staminanya,” kata pelatih fisik PSIS, M. Nasution.
Menurut Nasution, sebenarnya latihan fisik tersebut hanya kondisioning saja, tapi kita selipkan menu-menu latihan untuk meningkatkan performa fisik anak-anak untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Dikatakannya, penambahan menu latihan fisik tersebut dilakukan mengingat dalam pertandingan terakhir melawan Persipur Purwodadi Imrak Usman Cs cukup kedodoran fisiknya. Meski mampu menang dengan skor yang cukup meyakinkan 7-0, namun karena fisiknya kedodoran, permaian kurang berjalan dengan baik terutama di akhir-akhir babak kedua.
Sebagai pelatih fisik dia meminta kepada seluruh pemain untuk melakukan efektifitas pergerakan. Bukan berarti santai-santai saja, tetapi lebih meminimalkan gerakan-gerakan yang tidak perlu dilakukan. Dia mencontohkan ketika berlari, yang seharusnya cukup dilakukan 12 langkah, namun dilakukan melebih itu, sehingga tenaga terbuang percuma.
''Efektivitas gerakan perlu dilakukan para pemain, supaya tenaga mereka tidak terbuang percuma,” tandasnya.
Dia meyakini dengan waktu yang masih lama sebelum menghadapi Persiku Kudus, kondisi pasukan Mahesa Jenar sudah sampai ke level yang diinginkan, sehingga nantinya diharapkan mampu bermain dengan baik. ”Secara keseluruhan kondisi fisik anak-anak jelang putaran pertama berakhir mencapai 85 persen,” imbuhnya.
Terpisah, Manajer PSIS Semarang, Agung Setyo Nugroho berharap, para pemainnya terus meningkatkan performa. Mereka tetap fokus menatap laga berikutnya dan terus meningkatkan intensitas latihan.
''Terlebih saat ini kita mendapatkan bantuan peralatan latihan dari Ancora yang diambil dari Arema Malang. Mudah-mudahan dengan tambahan peralatan ini dapat semakin meningkatkan performa tim,” tandasnya.
Stamina pemain-pemain PSIS Semarang memang terkuras dalam tiga laga terakhir mereka yang cukup padat. Yakni, melawan Persip Pekalongan (1/3), dilanjutkan away melawan Persitema Temanggung (5/3), dan menjamu Persipur Purwodadi (10/3).
Perbaikan kemampuan dan peningkatan stamina ini sebagai persiapan untuk laga terakhir putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia saat menjamu Persiku Kudus di Stadion Jatidiri, Semarang, 25 Maret mendatang. Tentu di laga terakhir dan bermain di kandang sendiri, Laskar Mahesa Jenar -julukan PSIS Semarang- ingin mengulang kesuksesan saat menggunduli Persipur Purwodadi 7-0.
Karena itu, di waktu jeda yang cukup panjang ini benar-benar dimanfaatkan untuk menjaga konsistensi para pemain dalam bermain.
''Selain latihan rutin seperti biasa, kita menyisipkan menu-menu latihan fisik untuk mengembalikan stamina para pemain. Karena dalam tiga pertandingan kemarin para pemain benar-benar terkuras staminanya,” kata pelatih fisik PSIS, M. Nasution.
Menurut Nasution, sebenarnya latihan fisik tersebut hanya kondisioning saja, tapi kita selipkan menu-menu latihan untuk meningkatkan performa fisik anak-anak untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Dikatakannya, penambahan menu latihan fisik tersebut dilakukan mengingat dalam pertandingan terakhir melawan Persipur Purwodadi Imrak Usman Cs cukup kedodoran fisiknya. Meski mampu menang dengan skor yang cukup meyakinkan 7-0, namun karena fisiknya kedodoran, permaian kurang berjalan dengan baik terutama di akhir-akhir babak kedua.
Sebagai pelatih fisik dia meminta kepada seluruh pemain untuk melakukan efektifitas pergerakan. Bukan berarti santai-santai saja, tetapi lebih meminimalkan gerakan-gerakan yang tidak perlu dilakukan. Dia mencontohkan ketika berlari, yang seharusnya cukup dilakukan 12 langkah, namun dilakukan melebih itu, sehingga tenaga terbuang percuma.
''Efektivitas gerakan perlu dilakukan para pemain, supaya tenaga mereka tidak terbuang percuma,” tandasnya.
Dia meyakini dengan waktu yang masih lama sebelum menghadapi Persiku Kudus, kondisi pasukan Mahesa Jenar sudah sampai ke level yang diinginkan, sehingga nantinya diharapkan mampu bermain dengan baik. ”Secara keseluruhan kondisi fisik anak-anak jelang putaran pertama berakhir mencapai 85 persen,” imbuhnya.
Terpisah, Manajer PSIS Semarang, Agung Setyo Nugroho berharap, para pemainnya terus meningkatkan performa. Mereka tetap fokus menatap laga berikutnya dan terus meningkatkan intensitas latihan.
''Terlebih saat ini kita mendapatkan bantuan peralatan latihan dari Ancora yang diambil dari Arema Malang. Mudah-mudahan dengan tambahan peralatan ini dapat semakin meningkatkan performa tim,” tandasnya.
(aww)