Soal reunifikasi ISL-IPL, Persijap pasrah putusan FIFA
Rabu, 20 Maret 2013 - 15:32 WIB
Soal reunifikasi ISL-IPL, Persijap pasrah putusan FIFA
A
A
A
Sindonews.com - Persijap Jepara santai merespons hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI mengenai penyatuan klub Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL). Apa pun pengesahan dan keputusan FIFA dan Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) terhadap hasil KLB PSSI pada 17 Maret lalu, manajemen Persijap Jepara siap menerima dan menjalankannya.
General Manajer Persijap Jepara Muhammad Said Bassalamah mengatakan, keputusan dari CAS dan FIFA diakuinya akan sangat berpengaruh terhadap Persijap. Terlebih terkait dengan persoalan penyatuan liga antara IPL dan ISL.
Pada penyatuan yang rencana bakal dilakukan mulai 2014 mendatang tersebut, hanya akan mengambil empat klub dari IPL dan 18 klub ISL. Menurutnya, keputusan untuk hanya mengambil empat klub IPL, sangat merugikan klub-klub IPL. Namun, mau tidak mau klub harus menerima jika hal itu disahkan oleh FIFA dan CAS.
''Informasinya saat ini masih belum ada keputusan yang bulat apakah klub yang akan akan ikut reunifikasi yang masuk empat besar atau penunjukan yang sudah ditentukan. Yang pasti kami akan menerima apa pun keputusan dari FIFA dan CAS karena mereka adalah lembaga tertinggi sepak bola di dunia,” katanya.
Karena itu, dia berharap apa yang telah diputusan dalam KLB bukan titik akhir, karena memang harus ada aspek-aspek yang harus dipenuhi terutama rasa keadilan bagi klub-klub IPL. Menurutnya, jika memang untuk keadilan sebaiknya tidak pembagian tim yang akan masuk harus dibagi rata baik IPL maupun ISL.
''Kalau hanya empat besar klub IPL yang bisa masuk, klub-klub kecil pastinya tidak akan menerima atau memilih membubarkan diri,” ucapnya.
Persijap Jepara tetap memiliki peluang untuk tetap bisa tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia meski mengikuti format liga baru pada 2014. Terlebih dengan kondisi Persijap saat ini menjadi salah satu tim tangguh di IPL dengan kompetisi pemain yang komplet.
Tentu tidak akan sulit bagi Persijap untuk menembus empat besar. Apalagi Persijap bukan klub yang memiliki masalah dualisme sehingga peluang lebih besar dibanding klub lain yang memiliki dualisme.
Bassalamah mengaku, dengan belum ada keputusan dari FIFA apakah mengesahkan KLB atau tidak, juga berpengaruh pada tim. Hal itu menjadikan para pemain bertanya-tanya apakah kompetisi dilanjutkan atau tidak. ''Secara tidak langsung memang berpengaruh pada tim,”katanya.
Namun dia berharap, hal itu tidak berdampak pada performa pemain, mengingat dalam waktu dekat, Persijap akan melakoni laga penting kontra Semen Padang di stadion Gelora Bumi Kartini, 26 Maret mendatang.
General Manajer Persijap Jepara Muhammad Said Bassalamah mengatakan, keputusan dari CAS dan FIFA diakuinya akan sangat berpengaruh terhadap Persijap. Terlebih terkait dengan persoalan penyatuan liga antara IPL dan ISL.
Pada penyatuan yang rencana bakal dilakukan mulai 2014 mendatang tersebut, hanya akan mengambil empat klub dari IPL dan 18 klub ISL. Menurutnya, keputusan untuk hanya mengambil empat klub IPL, sangat merugikan klub-klub IPL. Namun, mau tidak mau klub harus menerima jika hal itu disahkan oleh FIFA dan CAS.
''Informasinya saat ini masih belum ada keputusan yang bulat apakah klub yang akan akan ikut reunifikasi yang masuk empat besar atau penunjukan yang sudah ditentukan. Yang pasti kami akan menerima apa pun keputusan dari FIFA dan CAS karena mereka adalah lembaga tertinggi sepak bola di dunia,” katanya.
Karena itu, dia berharap apa yang telah diputusan dalam KLB bukan titik akhir, karena memang harus ada aspek-aspek yang harus dipenuhi terutama rasa keadilan bagi klub-klub IPL. Menurutnya, jika memang untuk keadilan sebaiknya tidak pembagian tim yang akan masuk harus dibagi rata baik IPL maupun ISL.
''Kalau hanya empat besar klub IPL yang bisa masuk, klub-klub kecil pastinya tidak akan menerima atau memilih membubarkan diri,” ucapnya.
Persijap Jepara tetap memiliki peluang untuk tetap bisa tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia meski mengikuti format liga baru pada 2014. Terlebih dengan kondisi Persijap saat ini menjadi salah satu tim tangguh di IPL dengan kompetisi pemain yang komplet.
Tentu tidak akan sulit bagi Persijap untuk menembus empat besar. Apalagi Persijap bukan klub yang memiliki masalah dualisme sehingga peluang lebih besar dibanding klub lain yang memiliki dualisme.
Bassalamah mengaku, dengan belum ada keputusan dari FIFA apakah mengesahkan KLB atau tidak, juga berpengaruh pada tim. Hal itu menjadikan para pemain bertanya-tanya apakah kompetisi dilanjutkan atau tidak. ''Secara tidak langsung memang berpengaruh pada tim,”katanya.
Namun dia berharap, hal itu tidak berdampak pada performa pemain, mengingat dalam waktu dekat, Persijap akan melakoni laga penting kontra Semen Padang di stadion Gelora Bumi Kartini, 26 Maret mendatang.
(aww)