Penggawa Persib berharap timnas bebas konflik
Selasa, 26 Maret 2013 - 11:53 WIB
Penggawa Persib berharap timnas bebas konflik
A
A
A
Sindonews.com - Bek kiri Persib Bandung, Tony Sucipto berharap situasi kondusif di Tim Nasional Indonesia terus berlanjut, meski belakangan terjadi kisruh di tubuh Badan Tim Nasional (BTN) terkait pergantian pelatih dan penunjukan Harbiansyah Hanafiah sebagai Wakil Ketua Umum BTN.
Menurut Tony, meski ia tak mendapatkan kesempatan bermain saat menghadapi Arab Saudi. Tapi hal itu tidak membuatnya kehilangan motivasi untuk kembali membela skuat Merah Putih di pertandingan berikutnya, termasuk saat melawan salah satu raksasa sepak bola dunia, Belanda pada laga uji coba di Jakarta, 7 Juni mendatang.
Bagi mantan pemain Sriwijaya FC dan Persija Jakarta tersebut. Hal terpenting saat ini adalah bagaimana menjaga kebersamaan Timnas setelah dalam setahun terakhir lebih banyak berada dalam situasi kritis akibat konflik dua kubu.
"Menurut saya persoalaannya bukan terletak siapa yang main dan tidak. Sebab hal itu tidak penting. Lebih penting adalah menjaga suasana kebersamaan yang kembali sudah terbangun. Soal siapa yang bermain dan tidak itu urusan Pelatih yang memiliki strategi dan konsep sendiri dalam penentuan pemain. Saya sendiri merasa hanya dengan masuk dalam daftar panggil Timnas saja sudah cukup senang," papar Tony, Selasa (26/3/2013).
Kendati Indonesia menelan kekalahan dari Arab Saudi pada laga kualifikasi Piala Asia 2015, Tony menilai permainan Timnas sudah cukup memuaskan karena mampu memberikan perlawanan lumayan sengit kepada tiga kali juara Piala Asia tersebut.
"Persiapan kami bisa dikatakan cukup singkat karena mayoritas para pemain yang kemarin membela Timnas baru kumpul selama satu pekan. Walaupun akhirnya kami harus kalah, semoga kedepannya secara permainan kita lebih baik," pungkasnya.
Sementara itu pengamat sepak bola, Risnandar cukup memuji upaya sejumlah pihak yang bekerja keras dalam menyelesaikan konflik. "Kami harus hargai upaya yang dilakukan sejumlah pihak yang mampu mempersatukan baik di tingkat organisasi maupun Timnas. Hal ini tentu harus dijaga dan bahkan ditingkatkan demi kemajuan sepak bola Indonesia, terutama prestasi Timnas," tandasnya.
Menurut Tony, meski ia tak mendapatkan kesempatan bermain saat menghadapi Arab Saudi. Tapi hal itu tidak membuatnya kehilangan motivasi untuk kembali membela skuat Merah Putih di pertandingan berikutnya, termasuk saat melawan salah satu raksasa sepak bola dunia, Belanda pada laga uji coba di Jakarta, 7 Juni mendatang.
Bagi mantan pemain Sriwijaya FC dan Persija Jakarta tersebut. Hal terpenting saat ini adalah bagaimana menjaga kebersamaan Timnas setelah dalam setahun terakhir lebih banyak berada dalam situasi kritis akibat konflik dua kubu.
"Menurut saya persoalaannya bukan terletak siapa yang main dan tidak. Sebab hal itu tidak penting. Lebih penting adalah menjaga suasana kebersamaan yang kembali sudah terbangun. Soal siapa yang bermain dan tidak itu urusan Pelatih yang memiliki strategi dan konsep sendiri dalam penentuan pemain. Saya sendiri merasa hanya dengan masuk dalam daftar panggil Timnas saja sudah cukup senang," papar Tony, Selasa (26/3/2013).
Kendati Indonesia menelan kekalahan dari Arab Saudi pada laga kualifikasi Piala Asia 2015, Tony menilai permainan Timnas sudah cukup memuaskan karena mampu memberikan perlawanan lumayan sengit kepada tiga kali juara Piala Asia tersebut.
"Persiapan kami bisa dikatakan cukup singkat karena mayoritas para pemain yang kemarin membela Timnas baru kumpul selama satu pekan. Walaupun akhirnya kami harus kalah, semoga kedepannya secara permainan kita lebih baik," pungkasnya.
Sementara itu pengamat sepak bola, Risnandar cukup memuji upaya sejumlah pihak yang bekerja keras dalam menyelesaikan konflik. "Kami harus hargai upaya yang dilakukan sejumlah pihak yang mampu mempersatukan baik di tingkat organisasi maupun Timnas. Hal ini tentu harus dijaga dan bahkan ditingkatkan demi kemajuan sepak bola Indonesia, terutama prestasi Timnas," tandasnya.
(akr)